- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Bupati Jepara Tekankan Pendidikan dan Otonomi Daerah

Keterangan Gambar : Bupati Jepara, Witiarso Utomo memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional ke-67 tahun 2026, di Lapangan Upacara SMA Negeri 1 Jepara, Senin (4/5/2026).
Jepara, infojateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar upacara peringatan dua momentum nasional, yakni Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026, di Lapangan Upacara SMA Negeri 1 Jepara, Senin (4/5/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso
Utomo, bersama jajaran Forkopimda, serta diikuti ASN, mahasiswa, dan perwakilan
pelajar se-Kabupaten Jepara.
Dalam kesempatan tersebut, bupati membacakan amanat
Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, yang menegaskan pentingnya
otonomi daerah sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan
pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis potensi lokal.
Bupati juga menekankan pentingnya efisiensi birokrasi sesuai arahan Presiden
RI.
Baca Lainnya :
- Jepara Berangkatkan 1.541 Jemaah Haji, Didominasi Perempuan dan Lansia0
- Hingga April 2026, Produksi Padi di Jateng Capai 4,6 Juta Ton0
- Kinerja APBD Jateng Triwulan I Dievaluasi Demi Genjot Program Rakyat0
- Jateng Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih Hadapi Musim Kemarau0
- Masuk Prioritas, Pemerintah Pusat Tangani Penanganan Rob dan Abrasi di Pantura Jateng1
“Penyelenggaraan kegiatan pemerintahan harus
sederhana, tidak berlebihan, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,”
tegasnya.
Pada peringatan Hardiknas, bupati turut menyampaikan
amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti. Ia mengajak
seluruh elemen masyarakat memperkuat sistem pendidikan berbasis nilai “Among” —
Asah, Asih, dan Asuh — sebagai fondasi pembentukan karakter generasi bangsa.
Menguatkan hal tersebut, dalam sambutannya Bupati
Witiarso Utomo juga memaparkan capaian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Jepara
di sektor pendidikan. Ia menyebut, pendidikan merupakan investasi jangka
panjang bagi masa depan daerah.
Sepanjang 2025, Pemkab Jepara telah mengalokasikan
anggaran Rp1,7 miliar untuk program Kartu Sarjana Jepara yang menjangkau 2.398
siswa dan mahasiswa.
Selain itu, melalui program Kartu Guru Sejahtera,
hampir 11 ribu guru telah menerima peningkatan kesejahteraan, dan tahun ini
ditingkatkan menjadi lebih dari 17 ribu penerima dengan dukungan anggaran Rp25
miliar.
Tidak hanya itu, penguatan sarana dan prasarana juga
terus dilakukan. Sebanyak 103 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP telah
direvitalisasi, serta lebih dari seribu perangkat pembelajaran digital
didistribusikan, dengan tambahan lebih dari 3.000 unit pada tahun ini.
“Pendidikan yang baik tidak mungkin terwujud tanpa
guru yang berkualitas dan sejahtera,” ujarnya.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan juga ditunjukkan
melalui dorongan kepada 2.343 guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru
(PPG). Hasilnya, standar pelayanan minimal pendidikan di Jepara mencapai 82,34
persen, sementara angka partisipasi sekolah mencapai 99,91 persen untuk SD/MI
dan 98,91 persen untuk SMP/MTs.
Bupati menegaskan, tema Hardiknas 2026 “Menguatkan
Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” harus menjadi
gerakan bersama. Pendidikan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab pemerintah,
tetapi juga orang tua, masyarakat, dan dunia usaha.
“Gotong royong dalam pendidikan adalah kunci. Setiap
anak di Jepara harus mendapatkan haknya atas pendidikan yang bermutu,”
tegasnya.
Di akhir sambutan, Bupati juga menyoroti isu sosial yang
menjadi perhatian serius, yakni kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan
perundungan di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan
pengawasan dan komunikasi dengan anak.
“Ini tanggung jawab kita bersama. Orang tua harus
hadir dan menjadi tempat anak bercerita agar berbagai persoalan bisa dicegah
sejak dini,” pesannya.
Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat,
mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan serta memperkuat peran
otonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat Jepara. (eko/redaksi)











