- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Cara Pemkab Jepara Sulap Lahan Pinggir Jalan Jadi “ATM Desa”

Keterangan Gambar : Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat kegiatan penanaman tanaman buah di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Rabu (22/4/2026).
Jepara,
infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara
terus berinovasi dalam mengoptimalkan potensi desa. Salah satunya melalui
program penanaman tanaman buah sebagai turus jalan yang digelar di Desa Jinggotan,
Kecamatan Kembang, Rabu (22/4/2026).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan program ini
bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan memanfaatkan lahan
marginal di sepanjang jalan.
“Hari ini kita melaksanakan program penanaman pohon
turus jalan tidak lain untuk menaikkan PAD desa,” ujar bupati.
Baca Lainnya :
- Jateng Dikepung 162 Bencana Selama Januari–April 2026, Ini Upaya Pempov0
- Pemprov Jateng Bangun 20 Rumah Apung untuk Warga Terdampak Rob Pesisir Demak0
- 50 Kader PKK Cilacap Ikuti Pelatihan Boga, Fokus Tingkatkan Ekonomi Keluarga0
- Jateng Kejar Investasi Energi Hijau Demi Target Listrik Capai 13 Gigawatt0
- Kucurkan Rp 33,2 Miliar, Pemprov Jateng Dukung Program TMMD 2026 0
Ia menjelaskan, selama ini bahu jalan atau turus jalan
kerap hanya menjadi lahan sisa yang ditumbuhi semak atau pohon pelindung biasa
tanpa nilai tambah ekonomi. Melalui program ini, kondisi tersebut diubah
menjadi lebih produktif.
“Kita akan ubah sekitar 7 kilometer lahan marginal di
Desa Sumanding, Bucu, Cepogo, Dudakawu, Pendem, dan Jinggotan menjadi Lorong
Pangan yang produktif,” lanjutnya.
Program ini sementara difokuskan pada jalan kabupaten
dan sebagian jalan desa, dengan harapan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Penanaman dilakukan dengan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari
PLTU Tanjung Jati B, dengan total lebih dari 700 pohon, di mana 462 pohon
ditanam pada kegiatan hari ini.
Jenis tanaman yang dipilih adalah mangga Kioji dan
kelengkeng. Kedua jenis buah tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan
cocok dengan karakter lahan di Kecamatan Kembang.
“Diperkirakan jika sampai panen bisa menghasilkan
Rp500 ribu hingga Rp1 juta per pohon,” jelasnya.
Untuk memastikan keberlanjutan program, perawatan
tanaman seperti pemupukan akan didampingi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian (DKPP).
Bupati menegaskan, program ini bukan sekadar
penghijauan, tetapi juga strategi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat
desa.
“Saya ingin manfaat ekonominya benar-benar dirasakan
langsung di tingkat bawah,” tegas Witiarso.
Kepala Desa Jinggotan Solikin mengapresiasi program
penanaman pohon buah di turus jalan ini. Selain manfaat ekonomi dan memperindah
kawasan, program ini juga bisa menggerakkan kesadaran warga desa untuk menjaga
lingkungan sekitarnya.
"Perlu partisipasi warga agar pohonnya hidup,
berkembang dan memberi manfaat untuk manusia serta lingkungan. Nahh kesadaran
itu yang bagus karena warga jadi lebih peduli kondisi sekitarnya,"
tandasnya.
Melalui program ini, Pemkab Jepara berharap konsep
lorong pangan dapat menjadi solusi inovatif dalam mengubah lahan tidak
produktif menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa. (eko/redaksi)











