- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Cara Pemprov Jateng Kenalkan Sport Tourism Lewat Ajang Lari Tembus Gunung Ungaran

Keterangan Gambar : Sekda Jateng Sumarno memberikan sambutan sebelum melepas bendera start peserta Semarang Mountain Race 2026 di pelataran The Wujil Hotel, Kabupaten Semarang, Sabtu (11/4/2026).
Kabupaten Semarang, infojateng.id - Pagi masih gelap di
lereng Gunung Ungaran kabupaten Semarang. Namun semangat ratusan pelari sudah
membara di pelataran The Wujil Hotel, Sabtu (11/4/2026). Mereka bersiap
trail run lintas alam menjelajah lereng Ungaran.
Tepat pukul 05.00 WIB, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi
Jawa Tengah, Sumarno, secara resmi melepas bendera start (flag-off) menandai
dimulainya Semarang Mountain Race 2026 ini.
Ajang lari lintas alam ini menantang fisik dan mental
pelari di dua kategori ekstrem, yakni 50K dan 82K. Sebanyak 200 pelari
bertarung di kelas 50K, sementara 52 pelari ultra lainnya menguji batas limit
mereka di kategori 82K, menyusuri jalur teknis dan tanjakan terjal pegunungan.
Baca Lainnya :
- Didukung Bunda Literasi, Perpusda Jateng Catat 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 20250
- Masyarakat Didorong Perbanyak Majelis Ilmu untuk Ciptakan Generasi Berakhlak0
- 5.503 Gedung KDKMP Berdiri di Jateng, Siap Jadi Penggerak Ekonomi Warga0
- Harga Plastik Mahal, Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bioplastik Solusi Ramah Lingkungan0
- Generasi Muda Didorong Miliki Kemampuan Berpikir Kritis0
Sekda Sumarno menegaskan, tingginya antusiasme
peserta menjadi sinyal positif bagi pengembangan olahraga sekaligus pariwisata
di Jawa Tengah.
“Antusiasmenya luar biasa. Ini bagian dari
pengembangan spot tourism di Jawa Tengah,” ujarnya.
Ia menambahkan, ajang tersebut juga menjadi sarana
untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga.
“Ini juga untuk mempromosikan gaya hidup sehat.
Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” kata Sumarno.
Narasi sport tourism yang digaungkan Pemprov Jateng
terbukti bukan sekadar slogan. Jasmine Adli Putri Liza (24), pelari asal
Jakarta, sengaja bertolak ke Semarang demi merasakan atmosfer lari di Gunung
Ungaran.
Baginya, Ungaran memiliki daya tarik tersendiri yang
membuatnya rela menempuh perjalanan jauh.
"Aku sudah sering naik gunung sejak SMA, tapi
lari di jalur trail itu tantangannya beda. Karena sebelumnya pernah mendaki
Ungaran, aku penasaran ingin coba versi race-nya," kata Jasmine.
Tak sekadar berlomba, Jasmine menjadi potret wisatawan
yang menggerakkan ekonomi lokal.
"Setelah finis, aku rencana mau jalan-jalan dulu
di Kota Semarang. Baru Minggu malam kembali ke Jakarta," tambahnya.
Senada dengan Jasmine, Maulana Hairul Anam (25)
pelari asal Solo, mengaku telah lama mengincar ajang ini.
Baginya, lari lintas alam adalah transisi alami dari
hobi mendaki gunung.
"Ini debut pertama saya di kategori 50K.
Momentumnya pas di awal tahun dan setelah Lebaran, jadi semangatnya masih
baru," jelasnya.
Dengan suksesnya pelepasan ratusan pelari ultra ini,
Semarang Mountain Race diharapkan terus berkembang menjadi agenda ikonik yang
memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi utama wisata minat khusus di
Indonesia.
Semarang Mountain Race 2026 berlangsung pada 10–12
April 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan The Wujil, Ungaran.
Event ini menghadirkan lima kategori lomba, mulai dari
7K hingga 82K dengan total elevasi mencapai 5.500 meter lebih, melintasi jalur
menantang di kawasan Gunung Ungaran.
Ajang ini juga telah terafiliasi dengan International
Trail Running Association (ITRA), sehingga peserta yang berhasil finis
berpeluang memperoleh poin untuk kualifikasi lomba lari tingkat internasional. (eko/redaksi)











