- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Cilacap Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Antisipasi Kemarau

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Persiapan Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Cilacap yang digelar di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap, Rabu (6/5/2026). Dok. Diskominfo Cilacap
Cilacap, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mulai melakukan langkah antisipasi dini menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) akibat musim kemarau yang akan datang.
Upaya ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas
Sektoral Persiapan Menghadapi Musim Kemarau Tahun 2026 Tingkat Kabupaten
Cilacap yang digelar di Aula BPKAD Kabupaten Cilacap, Rabu (6/5/2026).
Acara tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap, Sumbowo, mewakili Pelaksana
tugas (Plt) Bupati Cilacap. Hadir dalam acara ini anggota DPRD, Purwati,
perwakilan Forkopimda, Forkopimcam dan unsur pentahelix.
Baca Lainnya :
- 50 Perempuan dan Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Pengolahan Pelepah Pisang0
- Petugas Haji Diminta Siap Fisik dan Mental Jelang Keberangkatan ke Tanah Suci0
- Gerakan Run for Rivers, Cara Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat0
- Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Baterai Tower di Pakis Aji0
- Jadi Tersangka, Polisi Buru Pengasuh Ponpes Cabuli Santri di Pati0
Dalam sambutan tertulis Plt Bupati Cilacap yang
dibacakan Sumbowo menekankan, bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama mengingat
Cilacap merupakan wilayah dengan potensi bencana yang kompleks atau sering
dijuluki sebagai “supermarket bencana”.
“Memasuki musim kemarau tahun ini, kita harus
meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak seperti krisis air bersih,
kebakaran hutan dan lahan, hingga menurunnya produktivitas pertanian. Semua ini
membutuhkan langkah antisipatif yang cepat, tepat, dan terkoordinasi melalui
sinergi unsur Pentahelix,” ujar Sumbowo.
Forecaster Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap,
Adnan Dendy Mardika, dalam paparannya mengungkapkan bahwa dinamika atmosfer
terkini menunjukkan adanya potensi fenomena El Nino yang mulai terjadi pada
periode Mei-Juni-Juli 2026. Selain itu, fenomena IOD (Indian Ocean Dipole)
Positif juga diprediksi berlangsung mulai Mei hingga akhir tahun 2026.
“Suhu permukaan laut di wilayah selatan Jawa cenderung
mendingin mulai awal Juni, yang berdampak pada menurunnya curah hujan di
wilayah pesisir. Secara umum, musim kemarau di Cilacap dimulai pada Mei
dasarian II dan memiliki sifat di bawah normal, artinya akan terasa lebih
kering dibanding biasanya,” jelas Adnan.
Awal musim kemarau untuk wilayah Cilacap menurut
prediksi BMKG dimulai dari wilayah timur pada Mei dasarian II. Untuk puncak
kemarau, diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026 dengan durasi Berkisar
antara 14 hingga 18 dasarian (sekitar 6 bulan), dengan durasi lebih panjang
dibanding normalnya.
BMKG memberikan beberapa rekomendasi Tindakan yang
bisa dilakukan untuk menghadapi musim kemarau tahun ini dengan menyesuaikan
jadwal tanam dan memilih varietas yang tahan kekeringan serta memiliki siklus
tanam pendek, serta optimalisasi air irigasi dan lainnya untuk pengairan.
Kemudian juga pemanfaatan sistem peringatan dini BMKG
berbasis monitoring titik panas (hotspot) dari satelit. Dan peningkatan patroli
di wilayah potensi kebakaran serta sosialisasi pencegahan pembakaran lahan
kepada masyarakat.
“Perlu dilakukan juga persiapan suplai air bersih
melalui tangki air oleh pemerintah maupun masyarakat untuk wilayah rawan
kekeringan,” tambah Adnan.
Menanggapi prediksi BMKG tersebut, Plt. Sekretaris
BPBD Kabupaten Cilacap, Purwanto Kurniawan, memaparkan peta risiko dan kesiapan
logistik. Berdasarkan data asesmen, sebanyak 13 kecamatan dan 81 desa di
Kabupaten Cilacap masuk dalam kategori kerentanan tinggi terhadap kebakaran
hutan dan lahan.
“Untuk itu, BPBD telah menyiagakan personel dan sarana
prasarana pendukung, yakni 69 personel disiagakan, tersebar di kantor induk dan
UPTD PKBD Cilacap, Kroya, Sidareja, serta Majenang. Logistik Air Bersih
tersedia alokasi sebanyak 250 tangki air bersih untuk dropping di wilayah
terdampak kekeringan. Kemudian disiapkan 15 unit pompa pemadam, 7 unit light
tower, 3 unit armada tangki air, dan 20 unit tandon air (reservoir) dan
beberapa peralatan penunjang lainnya,” papar Purwanto.
Perwakilan DPRD Cilacap, Purwanti mengapresiasi
langkah Pemerintah dengan menggelar Rakor ini, serta mengucapkan terima kasih
kepada BPBD dan relawan semua yang selalu siaga dan siap sedia ketika terjadi
bencana di Cilacap.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan
selalu membersamai masyarakat Kabupaten Cilacap. Harapan dari kami, Pemkab
Cilacap bisa mencari solusi khususnya untuk desa-desa yang selalu mengalami
kekeringan pada musim kemarau agar bisa memanfaatkan potensi alam di wilayah
masing-masing agar dampak kemarau bisa berkurang disana,” harap Purwanti.
Menutup rakor, Sumbowo berharap melalui rapat ini akan
terbangun kesamaan persepsi, sinkronisasi langkah, dan penguatan koordinasi
antar seluruh pemangku kepentingan, sehingga upaya mitigasi dan penanganan
dampak musim kemarau dapat berjalan optimal.
Selain itu, ia juga menekankan beberapa hal
diantaranya untuk meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana mulai dari
lingkungan keluarga dan masyarakat serta meningkatkan koordinasi lintas sektor
secara berkala maupun tematik sesuai potensi ancaman yang ada.
“Kemudian kepada para Camat, Forkopimcam, Kepala Desa,
dan Lurah, saya minta untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing serta
mengambil langkah cepat dan tepat apabila terjadi persoalan akibat musim
kemarau,” pesannya.
Sumbowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh
pihak yang selama ini telah aktif membantu masyarakat dalam berbagai situasi
kebencanaan.
“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti
inilah yang harus terus kita jaga dan tingkatkan. Mari kita bersama-sama berdoa
agar Kabupaten Cilacap senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari
berbagai bencana, serta masyarakatnya selalu diberikan kesehatan dan
kesejahteraan,” pungkasnya. (eko/redaksi)











