- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk

Keterangan Gambar : Pertandingan Persijap Jepara melawan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (4/5/2026) malam. Dok. Persijap
Jepara, infojateng.id – Persijap Jepara akhirnya harus kehilangan poin setelah tumbang dua gol tanpa balas dari Persija Jakarta dalam pertandingan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Senin (4/5/2026) malam.
Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui taktik
yang disiapkan tidak berjalan dengan baik saat anak asuhnya dirobohkan Persija Jakarta pada duel pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.
Laskar Kalinyamat sebetulnya bisa menahan gempuran
Macan Kemayoran di babak pertama. Namun, memasuki babak kedua, mereka akhirnya
kebobolan dua gol lewat Rayhan Hannan (64’) dan Gustavo Almeida (90+9’).
Baca Lainnya :
- Pemkab Rembang Luncurkan Educare, Dorong Transformasi Digital Layanan Pendidikan0
- Jateng Makin Dipercaya Investor, Pabrik Kemasan Kertas Asal Tiongkok Investasi di Kendal0
- Pemkab dan PN Rembang Teken MoU Hadirkan Sidang Keliling Permudah Layanan Warga0
- Pekalongan Dorong Warga Penuhi Hak Imunisasi Anak Cegah Penularan Campak-Rubella0
- Rekomendasi Strategis LKPj Bupati 2025 Bakal Diterapkan di Purbalingga0
Mario Lemos mengakui, taktik yang disiapkan tidak
berjalan dengan baik. Namun, juru taktik asal Portugal itu juga tak menampik
apabila Macan Kemayoran merupakan tim yang jauh lebih superior karena punya
pemain berkualitas.
“Ketika kami kalah, itu artinya taktik tidak berjalan
dengan baik. Saya pikir, kami hari ini tidak bermain dengan baik. Ini adalah
salah satu laga di mana kami tidak bermain sesuai harapan,” kata Mario dalam
konferensi pers, Senin (4/5/2026) malam.
Menurut dia, Persija bermain lebih superior ketimbang anak
asuhnya. Mereka menciptakan banyak peluang. Pada babak kedua, tim berjuluk
Laskar Kalinyamat itu bisa bermain lebih baik ketimbang babak pertama.
Dengan hasil ini, Persijap Jepara tak hanya mengakhiri
catatan positifnya saat bermain di kandang. Sebab, dari enam laga home
terakhir, mereka bisa meraih lima kemenangan dan mendapat satu imbang.
Mario Lemos menyayangkan kesalahan fatal anak asuhnya
yang membuat Macan Kemayoran bisa memecah kebuntuan. Saat berusaha menyamakan
skor, Persija akhirnya bisa mengukir gol kedua untuk mengunci kemenangan.
“Kami punya peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol.
Sayangnya, kami melakukan kesalahan yang membuat kami kebobolan. Setelah itu,
kami mencoba untuk comeback, sayangnya Persija bisa mencetak gol untuk kill the game,” kata
dia.
Dengan hasil ini, Laskar Kalinyamat kembali mengalami
kebuntuan di lini depan. Sebab, sebelum kalah melawan Persija, Wahyudi Hamisi
dan kawan-kawan sempat gagal mencetak gol pada laga terakhir kontra Dewa United
(0-1).
“Pada dua laga ini, kami tidak bisa mencetak gol.
Namun, jangan lupa juga kami bermain menghadapi tim yang sangat baik. Dewa
United dan Persija Jakarta sama-sama punya kualitas. Namun, hal positifnya
adalah kami tetap bisa menciptakan peluang,” kata dia.
Sementara itu, gelandang Persijap, Borja Martinez,
turut mengakui Persija tim yang lebih superior. Menurut dia, Laskar Kalinyamat
dibuat kalang kabut dengan kualitas pemain di lini depan Persija yang punya
kecepatan.
“Persija memang lebih superior ketimbang kami, dan
mereka bisa memanfaatkan peluang-peluang dengan baik. Kami sudah mencoba,
tetapi mereka bisa membalas dengan dua gol serangan balik,” kata Borja.
“Saat kami menyerang, mereka bisa mencari celah lewat transisi. Persija bermain lebih ofensif, karena mereka punya lini depan yang sangat cepat. Itu membuat kami sedikit kesulitan,” lanjut pemain asal Spanyol itu. (eko/redaksi)











