Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk

By Admin Utama
05 Mei 2026, 13:31:12 WIB Olahraga
Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk

Keterangan Gambar : Pertandingan Persijap Jepara melawan Persija Jakarta dalam laga pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Senin (4/5/2026) malam. Dok. Persijap


Jepara, infojateng.idPersijap Jepara akhirnya harus kehilangan poin setelah tumbang dua gol tanpa balas dari Persija Jakarta dalam pertandingan pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Senin (4/5/2026) malam.

Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui taktik yang disiapkan tidak berjalan dengan baik saat anak asuhnya dirobohkan Persija Jakarta pada duel pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.

Laskar Kalinyamat sebetulnya bisa menahan gempuran Macan Kemayoran di babak pertama. Namun, memasuki babak kedua, mereka akhirnya kebobolan dua gol lewat Rayhan Hannan (64’) dan Gustavo Almeida (90+9’).

Baca Lainnya :

Mario Lemos mengakui, taktik yang disiapkan tidak berjalan dengan baik. Namun, juru taktik asal Portugal itu juga tak menampik apabila Macan Kemayoran merupakan tim yang jauh lebih superior karena punya pemain berkualitas.

“Ketika kami kalah, itu artinya taktik tidak berjalan dengan baik. Saya pikir, kami hari ini tidak bermain dengan baik. Ini adalah salah satu laga di mana kami tidak bermain sesuai harapan,” kata Mario dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026) malam.

Menurut dia, Persija bermain lebih superior ketimbang anak asuhnya. Mereka menciptakan banyak peluang. Pada babak kedua, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bisa bermain lebih baik ketimbang babak pertama.

Dengan hasil ini, Persijap Jepara tak hanya mengakhiri catatan positifnya saat bermain di kandang. Sebab, dari enam laga home terakhir, mereka bisa meraih lima kemenangan dan mendapat satu imbang.

Mario Lemos menyayangkan kesalahan fatal anak asuhnya yang membuat Macan Kemayoran bisa memecah kebuntuan. Saat berusaha menyamakan skor, Persija akhirnya bisa mengukir gol kedua untuk mengunci kemenangan.

“Kami punya peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol. Sayangnya, kami melakukan kesalahan yang membuat kami kebobolan. Setelah itu, kami mencoba untuk comeback, sayangnya Persija bisa mencetak gol untuk kill the game,” kata dia.

Dengan hasil ini, Laskar Kalinyamat kembali mengalami kebuntuan di lini depan. Sebab, sebelum kalah melawan Persija, Wahyudi Hamisi dan kawan-kawan sempat gagal mencetak gol pada laga terakhir kontra Dewa United (0-1).

“Pada dua laga ini, kami tidak bisa mencetak gol. Namun, jangan lupa juga kami bermain menghadapi tim yang sangat baik. Dewa United dan Persija Jakarta sama-sama punya kualitas. Namun, hal positifnya adalah kami tetap bisa menciptakan peluang,” kata dia.

Sementara itu, gelandang Persijap, Borja Martinez, turut mengakui Persija tim yang lebih superior. Menurut dia, Laskar Kalinyamat dibuat kalang kabut dengan kualitas pemain di lini depan Persija yang punya kecepatan.

“Persija memang lebih superior ketimbang kami, dan mereka bisa memanfaatkan peluang-peluang dengan baik. Kami sudah mencoba, tetapi mereka bisa membalas dengan dua gol serangan balik,” kata Borja.

“Saat kami menyerang, mereka bisa mencari celah lewat transisi. Persija bermain lebih ofensif, karena mereka punya lini depan yang sangat cepat. Itu membuat kami sedikit kesulitan,” lanjut pemain asal Spanyol itu. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment