- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Fisika UNDIP Ajak Siswa SMP Bikin Mikroskop Sendiri, Belajar Sains Jadi Seru

Semarang, Infojateng.id – Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro menghadirkan cara seru belajar sains bagi siswa SMP Tahfidzul Qur’an Pangeran Diponegoro, Kota Semarang. Lewat program pengabdian masyarakat, para siswa diajak langsung membuat mikroskop sederhana dari bahan yang mudah ditemukan.
Mengusung tema pelatihan mikroskop berbasis lensa positif, kegiatan ini tak sekadar teori. Tim dosen bersama mahasiswa membimbing siswa memahami cara kerja pembesaran, lalu mempraktikkannya dengan merakit alat sendiri menggunakan lensa, papan kayu, hingga penggaris besi.
Hasilnya, suasana belajar jadi lebih hidup. Para siswa tampak antusias saat mencoba mikroskop rakitan mereka untuk mengamati daun, bunga, hingga hewan kecil di sekitar.
Baca Lainnya :
- 7.750 Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Wisata & UMKM Ikut Terdongkrak0
- Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an Jateng, Bikin Santri Makin Semangat0
- Tragis di Grobogan: 5 Tewas, Polda Jateng Turunkan Tim TAA Usut Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek0
- Ribuan Pelari Padati Mangkunegaran Run 2026, Solo Jadi Panggung Sport Tourism dan Budaya0
- Kejar Target Nasional, Bunda Literasi Jateng Dorong Perpusda Kudus Jadi Magnet Pembaca0
Selain menumbuhkan minat belajar sains, kegiatan ini juga menjadi pintu awal mengenalkan dunia perkuliahan, khususnya di bidang fisika. Pendekatan praktik langsung dinilai efektif membangun rasa ingin tahu dan kreativitas siswa sejak dini.
Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan dengan konsep yang lebih inovatif, agar semakin banyak pelajar merasakan bahwa belajar sains itu tidak sulit—bahkan menyenangkan. (one/redaksi)











