- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gaspol, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melesat 5,89 Persen

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau langsung pemberian THR di PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) Kota Salatiga beberapa waktu lalu.
Semarang, infojateng.id – Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I-2026 mencatat pertumbuhan 5,89% secara tahunan (yoy), melampaui nasional sebesar 5,61%. Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,96 persen. Kinerja ini menunjukkan akselerasi aktivitas ekonomi yang semakin solid di awal tahun.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Jawa Tengah mencapai Rp 511,99 triliun (harga berlaku), sementara secara riil
sebesar Rp 315,73 triliun (harga konstan 2010).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali
Said menyampaikan, industri pengolahan masih menjadi fondasi utama ekonomi
dengan kontribusi 32,69% terhadap PDRB, meskipun pertumbuhannya relatif moderat
di angka 4,04%.
Baca Lainnya :
- Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi Mulai Jenjang SD hingga SMA0
- Pemprov Jateng Terima Hibah Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara0
- Bupati Agus Panen Kentang di Selo, Dukung Program Kedaulatan Pangan Nasional0
- Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk0
- Pemkab Rembang Luncurkan Educare, Dorong Transformasi Digital Layanan Pendidikan0
Angka pertumbuhan ini menunjukkan bahwa industri tetap
menjadi tulang punggung, namun dorongan pertumbuhan mulai menyebar ke
sektor-sektor berbasis jasa dan mobilitas.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap
menjadi penopang utama dengan kontribusi 60,01 persen. Sementara itu, konsumsi
pemerintah tumbuh signifikan sebesar 19,36 persen (yoy), mengindikasikan
percepatan belanja negara dan daerah sebagai stimulus ekonomi di awal tahun.
Secara kuartalan, ekonomi Jawa Tengah juga tumbuh 1,85
persen dibanding triwulan IV-2025. Penguatan ini turut ditopang sektor
pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 21,53 persen, seiring musim
panen dan peningkatan produksi pangan.
Adapun di sisi eksternal, ekspor barang dan jasa
tumbuh 8,84 persen, mencerminkan permintaan yang tetap terjaga.
Penguatan pertumbuhan ekonomi ini berjalan seiring
dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah. Pada triwulan
I-2026, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp 23,02 triliun atau
23,23% dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.
Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA)
sebesar Rp 12,98 triliun (56,40%) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
sebesar Rp 10,04 triliun (43,60%).
Investasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas
produksi, tetapi juga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja yang
mencapai 92.000 orang dengan total 24.957 proyek.
Secara sektoral, aliran investasi masih didominasi
industri pengolahan, termasuk industri karet dan plastik, mesin dan elektronik,
serta sektor padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Dari sisi asal negara, investor utama berasal dari
Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, yang mencerminkan
tingginya kepercayaan global terhadap daya saing Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan, capaian
pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89% merupakan hasil kerja bersama lintas sektor
yang terus diperkuat, yakni dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota,
dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang
semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan
kolaborasi semua elemen,” ujarnya.
Ia menambahkan, menguatnya investasi menjadi indikator
penting meningkatnya kepercayaan terhadap Jawa Tengah sebagai daerah yang
kondusif untuk berusaha, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan.
“Kami akan terus menjaga sinergi ini agar pertumbuhan
ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas, inklusif, dan benar-benar
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Ahmad Luthfi. (eko/redaksi)











