- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Gerakan Pangan Murah di Windusari Diserbu Warga

Keterangan Gambar : Gerakan Pangan Murah yang dirangkai dalam program TMMD Sengkuyung di Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari disambut antusias warga, Rabu (22/4/2026). Dok. Jatengprov.go.id
Mungkid, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten Magelang terus berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan yang dirangkai dalam program TNI
Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung di Desa Gondangrejo, Kecamatan
Windusari tersebut disambut antusias oleh warga, pada Rabu (22/4/2026).
Sejak pagi, masyarakat
berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok
dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Tingginya minat
warga mencerminkan besarnya kebutuhan terhadap akses pangan yang stabil,
terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Baca Lainnya :
- Bupati Temanggung Dorong Penguatan Anggaran untuk Kelurahan0
- DKPPP Temanggung Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha0
- Pengedar 36,64 Gram Sabu Modus Tempel di Banyumas DIbekuk Polisi0
- Polresta Pati Gelar Latihan Kesiapan Satuan, Ini Tujuannya0
- Resahkan Warga, Polisi Bujuk ODGJ Serahkan Sajam Serahkan0
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Sri Triyatiningsih, menyampaikan,
GPM merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi
sekaligus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah
Kabupaten Magelang berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk
menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses
dengan harga yang wajar,” ujar Sri.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah
komoditas dijual di bawah harga pasar. Gula pasir ditawarkan mulai Rp16.000 per
kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, serta beras SPHP sekitar Rp11.600
per kilogram.
Selain itu, beras premium seperti Mentik
Wangi dan IR 64 juga tersedia dengan harga mulai Rp13.000 per kilogram.
Untuk komoditas hortikultura, bawang
merah dijual Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp28.000 per kilogram, cabai
merah keriting Rp30.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp40.000 per
kilogram lebih rendah dibandingkan harga acuan pasar.
Sri menambahkan, guna menjaga efisiensi
distribusi dan menekan harga di tingkat konsumen, beberapa komoditas seperti
bawang, cabai, dan telur turut difasilitasi melalui dukungan bongkar muat serta
pengemasan.
Selain kegiatan insidental, Pemkab
Magelang juga memperkuat jaringan distribusi melalui kios pangan murah yang
tersebar di berbagai desa. Saat ini, sebanyak 53 kios telah beroperasi dengan
dukungan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.
Melalui berbagai upaya tersebut,
pemerintah berharap masyarakat tetap tenang menghadapi fluktuasi harga serta
memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Ke depan, Gerakan Pangan Murah akan
terus kami dorong untuk menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaatnya
dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Kabupaten Magelang,” pungkasnya.
Salah satu warga, Munti (30), mengaku
sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, harga bahan pangan
yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di warung.
“Ya, ada perbedaan harga, lebih
terjangkau. Selisihnya lumayan banyak,” ujarnya.
Warga lainnya juga berharap kegiatan
serupa dapat terus digelar dan menjangkau lebih banyak desa.
“Ini sangat membantu. Semoga ke depan
gerakan pangan murah seperti ini bisa masuk ke desa-desa,” kata Munti. (eko/redaksi)











