- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Giling 2026 Tertunda, PT GMM Pastikan Tebu Petani Blora Tetap Terserap

Jakarta, infojateng.id – PT
GMM menegaskan komitmen kuatnya untuk memastikan hasil panen tebu petani di
Kabupaten Blora tetap terserap pada musim giling 2026, meskipun pabrik gula
milik perusahaan belum dapat beroperasi tahun ini.
Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada
petani, PT GMM mengungkapkan bahwa kondisi teknis pabrik saat ini belum
memungkinkan untuk melakukan proses giling. Pemegang saham mayoritas, BULOG,
telah mengajukan hasil kajian perbaikan mesin kepada pemerintah untuk
memperoleh persetujuan lebih lanjut sebagai regulator.
Namun demikian, langkah cepat langsung disiapkan.
Bersama BULOG, PT GMM memastikan tidak ada hasil panen petani yang terabaikan.
Baca Lainnya :
- MBG Dipuji Pro-Rakyat, Mahfud MD: Bagus, Tapi Harus Bertanggung Jawab0
- 90 Persen Bangunan Rusak, SDN Mencon Pucakwangi Nyaris Ambruk Total, Siswa Terpaksa Belajar di Rumah0
- Bikin Bangga, Siswa SMAN 4 Semarang Juara Umum di Festival Internasional Thailand0
- Diduga Selingkuh, Dua Oknum Lurah di Kupang Dinonaktifkan0
- Penyamaran Siber Terbongkar! Tim Investigasi Polri Rilis DPO Aktor Utama Pembocor Data0
Plt. Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia, menegaskan
bahwa solusi konkret telah disiapkan melalui skema pengalihan penyerapan tebu
ke pabrik gula lain yang masih beroperasi, dengan tetap mengedepankan harga
yang wajar bagi petani.
“PT GMM memang belum dapat melaksanakan giling tahun
2026. Namun bersama BULOG, kami berkomitmen penuh memfasilitasi penyerapan tebu
petani melalui pengalihan ke pabrik gula lain dengan harga yang wajar.
Mekanisme teknisnya akan dibahas dalam Forum Temu Kemitraan (FTK),” tegasnya.
Forum Temu Kemitraan (FTK) yang akan digelar dalam
waktu dekat tidak sekadar menjadi ruang komunikasi, tetapi juga ditargetkan menghasilkan
langkah operasional yang jelas dan siap dijalankan di lapangan.
Melalui skema ini, PT GMM berharap situasi yang telah
kondusif dapat terus terjaga. Lebih dari itu, perusahaan memastikan kepentingan
petani tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan operasional yang ada. (tyo/redaksi)











