- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Ahmad Luthfi Mantapkan Aglomerasi Wisata Borobudur–Kopeng–Rawa Pening

Keterangan Gambar : Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat saat meninjau Candi Borobudur pada Minggu, 19 April 2026.
Magelang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad
Luthfi, menegaskan komitmennya mengembangkan kawasan wisata terintegrasi
Borobudur–Kopeng–Rawa Pening.
Hal itu
disampaikan saat meninjau Candi Borobudur pada Minggu, 19 April 2026. Dalam
kunjungannya, ia melihat langsung perawatan candi sekaligus mendengar paparan
pengelolaan kawasan dari petugas.
Menurut
Luthfi, Borobudur merupakan warisan dunia yang telah diakui UNESCO dan menjadi
kebanggaan nasional yang harus terus dilestarikan serta dimanfaatkan secara
berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- Layanan IKD dan Update Data Kependudukan Permudah Akses Administrasi Warga0
- Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Ini Jadwal Rangkaian Acaranya0
- Nawal Dorong Fatayat NU Konsisten Lindungi Perempuan dan Anak dari Kekerasan0
- Kloter Pertama CJH Jateng Berangkat 22 April, Pakai Dua Embarkasi0
- Sunmori dari Rumah, Wagub Jateng Hadiri Acara Berjarak 30 Kilometer dengan Naik Motor0
“Borobudur
ini heritage dunia. Kita harus nguri-uri budaya sekaligus mengoptimalkan
pemanfaatannya,” ujarnya.
Selain
sebagai destinasi wisata kelas dunia, Borobudur juga menjadi pusat kegiatan
budaya dan keagamaan, termasuk perayaan Waisak yang rutin menarik ribuan umat
dari dalam dan luar negeri. Berbagai event internasional seperti Borobudur
Marathon hingga kegiatan seni budaya juga terus digelar di kawasan ini.
Untuk
memperkuat daya tarik wisata, Pemprov Jateng mendorong konsep aglomerasi dengan
mengintegrasikan Borobudur sebagai pusat dengan kawasan wisata Kopeng dan Rawa
Pening sebagai penyangga.
Konsep ini
masih dalam tahap pematangan dan koordinasi lintas kementerian, dengan harapan
mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi
masyarakat.
“Aglomerasi
wisata ini akan kita kembangkan,” tegas Luthfi. (eko/redaksi)











