- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Raih Penghargaan Kesehatan Nasional Usai Turunkan Stunting

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima penghargaan kategori Health Ecosystem pada ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.
Jakarta, infojateng.id – Upaya serius menekan stunting di Jawa Tengah berbuah manis. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet penghargaan nasional di bidang kesehatan. Hal ini menegaskan keberhasilan strategi terintegrasi yang digerakkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen.
Penghargaan kategori Health Ecosystem itu diberikan
kepada Ahmad Luthfi pada ajang National Governance Award 2026 yang digelar di
Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.
Jawa Tengah dinilai berhasil menurunkan angka stunting
secara progresif melalui penguatan layanan kesehatan yang menyentuh hingga
tingkat desa.
Baca Lainnya :
- Keren, Peternak Sapi Milenial di Purworejo Ini Bisa Jadi Percontohan0
- Abaikan Penetapan Pengadilan? Dokumen Desa Picu Polemik Tanah Juwana0
- Rumah Apung untuk Mak Jah, Penjaga Terakhir Mangrove Sayung0
- Ratusan Massa Geruduk Kantor Bupati Demak, Ada Apa?0
- Resmi Beroperasi, SPPG Gayaman Sambungmacan Layani 993 Siswa0
Capaian tersebut ditopang berbagai program inovatif,
mulai dari Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan
layanan rumah sakit (Fastrack RS), hingga penguatan pembiayaan kesehatan dan
kolaborasi lintas sektor.
Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar
simbol, melainkan pengakuan atas kerja kolektif seluruh elemen di Jawa Tengah
dalam memperkuat layanan dasar kesehatan.
“Ini hasil kerja bersama. Kolaborasi 369 rumah sakit
dengan puskesmas, laboratorium, hingga stakeholder di tingkat desa menjadi
kunci. Semua bergerak dalam satu sistem,” ujarnya.
Diungkapkan, ke depan Pemprov Jateng akan terus
mendorong inovasi, terutama dalam penanganan penyakit prioritas nasional
seperti tuberkulosis (TBC).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita
Dyah Kusminar, mengungkapkan, program Speling memberikan dampak nyata terhadap
peningkatan akses layanan kesehatan sekaligus penurunan prevalensi stunting.
Berdasarkan data e-PPGBM, dari 1,9 juta balita yang
ditimbang, prevalensi stunting di Jawa Tengah berada di angka 9,8 persen.
“Program ini efektif karena mendekatkan layanan
spesialis ke masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,”
ujarnya.
Speling sendiri menjadi inovasi unggulan karena
mengintegrasikan skrining, layanan dokter spesialis, hingga rujukan rumah sakit
dalam satu sistem terpadu. Hingga 21 April 2026, program ini telah menjangkau
1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran lebih dari 97.506 warga.
Tak hanya itu, teknologi seperti X-Ray portable TB
X-PRESS turut digunakan untuk mempercepat deteksi dini tuberkulosis di
lapangan.
Di sisi lain, capaian program Cek Kesehatan Gratis
(CKG) juga mencatat hasil signifikan. Pada 2025, realisasi mencapai 37,73
persen atau 14,29 juta orang. Jumlah tersebut melampaui target nasional.
Sementara pada 2026, capaian telah menyentuh 15,79 persen atau lebih dari 6
juta warga, tertinggi secara nasional.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam
sambutannya menekankan pentingnya kinerja daerah dalam menopang capaian
nasional.
“Kinerja nasional adalah agregasi dari kinerja daerah.
Satu daerah saja turun, bisa memengaruhi capaian nasional,” ujarnya.
Selain pemerintah provinsi, dua daerah di Jawa Tengah
juga turut meraih penghargaan. Kabupaten Kebumen diapresiasi atas transformasi
pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Sementara Kabupaten Sragen mendapat
penghargaan atas kepemimpinan strategis dalam pertumbuhan inklusif dan tata
kelola pemerintahan.
Ajang National Governance Award 2026 memberikan
apresiasi pada enam sektor strategis, yakni pertumbuhan ekonomi, ekosistem
kesehatan, pendidikan, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, serta
kepemimpinan strategis.
Prestasi ini mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai
salah satu daerah dengan inovasi layanan kesehatan paling progresif di
Indonesia, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting. (eko/redaksi)











