- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Hadirkan Kartini Inkubator Bisnis, Wadah Wirausaha Dukung UMKM Naik Kelas

Keterangan Gambar : Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam acara program Kartini Inkubator Bisnis yang digagas oleh Diskopukmnakertrans bertempat di Gedung Shima, Selasa (5/5/2026).
Jepara, infojateng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus memperkuat ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal dengan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program
Kartini Inkubator Bisnis yang digagas oleh Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja,
dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans).
Kepala Diskopukmnakertrans, Zamroni Lestiaza,
menjelaskan bahwa program pendampingan Kartini Inkubator Bisnis 2026
dilaksanakan selama tujuh bulan secara paralel. Para pelaku usaha akan
didampingi oleh enam mentor dan enam pendamping tenant.
Baca Lainnya :
- Penyalahgunaan Subsidi Migas di Jateng Marak, Polda Ungkap 53 Kasus0
- Dies Natalis ke-56, INISNU Temanggung Beri Penghargaan ke Sejumlah Tokoh0
- Gaspol, Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melesat 5,89 Persen 0
- Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi Mulai Jenjang SD hingga SMA0
- Pemprov Jateng Terima Hibah Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara0
Dari total 87 pendaftar, terpilih 30 pelaku usaha
(tenant) yang lolos seleksi. Mereka kemudian dibagi ke dalam enam kelompok,
masing-masing terdiri dari lima tenant. Setiap kelompok mendapatkan
pendampingan intensif dari satu mentor dan satu pendamping.
Selama program berlangsung, peserta akan memperoleh
berbagai fasilitas dari pemerintah daerah, seperti workshop tematik, business
matching untuk membuka akses pasar dan permodalan, benchmarking sebagai studi
komparasi bisnis, hingga literasi sertifikasi halal serta akses
ketenagakerjaan.
“Ini menunjukkan komitmen Pemkab Jepara dalam
mengembangkan UMKM agar naik kelas, sehingga visi Jepara yang Makmur, Unggul,
Lestari, dan Religius (MULUS) dapat terwujud,” ujar Zamroni.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo,
mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas
usaha. Ia juga meminta Diskopukmnakertrans melakukan evaluasi terhadap berbagai
kelemahan program agar dapat diperbaiki dan berkelanjutan pada tahun
berikutnya.
“Melalui program inkubator bisnis ini, diharapkan
lahir tunas-tunas wirausaha yang mampu memperkuat ekosistem industri lokal
Jepara sekaligus mendukung ekonomi keluarga,” ujar Witiarso saat memberikan
sambutan di Gedung Shima, Selasa (5/5/2026).
Iebih lanjut, Witiarso menegaskan bahwa keberhasilan
program ini membutuhkan komitmen bersama. Para peserta diminta memiliki roadmap
bisnis yang jelas serta target peningkatan omzet.
Dia juga mengingatkan agar para peserta tidak berhenti
di tengah jalan. Menurutnya, masa inkubasi selama tujuh bulan merupakan
investasi penting untuk masa depan usaha.
“Hadapi setiap tantangan dan serap ilmu sebanyak-banyaknya
dari para mentor. Lakukan scale-up, karena target kita bukan sekadar bertahan,
tetapi bagaimana usaha bisa naik kelas. Mari kita bangga dengan UMKM lokal,
sinergi kuat, Jepara hebat,” pungkasnya. (eko/redaksi)











