- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Info Lur! Gelaran CJIBF 2026 Dimeriahkan 30 Investor dan 75 UMKM Unggulan

Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan menyelenggarakan gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Kota Semarang pada 11–12 Mei 2026.
Rencananya, gelaran itu bakal diramaikan oleh 30
investor dan 75 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan.
Kepala Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina
Rosellasari mengatakan, para calon investor yang diundang telah melalui proses
verifikasi dan menunjukkan minat terhadap peluang investasi di Jawa Tengah.
Baca Lainnya :
- Ahmad Luthfi Ajak Buruh Jateng Peringati May Day dengan Kegiatan Konstruktif0
- Polda Jateng - Lapas Kota Semarang Komitmen Tingkatkan Pengamanan dan Cegah Peredaran Narkoba0
- Polres Kebumen Rotasi Tiga Perwira, Kapolsek Rowokele dan Sruweng Berganti0
- Pelaku Industri di Boyolali Didorong Tembus Pasar Internasional0
- Menteri PPN Dorong Kesejahteraan Peternak Boyolali0
“Untuk investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini
akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan
verifikasi dan sebagian sudah menunjukkan kepeminatan,” kata Sakina usai
audiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2026).
Ia berharap, pertemuan tersebut bisa menghasilkan
komitmen investasi awal (letter of interest/LoI) secara tertulis.
Selain forum investasi, CJIBF juga dirangkaikan dengan
UMKM Grande 2026 yang menghadirkan 75 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi ketat.
“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk
promosi, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi
lain,” pungkasnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor
Nugroho menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan
kesiapan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya
beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga
kopi,” kata Noor Nugroho.
Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan
mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk.
Sebab, sebagian produk ini diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus
memenuhi standar-standar tertentu.
Pelaksanaan CJIBF dan UMKM Grande tahun ini juga
disinergikan dengan agenda Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU) yang
berlangsung di waktu yang sama. Rencananya, akan 10 gubernur yang akan
mengikuti perhelatan ini.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta agar
momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat promosi
investasi sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada para kepala daerah.
“Udah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU,
coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Nah kalau ada gala dinner
juga ya bisa digabungkan,” ujar Ahmad Luthfi.
Dengan skema tersebut, para kepala daerah tidak hanya mengikuti agenda pemerintahan, tetapi juga berkesempatan melihat langsung potensi produk unggulan Jawa Tengah serta membuka peluang kerja sama antardaerah. (eko/redaksi)











