- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Inovasi Haji 2024, Kebahagiaan Jemaah Haji Indonesia

Semarang, infojateng.id – Pada pelaksanaan Haji 2024, para jemaah Haji usia lansia hingga jemaah yang sakit ketika pelaksanaan Armuzna dilayani dengan baik. Hal itu berkat satu kebijakan Gus Yaqut kala itu yang bernama Skema Murur.
Yakni setelah syarat Wuquf terpenuhi, para jemaah
langsung dibawa dengan kendaraan. Baik menggunakan bus maupun ambulans guna
melewati Muzdalifah. Tujuannya untuk mabit, tidak berdiam lama dan langsung ke
Mina, maupun kembali ke Rumah Sakit tempat mereka di rawat. Satu ikhtiar untuk
Hifdz Nafs menjaga keselamatan para jemaah Haji kala itu.
Perwakilan dari KBIHU Thoriqul Jannah Jombang, Gus
Zulfikar Dawam (Gus Antok) mengucapkan terima kasih atas sejumlah inovasi yang
ada di tahun 2024 tersebut.
Baca Lainnya :
- Gubernur Jateng Bersama Presiden Prabowo Hadiri KPPD, Bicara Soal Bangsa0
- Organisasi Perempuan Didorong Jadi Ruang Kreativitas dan Aktualisasi Diri0
- Nawal Yasin: Angka Stunting, Kematian Ibu dan Bayi di Jateng Turun0
- Nawal Yasin: Angka Stunting, Kematian Ibu dan Bayi di Jateng Turun0
- Syawalan Fair Gandeng Layanan Publik, Cara Unik Tarik Pengunjung0
"Saya membawa 430-an jemaah haji, namun terasa
lebih ringan dan lebih mudah," kata Gus Zulfikar.
Murur hanya salah satu dari banyak inovasi kebijakan
Gus Yaqut untuk jemaah haji 2024. Selain itu ada Tanazul, ada Smart Card, ada
pos jaga para petugas Haji dari Kamar mandi di Haram, terminal, di Jamarat.
Hal itu dinilai menjadi salah satu ikhtiar untuk
kenyamanan, kelancaran dan tujuan utamanya adalah menjaga keselamatan nyawa
jemaah Haji Indonesia.
Menurutnya, pendamping haji merasakan betul kemudahaan-kemudahan
layanan yang diberikan. Bagi jemaah lansia dan sakit pun turut mendapatkan
perhatian pelayanan. Perihal makanan dan transportasi juga ia acungi jempol.
"Dengan layanan fast track, tidak perlu ribet
antre, semua bisa lbeih cepat untuk diikuti," ucapnya.
Selanjutnya ia meminta agar layanan-layanan yang bagus
bisa terus dipertahankan.
"Terimakasih atas semua inovasi yang diberikan
untuk jemaah haji. Mudah-mudahan terus dipertahankan. Mururnya juga
dipertahankan, karpet di Muzdalifahnya masyaallah bagus dan empuk,"
tandasnya.
Begitu juga tentang skema kuota haji tambahan. Gus
Yaqut mengambil kebijakan untuk menyelamatkan nyawa Jemaah Haji Indonesia kala
itu. Diskresi diambil 50:50 karena kapasitas Mina untuk jemaah Haji reguler
sudah penuh sesak.
Masalahnya adalah jemaah haji Indonesia tidak bisa
seenak hati kita menempati tenda-tenda di Mina, lantaran ada aturannya. Jemaah
Haji Indonesia hanya boleh menempati Zona 3 dan 4 Mina, ini atas kecukupan
biaya Haji indonesia untuk menyewa tenda di Mina. (eko/redaksi)











