- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Jelang Iduladha, Gubernur Luthfi Minta Layanan Healing Diintensifkan

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program layanan kesehatan hewan keliling di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (15/4/2026).
Semarang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau program
layanan kesehatan hewan keliling (Healing) yang dilakukan di Desa Krikilan,
Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (15/4/2026).
Ia meminta agar layanan Healing diintensifkan untuk
memantau kesehatan hewan ternak sebagai persiapan menyambut iduladha bulan
depan.
"Hari ini sudah kita lakukan pengecekan karena
sebentar lagi adalah iduladha. Populasi di Jawa Tengah itu 6,3 juta hewan.
Artinya besar sekali," kata Ahmad Luthfi usai peninjauan layanan Healing.
Baca Lainnya :
- Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Cepat Banjir di Solo Raya0
- Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi0
- Tak Perlu Antre Lama, Kini Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Online0
- Resmi Dimulai, Turnamen MLBB Bupati Batang Cup Jadi Ajang Pencarian Bakat0
- Bupati Magelang Lantik 293 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Profesionalisme0
Secara rinci, populasi ternak di Jawa Tengah pada 2026
diperkirakan lebih dari 6,3 juta ekor. Terdiri atas sapi potong 1,32 juta ekor,
kerbau, 23 ribu ekor, kambing 3,7 juta ekor, dan domba 1,33 juta ekor.
Perkiraan kebutuhan ternak untuk kurban tahun ini mencapai kurang lebih 593
ribu ekor.
"Kami tidak ingin pada saat iduladha nanti
ditemukan penyakit-penyakit yang bisa menular apalagi pada sapi, kerbau,
kambing, dan ternak lainnya," katanya.
Layanan Healing merupakan inovasi dari Dinas Pertanian
dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah sebagai pendukung Puskeswan yang
sudah ada di 35 kabupaten/kota.
Program tersebut untuk memberikan kemudahan bagi
petani atau peternak untuk mendapatkan layanan kesehatan hewan yang menjangkau
sampai wilayah pedesaan. Meliputi pengecekan kesehatan terkait
penyakit-penyakit hewan, pengoba, vaksinasi, ultrasonografi (USG) hewan
bunting, dan lainnya.
"Gunanya untuk kontrol terkait kesehatan hewan di
tempat kita. Dokter-dokter hewan yang kami miliki keliling secara langsung
menjemput bola ke peternak tanpa biaya," jelas Luthfi.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026 lalu, program ini
terbukti mampu mencegah penyakit-penyakit endemik hewan menyebar di Jawa
Tengah. Tercatat hingga pertengahan April 2016 ini hanya ada 10 ekor hewan yang
terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Itu sudah terdeteksi dan sudah diobati,"
kata Ahmad Luthfi.
Kepala Distanak Provinsi Jawa Tengah Defransisco
Dasilva Tavares menambahkan, Healing tersebut akan menindaklanjuti laporan dan
deteksi dini yang ada di lapangan. Mirip sistem spot stop dari Kementerian
Pertanian. Sekaligus menambah program pencegahan penyebaran dan masuknya
penyakit hewan dari luar Jawa Tengah.
"Di perbatasan kita punya pos lalu lintas ternak.
Ini untuk mengontrol agar hewan yang masuk ke Jawa Tengah tidak membawa
penyakit," katanya.
Sementara itu seorang peternak sapi dan kambing di
Desa Krikilan, Agus Kiswoyo, bersyukur dan berterima kasih atas perhatian
Pemprov Jateng melalui program Healing. Itu menunjukkan bagaimana pemerintah
peduli dengan peternak sapi dan kambing, terutama di wilayah Desa Krikilan.
"Tahun 2024 dan 2025 kemarin tertinggi untuk PMK di sini. Hampir sisa 50% saja hewan ternak karena penyakit itu. Saya berharap program ini bisa lebih sering dilakukan," kata peternak yang berpindah dari penggemukan sapi menjadi pembibitan sapi sejak terserang PMK beberapa tahun lalu. (eko/redaksi)











