- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Kepala SDN Mencon Desak Pembangunan Total, 90 Persen Bangunan Sudah Tak Layak

Keterangan Gambar : Kepala SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, M. Yasin Amin
Pati, Infojateng.id – Kepala SDN Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, M. Yasin Amin, mendesak pemerintah segera melakukan pembangunan total terhadap sekolahnya. Pasalnya, hampir 90 persen bangunan sekolah saat ini dalam kondisi rusak berat dan tidak layak digunakan.
Desakan tersebut disampaikan menyusul ambrolnya atap salah satu ruang kelas saat hujan deras mengguyur wilayah setempat pada Sabtu (11/4/2026) malam. Beruntung, kejadian terjadi di luar jam belajar sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
“Kondisi bangunan ini memang sudah lapuk. Kami khawatir kalau hanya diperbaiki sebagian, justru berpotensi menimbulkan musibah yang tidak diinginkan,” tegas Yasin, Selasa (14/4/2026).
Baca Lainnya :
- Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Cepat Banjir di Solo Raya0
- Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi0
- Tak Perlu Antre Lama, Kini Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Online0
- Resmi Dimulai, Turnamen MLBB Bupati Batang Cup Jadi Ajang Pencarian Bakat0
- Bupati Magelang Lantik 293 Kepala Sekolah, Tekankan Integritas dan Profesionalisme0
Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada atap, tetapi juga pada struktur bangunan lain. Sejumlah dinding kelas bahkan sudah mengalami retak parah hingga tembus dari dalam ke luar. Selain itu, kondisi tanah di lokasi sekolah juga dinilai labil dan rawan pergeseran.
“Kalau hanya dibenahi atapnya saja tidak cukup. Dengan kondisi tanah yang labil dan tembok yang sudah retak, solusi satu-satunya adalah pembangunan secara total,” ujarnya.
Saat ini, sedikitnya empat ruang kelas sudah tidak bisa digunakan. Kegiatan belajar mengajar pun terpaksa dipindahkan ke berbagai lokasi, mulai dari rumah warga, balai desa, hingga rumah kepala desa.
Dengan jumlah 80 siswa dan 13 tenaga pengajar, kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu proses pembelajaran. Selain tidak efektif, sistem belajar berpencar juga berisiko terhadap keselamatan siswa karena pengawasan tidak maksimal.
“Harapan kami jelas, sekolah ini bisa segera dibangun total. Supaya anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tandasnya.
Pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan bantuan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak beberapa tahun terakhir. Pasca kejadian ambrolnya atap, pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan juga telah melakukan peninjauan ke lokasi.
“Alhamdulillah sudah ada perhatian. Kami berharap realisasinya bisa segera dilakukan tahun ini,” pungkasnya. (one/redaksi)











