- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Kesehatan Bukan Komoditas, Klinik NU Al Itqon Resmi Hadir di Semarang

Semarang, Infojateng.id — Klinik Pratama NU Al Itqon Mbugen resmi berdiri di Semarang, membawa misi sederhana tapi kuat: layanan kesehatan adalah hak, bukan barang dagangan.
Klinik yang digagas Layanan Kesehatan Nahdlatul Ulama bersama Pondok Pesantren Al Itqon ini dihadirkan untuk memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi santri dan masyarakat sekitar.
Peresmian berlangsung khidmat, dipimpin doa oleh KH Ahmad Haris Shodaqoh. Ia menekankan pentingnya istiqamah dalam melayani umat melalui sektor kesehatan.
Baca Lainnya :
- Fisika UNDIP Ajak Siswa SMP Bikin Mikroskop Sendiri, Belajar Sains Jadi Seru0
- 7.750 Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Wisata & UMKM Ikut Terdongkrak0
- Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an Jateng, Bikin Santri Makin Semangat0
- Tragis di Grobogan: 5 Tewas, Polda Jateng Turunkan Tim TAA Usut Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek0
- Ribuan Pelari Padati Mangkunegaran Run 2026, Solo Jadi Panggung Sport Tourism dan Budaya0
Pengasuh Ponpes Al Itqon, KH Ubaidullah Shodaqoh, menegaskan bahwa nama “Al Itqon” dipertahankan sebagai simbol kebersamaan jamaah yang turut membangun klinik ini.
Sementara itu, Ketua Layanan Kesehatan NU, Dr. Aris Sunandar, menyampaikan pesan tegas:
“Kesehatan bukanlah komoditas, melainkan hak kemaslahatan.”
Klinik ini berdiri dari kekuatan gotong royong—mulai dari infaq, sedekah, hingga wakaf—yang kemudian dikembalikan dalam bentuk layanan kesehatan untuk masyarakat.
Sebelum diresmikan, berbagai program sudah berjalan, mulai dari edukasi sanitasi, skrining anemia santri putri, hingga pengawasan konsumsi tablet tambah darah di lingkungan pesantren.
Anggota DPD RI, Abdul Kholiq, menilai klinik berbasis pesantren seperti ini penting sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan masyarakat.
Dukungan juga datang dari PT Phapros Tbk yang ikut mendorong program penanganan anemia remaja melalui penyediaan suplemen.
Peresmian turut diisi dengan layanan kesehatan gratis bagi warga. Sebanyak 77 orang mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan langsung dari tim gabungan tenaga medis.
Ke depan, pengelola menargetkan akreditasi klinik, pendirian apotek, serta kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan bisa menjangkau lebih luas.
Hadirnya Klinik Pratama NU Al Itqon menjadi contoh nyata bagaimana layanan kesehatan berbasis komunitas bisa tumbuh—dekat dengan masyarakat, berbasis gotong royong, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (one/redaksi)
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
Ada 1 Komentar untuk Berita Ini
-
Rozikan 04 Mei 2026, 13:37:05 WIB
Alhamdulillah telah hadir klinik dr NU yg ditopang oleh pesantren Al itqon semoga eksis melayani santri dan masyarakat dan berkembang menjadi RUMAH SAKIT.....











