- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Masuk Masa Integrasi, Warga Binaan Rutan Kelas IIA Pekalongan Bisa Pulang dengan “Manji Keren”

Keterangan Gambar : Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto saat sosialisasi program Manji Keren di Lapangan Rutan setempat, baru-baru ini. Dok. Dinkominfo Kota Pekalongan
Kota Pekalongan, infojateng.id – Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, terutama mereka yang telah memasuki masa integrasi, dapat menikmati layanan khusus pulang ke rumah, bertajuk Manji Keren (Mobil Antar Jemput Narapidana Integrasi dan Kelompok Rentan).
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto,
menjelaskan, Manji Keren diberikan kepada narapidana yang tidak memiliki
penjemput, mengalami keterbatasan ekonomi, maupun berdomisili jauh dari Rutan.
Menurut dia, layanan ini tidak hanya sebatas
antarjemput biasa, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan proses
kepulangan berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kemanusiaan.
Baca Lainnya :
- Penguatan Posyandu Disebut Jadi Kunci Tekan Stunting di Temanggung0
- BPBD Rembang Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan0
- Peluncuran SIMBA DESA Perkuat Pengawasan Dana Desa 20260
- Pemkab Grobogan Evaluasi Capaian BUMD Triwulan I Tahun 20260
- Perkuat Mesin Birokrasi, Sekda Sumarno Lantik Lima Pejabat Fungsional0
“Program ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian
terhadap warga binaan, agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih
siap dan tanpa hambatan, terutama dalam hal transportasi. Kami ingin memastikan
mereka pulang dengan aman, layak, dan bermartabat,” ujar Nanang, saat acara
sosialisasi program Manji Keren di Lapangan Rutan setempat, baru-baru ini.
Ia menambahkan, layanan Manji Keren mencakup
pengantaran dari Rutan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) atau dari Rutan langsung
ke rumah penerima layanan. Cakupan wilayahnya tidak hanya di dalam kota, tetapi
hingga luar kota. Dengan begitu, seluruh WBP yang memenuhi kriteria dapat
merasakan manfaat program ini secara merata.
“Untuk memperkuat implementasi layanan tersebut, Rutan
Pekalongan juga menjalin sinergi lintas instansi, salah satunya dengan
pengelola Terminal Tipe A Pekalongan,” beber dia.
Kerja sama tersebut, imbuhnya, difokuskan pada
penyediaan armada bus serta pengelolaan tiket bagi penerima layanan yang akan
kembali ke daerah asal di luar kota. Dengan adanya kolaborasi ini, proses
pemulangan diharapkan semakin terkoordinasi, aman, dan efisien.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, M Anang Saefulloh,
menambahkan, program ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki
nilai sosial yang tinggi.
Ia berharap inovasi ini mampu memperkuat citra positif
pemasyarakatan sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan,
tetapi juga memberikan pelayanan yang responsif, inklusif, dan berorientasi
pada kemanusiaan.
“Dengan semangat pelayanan yang terus ditingkatkan,
kami berkomitmen untuk menghadirkan berbagai terobosan yang berdampak nyata,
demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan serta membangun
kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemasyarakatan di Indonesia,” tutur Anang.
Salah satu WBP setempat, berinisial AR, mengapresiasi
program tersebut. Ia menilai, layanan ini memberikan rasa aman sekaligus
meningkatkan kepercayaan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah
masyarakat.
“Program ini sangat membantu kami. Kami merasa diperhatikan
karena bahkan proses pulang ke rumah pun sudah dipikirkan. Ini membuat kami
lebih siap untuk memulai hidup baru,” tutupnya. (eko/redaksi)











