- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Masuk Prioritas, Pemerintah Pusat Tangani Penanganan Rob dan Abrasi di Pantura Jateng

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Taj Yasin dalam Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari III Lantai 1, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Jakarta,
infojateng.id - Sejumlah kawasan pantai utara (pantura)
di Jawa Tengah menjadi prioritas utama dalam perlindungan, pembangunan, dan
pengelolaan Pantura Jawa oleh pemerintah pusat. Pembangunan kawasan tersebut
untuk mengangani persoalan banjir rob, abrasi, hingga penurunan tanah.
Hal itu mengemuka dalam Kick Off Meeting Infrastruktur
Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari III
Lantai 1, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Rapat dipimpin Menteri Koordinator Bidang
Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan serta jajaran
pemangku kepentingan.
Baca Lainnya :
- Kapolresta Pati Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Nelayan0
- Polisi Bagikan Air Hingga Tebar Senyum Saat Pengamanan Aksi Nelayan Pati0
- Selandia Baru Bidik Energi Hijau hingga Sapi Perah di Jateng0
- Kolaborasi dengan Aktivis Lingkungan Prancis Cara Gubernur Luthfi Perangi Sampah Sungai di Jateng0
- Lawan Persijap Jepara, Persija Jakarta Optimis Boyong Tiga Poin0
Wakil Gubernur Taj Yasin mengatakan, rapat tersebut menjadi
penanda dimulainya tahapan pembangunan tanggul laut (giant sea wall) di kawasan
Pantura Jawa.
“Rakor ini kick off untuk memulai pembangunan giant
sea wall. Kajiannya sudah selesai di Jawa Tengah. Dari Badan Otorita Pantura
Jawa itu sudah kulonuwun dengan kami sejak tujuh bulan yang lalu,” kata Taj
Yasin.
Ia menyebut, langkah itu menunjukkan keseriusan
pemerintah pusat dalam menindaklanjuti pembangunan perlindungan pesisir dari
Banten hingga Jawa Timur. Pemerintah daerah akan segera mengoordinasikan
rencana tersebut dengan masyarakat, terutama di wilayah prioritas Jawa Tengah.
Dalam pembangunan tersebut, kata dia, daerah yang
menjadi prioritas di Jawa Tengah ada di Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan
Kabupaten Kendal.
“Saya minta nanti bupati dan wali kota segera turun,
berkoordinasi dengan masyarakat bahwa ini akan ada segera pembangunan giant sea
wall,” kata Taj Yasin.
Menurut dia, pembangunan perlindungan pesisir itu
tidak hanya ditujukan untuk mengatasi rob. Program tersebut juga diharapkan berdampak
terhadap pemenuhan air bersih di kawasan Pantura Jawa Tengah melalui keberadaan
kolam retensi.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus
Harimurti Yudhoyono mengatakan, kawasan Semarang dan sekitarnya menjadi salah
satu wilayah yang masuk prioritas penanganan awal, bersama Jakarta dan
sekitarnya.
“Kita identifikasi, yang paling rentan adalah Jakarta
dan Semarang dan sekitarnya secara simultan. Ada kurang lebih 565 kilometer
dari barat hingga timur, tetapi tentu kita harus menentukan mana yang paling
rentan terlebih dahulu untuk diintervensi,” kata dia.
AHY menegaskan, penanganan Pantura Jawa tidak bisa
dilakukan secara seragam. Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan
berbeda, sehingga solusi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing
daerah.
Ia mencontohkan, perlindungan pesisir tidak selalu
berbentuk tanggul raksasa dari ujung ke ujung. Solusi dapat berupa kombinasi
infrastruktur fisik, green solution, hingga pendekatan berbasis alam seperti
mangrove.
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa (BOPPJ)
Didit Herdiawan menyampaikan, penanganan Pantura Jawa akan dibagi berdasarkan
segmentasi wilayah. Untuk Jawa Tengah, salah satu fokusnya berada di kawasan
Kendal–Semarang.
Didit mengatakan, kawasan Teluk Jakarta dan
Kendal–Semarang telah menjalani sejumlah kajian teknis, seperti soil
investigation, batimetri, dan pendalaman model penanganan lapangan.
“Pelaksanaan kegiatan ini tentunya bersama-sama dengan
pemerintah daerah setempat, tidak bisa sendiri-sendiri,” kata Didit.
Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang 1.127,85
kilometer, dengan wilayah Pantura sepanjang 651,47 kilometer. Kawasan ini
menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus rentan bencana pesisir.
Sejumlah persoalan yang dialami di wilayah pesisir
Jateng diantaranya abrasi, banjir rob, penurunan muka tanah, kerusakan
ekosistem pesisir, dan pencemaran.
Pemprov Jateng telah menjalankan sejumlah upaya
pengelolaan pesisir, antara lain rehabilitasi ekosistem melalui program Mageri
Segoro, pengembangan ruang karbon biru, kawasan konservasi perairan, serta
pembangunan sarana pelindung pantai.
Sepanjang 2025, penanaman sekitar 2,3 juta batang
mangrove dilakukan melalui program Mageri Segoro bersama TNI, Polri, kelompok
tani hutan, badan usaha, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan
pegiat lingkungan.
Sejumlah infrastruktur pelindung pantai juga didorong
di Jawa Tengah, seperti Tol Tanggul Laut Semarang–Demak, tanggul pantai di Kota
Pekalongan dan Rembang, breakwater di Kota Pekalongan, serta rencana Hybrid Sea
Wall di Kabupaten Demak.
Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah kepala daerah di wilayah Pantura Jawa Tengah, antara lain Kota Semarang, Kota dan Kabupaten Tegal, Demak, Kendal, Pemalang, Pekalongan, Rembang, dan Jepara. (eko/redaksi)











