- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Meriahnya Kirab 32 Kelenteng se-Indonesia di Jepara, Perkuat Budaya - Tingkatkan Ekonomi

Keterangan Gambar : Perayaan Kirab sakral dalam rangka Hari She-Jiet Paduka Yang Mulia Kongco Hian Thian Siang Tee di kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan Jepara, Jumat (17/4/2026).
Jepara, infojateng.id - Tabuhan genderang, aroma dupa dan suara petasan yang
bersahutan menguar di antara barisan warga yang memadati jalan di kawasan
Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan Jepara, Jumat (17/4/2026).
Iring-iringan rupang, barongsai hingga liong 32
kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia silih berganti memeriahkan perayaan
Jutbio (Kirab) sakral dalam rangka Hari She-Jiet (kelahiran) Paduka Yang Mulia
Kongco Hian Thian Siang Tee. Jutbio (kirab) itu menjadi panggung pertemuan
antara spiritualitas dan kebudayaan.
Jutbio Hari She-Jiet 2026/Imlek 2577 yang
digelar pada Jumat (17/4/2026) tak sekadar menjadi ritual keagamaan umat
Tridharma. Lebih dari itu, kirab ini menjelma sebagai representasi kekayaan
budaya yang hidup dan tumbuh di Kabupaten Jepara.
Baca Lainnya :
- 109 ASN Jepara Bersiap Haji 2026, Ikuti Pembinaan Korpri0
- Pemprov Jateng Gandeng KAI, Perluas Akses Bantuan Hukum untuk Rakyat0
- Bergerak Bersama, Mahasiswa Diajak Berkolaborasi Bangun Jateng 0
- Lewat Sertifikasi Halal, 17.500 Pedagang Bakso di Jateng Didorong Naik Kelas0
- Pemprov Jateng Bangun Kemandirian Ekonomi Santri Melalui Koperasi0
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan kirab
yang disaksikan masyarakat bukan hanya kegiatan spiritual semata. Namun juga
bentuk kekayaan budaya dan kuatnya toleransi di Jepara.
“Ini kekayaan budaya Jepara. Jutbio hari itu
bukan hanya tentang tradisi yang dilestarikan, tetapi juga tentang masa depan,
di mana budaya, spiritualitas, dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan
Jepara dengan cara yang lebih bermakna," ujar bupati di sela-sela
kegiatan.
Kirab berlangsung semarak. Barongsai menari
lincah mengikuti alunan musik tradisional, sementara tandu-tandu suci diarak
penuh penghormatan.
Setiap langkah dalam prosesi ini sarat makna,
simbol doa akan keselamatan, ketenteraman, serta ungkapan syukur atas limpahan
berkah dan kemakmuran bagi seluruh warga Jepara.
Tak hanya warga lokal, kegiatan ini juga diikuti
oleh 32 kelenteng dan perkumpulan barongsai dari berbagai daerah di Indonesia.
Beberapa di antaranya dari Padang (Sumatera Barat), Gresik (Jawa Timur),
Jakarta, Cepu Blora (Jawa Tengah) dan lainnya.
Menurut Witiarso, kehadiran perwakilan kelenteng
di Indonesia itu mempertegas jika kirab budaya HUT Kongco Hian Thian Siang Tee
Welahan memiliki daya tarik yang melampaui batas wilayah, sekaligus menunjukkan
kuatnya jejaring budaya yang terbangun dari sejarah panjang kelenteng di
Jepara.
“Ini potensi yang luar biasa karena memiliki
sejarah yang panjang kelenteng di Kabupaten Jepara,” lanjutnya.
Di tengah gemuruh perayaan, terselip harapan
besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melihat Jutbio bukan hanya sebagai
warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang yang dapat dikembangkan.
Ke depan, kirab ini direncanakan untuk dikemas
lebih matang agar mampu menjadi destinasi wisata budaya unggulan.
“Tahun depan kita akan konsepkan dengan baik
supaya menjadi destinasi wisata yang lebih baik lagi di Kabupaten Jepara.
Konsepnya nanti akan kita diskusikan dengan pihak kelenteng,” jelasnya.
Sementara itu, Panitia Kirab Kongco Kongco Hian
Thian Siang Tee Dicky Sugandi mengatakan Kelenteng Welahan memang punya daya
tarik karena termasuk Kelenteng tertua di Indonesia.
Pihaknya berharap penataan kawasan Pecinan bisa
dimaksimalkan maka daya tarik itu juga bisa ditingkatkan untuk menggerakkan
UMKM dan perekonomian masyarakat hingga daerah.
“Ini penataan jalan sudah, Pecinan Welahan ini
bisa dimaksimalkan seperti Pecinan lainnya," tandas Dicky. (eko/redaksi)











