- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Miliki Asrama Baru, Atlet Paralympic Jateng Ditantang Cetak Prestasi Dunia

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan asrama atlet milik National Paralympic Committee Indonesia Jawa Tengah di Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Rabu (15/4/2026).
Karanganyar, infojateng.id -
Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga disabilitas Jawa Tengah. Untuk
pertama kalinya, pengurus provinsi memiliki fasilitas hunian mandiri, setelah
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meresmikan asrama atlet milik National
Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Desa Delingan, Kecamatan
Karanganyar, Rabu (15/4/2026).
Keberadaan asrama ini menjadikan NPCI Jateng sebagai
satu-satunya pengurus tingkat provinsi di Indonesia yang memiliki fasilitas
asrama atlet sendiri.
Pemerintah berharap, fasilitas tersebut mampu menjadi
pendorong lahirnya prestasi yang lebih gemilang di tingkat nasional maupun
internasional.
Baca Lainnya :
- BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi0
- Jelang Iduladha, Gubernur Luthfi Minta Layanan Healing Diintensifkan0
- Gubernur Jateng Pastikan Penanganan Cepat Banjir di Solo Raya0
- Festival Seni Jadi Ajang Asah Potensi Siswa Berkebutuhan Khusus Berkompetisi0
- Tak Perlu Antre Lama, Kini Klaim BPJS Ketenagakerjaan di Batang Bisa Lewat Online0
“Gedungnya baru, prestasinya harus lebih baru. Ini
jadi cambuk bagi para atlet untuk terus meningkatkan capaian,” tegas Ahmad
Luthfi.
Selama ini, Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu
lumbung atlet paralympic nasional. Prestasinya pun tak diragukan lagi. Berbagai
prestasi telah ditorehkan atlet-atlet paralympic Jawa Tengah.
Dominasi itu kembali terlihat pada ajang ASEAN Para
Games 2025, ketika atlet asal Jateng menyumbang kontribusi signifikan bagi
kontingen Indonesia.
Dari total 85 atlet yang turun di 16 cabang olahraga,
mereka berhasil mempersembahkan 44 medali emas, 33 perak, dan 39 perunggu,
setara 32,5 persen dari total raihan medali Indonesia, sekaligus mengantarkan
tim nasional menjadi runner-up.
"Sejak di Solo, atlet paralympic kita membuat
saya merinding. Oleh karena itu saya akan ngopeni sarana prasarana yang
kurang," jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jawa Tengah
menggelontorkan tali asih lebih dari Rp 10 miliar kepada atlet dan pelatih
peraih medali.
Adapun penyaluran dilakukan dalam dua tahap, dengan
tahap pertama sebesar Rp 4,4 miliar yang telah diserahkan, sementara sisanya
akan diberikan melalui APBD Perubahan.
“Hari ini Rp 4,4 miliar kita serahkan, sisanya
menyusul,” ujar Ahmad Luthfi.
Sebagai Bapak Disabilitas Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
juga menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh atlet paralympic karena telah
menjadi kebanggaan bagi Jawa Tengah dan Indonesia.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat
sarana dan prasarana bagi atlet disabilitas. Menurutnya, keterbatasan fisik
bukan penghalang untuk meraih prestasi, melainkan potensi yang harus dikelola
secara optimal.
“Disabilitas bukan kekurangan, tetapi kelebihan jika
diasah dengan baik dapat menjadi modal utama melalui prestasi. Mereka telah
membuktikan mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu atlet peraih emas, Eliana,
mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Atlet angkat besi
kelas 41 kilogram itu menerima tali asih sebesar Rp90 juta atas prestasinya di
ASEAN Para Games.
“Senang sekali, ini jadi motivasi untuk terus
berprestasi,” kata Eliana.
Ia berharap dukungan terhadap atlet paralympic terus ditingkatkan, termasuk dalam penyediaan fasilitas latihan. Kehadiran asrama baru ini diyakini akan membantu mencetak lebih banyak atlet berprestasi dari Jawa Tengah di masa mendatang. (eko/redaksi)











