- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Penguatan Posyandu Disebut Jadi Kunci Tekan Stunting di Temanggung

Keterangan Gambar : Kepala Dinkes Temanggung, dr. Intan Pandanwangi saat penyaluran program CSR Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Selasa (5/5/2026). Dok. Jatengprov.go.id
Temanggung, infojateng.id – Penanganan stunting di Kabupaten Temanggung terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menegaskan, penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas melalui pendekatan terpadu berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, mengatakan intervensi difokuskan pada 1.000
hari pertama kehidupan. Upaya tersebut meliputi pemantauan tumbuh kembang
balita di Posyandu, pemenuhan gizi ibu hamil, serta edukasi kesehatan keluarga.
Hal tersebut disampaikan saat
penyaluran program CSR Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Kertosari,
Kecamatan Jumo, Selasa (5/5/2026).
Baca Lainnya :
- BPBD Rembang Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan0
- Peluncuran SIMBA DESA Perkuat Pengawasan Dana Desa 20260
- Pemkab Grobogan Evaluasi Capaian BUMD Triwulan I Tahun 20260
- Perkuat Mesin Birokrasi, Sekda Sumarno Lantik Lima Pejabat Fungsional0
- 241 CPNS Jepara Resmi Jadi PNS, Bupati Witiarso Tekankan Integritas dan Semangat Melayani0
“Dukungan sarana, seperti alat
kesehatan di Posyandu, sangat penting untuk memperkuat deteksi dini dan
pencegahan stunting,” ujar Intan.
Ia mengapresiasi peran yayasan yang
turut membantu melalui pemberian alat kesehatan serta program makanan bergizi
gratis bagi ibu hamil dan anak-anak. Saat ini, angka stunting di Temanggung
berada di kisaran 14 persen.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina
Keluarga Sehat Sejahtera, Rizki Wicaksono, mengatakan bantuan yang disalurkan
berupa timbangan, alat ukur tekanan darah, serta perangkat pemeriksaan gula
darah dan kolesterol. Bantuan tersebut menyasar 21 Posyandu di Desa Kertosari.
“Peralatan ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas layanan Posyandu dalam memantau kesehatan ibu dan anak,”
tutur Rizki, didampingi Pembina Yayasan Andi Kurniawan.
Menurutnya, program ini merupakan
komitmen yayasan dalam mendukung pemerintah menekan angka stunting melalui
penguatan layanan kesehatan dasar. Selain itu, intervensi melalui program
Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai mampu meningkatkan status gizi anak.
Kader Posyandu, Rumiyati, menyebut
bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan dan administrasi.
“Kami berharap pelayanan bisa lebih maksimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya. (eko/redaksi)











