Penguatan Posyandu Disebut Jadi Kunci Tekan Stunting di Temanggung

By Admin Utama
07 Mei 2026, 09:41:39 WIB Kesehatan
Penguatan Posyandu Disebut Jadi Kunci Tekan Stunting di Temanggung

Keterangan Gambar : Kepala Dinkes Temanggung, dr. Intan Pandanwangi saat penyaluran program CSR Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Selasa (5/5/2026). Dok. Jatengprov.go.id


Temanggung, infojateng.idPenanganan stunting di Kabupaten Temanggung terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menegaskan, penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas melalui pendekatan terpadu berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi, mengatakan intervensi difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Upaya tersebut meliputi pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemenuhan gizi ibu hamil, serta edukasi kesehatan keluarga.

Hal tersebut disampaikan saat penyaluran program CSR Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera di Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Selasa (5/5/2026).

Baca Lainnya :

“Dukungan sarana, seperti alat kesehatan di Posyandu, sangat penting untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan stunting,” ujar Intan.

Ia mengapresiasi peran yayasan yang turut membantu melalui pemberian alat kesehatan serta program makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan anak-anak. Saat ini, angka stunting di Temanggung berada di kisaran 14 persen.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Keluarga Sehat Sejahtera, Rizki Wicaksono, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa timbangan, alat ukur tekanan darah, serta perangkat pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Bantuan tersebut menyasar 21 Posyandu di Desa Kertosari.

“Peralatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan Posyandu dalam memantau kesehatan ibu dan anak,” tutur Rizki, didampingi Pembina Yayasan Andi Kurniawan.

Menurutnya, program ini merupakan komitmen yayasan dalam mendukung pemerintah menekan angka stunting melalui penguatan layanan kesehatan dasar. Selain itu, intervensi melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai mampu meningkatkan status gizi anak.

Kader Posyandu, Rumiyati, menyebut bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan dan administrasi.

“Kami berharap pelayanan bisa lebih maksimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya. (eko/redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment