- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Pengusaha Perempuan Batang Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Usaha Kuliner

Keterangan Gambar : Salah satu pengusaha perempuan muda di Kabupaten Batang saat memproduksi roti di rumahnya, Karangasem Utara, Selasa (21/4/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang,
infojateng.id – Semangat kemandirian perempuan dalam
berkarya dan berwirausaha ditunjukkan Novi Syaifatul Ismiyah, pemilik usaha
kuliner Magenta Donut di Kabupaten Batang. Kisahnya menjadi salah satu
inspirasi dalam Peringatan Hari Kartini Ke-147.
Novi menceritakan awal mula usahanya yang berangkat
dari hobi membuat roti. Ia yang berasal dari Jawa Timur awalnya pindah ke
Batang untuk sebuah pekerjaan, sebelum akhirnya memutuskan banting setir
menjadi pelaku usaha.
“Awalnya karena suka roti. Waktu itu di Batang produk
roti tertentu masih sulit ditemukan, jadi saya coba membuat sendiri, mulai dari
brownies hingga donat kentang,” kata Novi saat ditemui di tempat produksi
pembuatan kue, Karangasem Utara, Kabupaten Batang, Selasa (21/4/2026).
Baca Lainnya :
- Dinkes Batang Dorong Deteksi Dini Lewat Skrining Kesehatan0
- Batang Perkuat Komitmen Dukung Pelestarian Perhutanan Sosial dan Pengembangan Ekraf0
- Pemkab Batang Soroti Peran Perempuan di Sektor Industri0
- Peringatan Hari Kartini, Perempuan Berdaya Didorong hingga Puncak Kepemimpinan0
- Menelisik Jejak Kartini dan Ukir Jepara0
Produk donat kentang yang ia kembangkan memiliki
keunikan tersendiri, yakni tekstur lembut yang tahan lama tanpa bahan pelembut
tambahan. Inovasi tersebut menarik perhatian masyarakat setelah dipromosikan
melalui media sosial.
Seiring waktu, usaha yang dirintis dari skala kecil
tersebut berkembang dan mampu memproduksi berbagai jenis roti, mulai dari
donat, roti manis, hingga sourdough berbasis fermentasi alami.
“Dalam sehari, produksi bahkan bisa mencapai puluhan
kilogram bahan baku tergantung permintaan pasar,” ungkapnya.
Sebagai pengusaha perempuan, Ia menilai bahwa
perempuan memiliki keunggulan dalam mengelola usaha, terutama dalam hal
ketelitian dan ketekunan.
“Perempuan itu lebih detail dan telaten. Dalam bisnis,
itu sangat membantu, apalagi dalam menjaga kualitas produk dan konsistensi,” ujarnya.
Tidak hanya fokus pada pengembangan usaha, Novi juga
turut memberdayakan perempuan di sekitarnya dengan merekrut mayoritas karyawan
dari kalangan ibu rumah tangga.
Menurutnya, sentuhan ketelitian dan rasa memiliki dari
para pekerja perempuan menjadi nilai tambah dalam proses produksi.
“Ibu-ibu itu kalau bekerja seperti mengurus rumah
sendiri, jadi lebih rapi dan bersih. Selain itu juga bisa menjadi tambahan
penghasilan bagi keluarga,” katanya.
Novi pun mendorong generasi muda, khususnya perempuan,
untuk berani mandiri dan tidak bergantung secara ekonomi kepada orang lain. Kemandirian,
menurut dia, menjadi investasi penting di masa depan.
“Perempuan sekarang harus berani mandiri, punya
kemampuan, dan bisa berkembang. Itu akan menjadi nilai lebih bagi diri
sendiri,” pungkasnya.
Kisah Novi menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana
perempuan di daerah mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal,
sekaligus membuka peluang kerja dan mendorong pemberdayaan masyarakat di
sekitarnya. (eko/redaksi)











