- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Penyaluran Kredit Perumahan di Jateng Tembus Rp2,3 Triliun, Gubernur Ahmad Luthfi Tuai Apresiasi

Keterangan Gambar : Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi.
Jakarta, Infojateng.id — Realisasi penyaluran kredit perumahan di Provinsi Jawa Tengah mencapai sekitar Rp2,3 triliun pada periode 1 Januari–1 April 2026. Capaian ini menempatkan Jateng di posisi pertama nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), penyaluran terbesar berada di Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar, disusul Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar.
Atas capaian tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Gubernur Ahmad Luthfi.
Baca Lainnya :
- Nawal Yasin Gandeng BKKBN Jateng, Perkuat Program Strategis Pembangunan Keluarga Berkualitas0
- Polisi Terjunkan Unit K-9 Pastikan Gereja Aman untuk Ibadah Paskah0
- Siswa Kurang Mampu di Kebumen Dapat Bansos dari Polisi0
- Dispensasi BBM Karimunjawa Diminta hingga 10 April0
- Bupati Harno Cuti Pemeriksaan Medis, Pelayanan Dipastikan Tetap Berjalan0
“Kita harus belajar dari Jateng. Kredit perumahan ini bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan ekonomi. Saya senang Jateng nomor satu,” ujar Maruarar saat pertemuan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, Jawa Tengah juga mencatat kinerja positif dalam program rumah subsidi (FLPP), dengan capaian 24.470 unit pada 2025 dan menempati posisi kedua nasional. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 40 ribu unit pada 2026.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas percepatan program perumahan lain, seperti bedah rumah (BSPS), pembangunan rumah susun, penataan kawasan kumuh, serta pemberdayaan UMKM genteng di daerah seperti Kebumen dan Jepara.
Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, backlog perumahan di Jawa Tengah pada 2025 tercatat 274.514 unit, dengan sisa sekitar 1,05 juta unit—turun sekitar 20 persen.
“Hari ini kami juga mengusulkan program BSPS 2026 serta penataan kawasan kumuh di sejumlah daerah,” ujar Luthfi. (one/redaksi)











