- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Sedekah Bumi Dukuh Rendole, Muktiharjo Hadirkan Ketoprak, Warga Jaga Tradisi dan Gotong Royong
Pertama di Indonesia, Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi Mulai Jenjang SD hingga SMA

Keterangan Gambar : Sekda Jateng Sumarno memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian, di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026).
Semarang, infojateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melakukan terobosan dalam dunia pendidikan dan ekonomi. Jateng menginisiasi insersi (tindakan tambahan) kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia
sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak
dini.
Hal itu dikatakan Sekda Jateng Sumarno, mewakili
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin, usai membuka sekaligus
memberikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum
Pendidikan Perkoperasian, di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Jateng, Kota
Semarang, Selasa (5/5/2026).
Baca Lainnya :
- Pemprov Jateng Terima Hibah Alat Pengolah Air Siap Minum dari Udara0
- Bupati Agus Panen Kentang di Selo, Dukung Program Kedaulatan Pangan Nasional0
- Dibekuk Persija 2-0, Pelatih Persijap Mario Lemos Akui Timnya Bermain Buruk0
- Pemkab Rembang Luncurkan Educare, Dorong Transformasi Digital Layanan Pendidikan0
- Jateng Makin Dipercaya Investor, Pabrik Kemasan Kertas Asal Tiongkok Investasi di Kendal0
"Ini bahkan mungkin baru yang pertama di
Indonesia, mudah-mudahan hasilnya bisa bagus," kata Sumarno.
Dia menyoroti fenomena mulai pudarnya eksistensi
koperasi di tengah masyarakat. Padahal, Indonesia memiliki sejarah panjang
koperasi, salah satunya melalui Koperasi Unit Desa (KUD).
Menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya pemahaman mengenai esensi
koperasi yang sebenarnya.
"Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep
bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai
sosial. Di sana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi
ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada
masyarakat kita," tegas sekda.
Dikatakannya, inisiasi ini juga menjadi langkah
strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan
Merah Putih (KDKMP). Agar kegagalan atau permasalahan masa lalu seperti yang
dialami beberapa KUD tidak terulang, pemerintah perlu melakukan internalisasi
konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.
"Kita ingin menginternalisasi pemahaman ini
sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapannya, koperasi masa
depan dikelola oleh SDM yang benar-benar memahami ruh koperasi, sehingga
kemajuan bersama dan gotong royong benar-benar terbangun," imbuhnya.
Gebrakan dari Jawa Tengah ini rencananya akan
disampaikan langsung kepada Menteri Koperasi. Sumarno berharap kurikulum yang
disusun ini tidak hanya menjadi prototipe di Jawa Tengah, tetapi juga dapat
diadopsi menjadi standar nasional.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM
Provinsi Jawa Tengah, Dwi Silo Raharjo, menjelaskan kurikulum ini akan menyasar seluruh sekolah
di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah naungan Kementerian
Agama (Kemenag) di Jateng.
Dwi mengakui, selama ini pendidikan ekonomi di
sekolah cenderung umum dan kurang mendalami aspek perkoperasian secara
spesifik. Padahal, pendidikan koperasi pernah menjadi bagian penting dalam
sistem pendidikan Indonesia pada era 80-an.
"Kami ingin up lagi bahwa pendidikan
perkoperasian itu sangat penting. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf
kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta
menghasilkan modul yang aplikatif," jelas Dwi.
Targetnya tidak main-main. Kurikulum ini
diproyeksikan untuk mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang,
yang hanya menyisakan waktu sekitar tiga bulan.
"Kita menyongsong tahun ajaran baru. Semoga bisa
segera dieksekusi. FGD ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40
ahli yang berkompeten di bidang kurikulum," tambahnya.
Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur. Di
antaranya 12 orang dari Kanwil Kemenag Jateng (tim MI, MTs, dan MA), 5 orang
dari Dinas Pendidikan Jateng (tim SMA, SMK, dan SLB), serta 8 orang dari Dinas
Pendidikan Kota Semarang (tim SD dan SMP).
Selain itu, dilibatkan pula tim ahli dari Dinas
Koperasi dan UKM Jateng serta para praktisi dari gerakan koperasi untuk
memberikan masukan agar kurikulum yang dihasilkan benar-benar valid dan sesuai
dengan kebutuhan lapangan.
Dengan adanya kurikulum ini, Jawa Tengah optimistis
akan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga
memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi bangsa
melalui wadah koperasi. (eko/redaksi)











