- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Produktivitas Pekerja Jateng Penuhi Standar Perusahaan Global

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai meninjau langsung aktivitas produksi PT Borine Technology Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).
Kendal, infojateng.id - Tenaga kerja asal Jawa Tengah mampu menunjukkan daya saing tinggi di kancah internasional. Dengan keterampilan dan adaptasi yang terus berkembang, mereka dinilai mampu menyamai standar perusahaan internasional serta berkontribusi pada peningkatan produktivitas industri berorientasi ekspor.
Kinerja ribuan karyawan PT Borine Technology Indonesia, Kabupaten Kendal,
menjadi salah satu bukti produktivitas pekerja asal Jawa Tengah memenuhi
standar yang ditetapkan perusahaan global.
“Selama kita punya niat untuk bekerja, khususnya di Jawa Tengah, kita mampu
bersaing dengan negara lain,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, usai
meninjau langsung aktivitas produksi PT Borine Technology Indonesia yang
berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).
Baca Lainnya :
- Bupati Klaten Lantik Pengurus Masjid Agung Al Aqsha, Ini Amanat yang Disampaikan0
- 1.285 Jemaah Haji Cilacap Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci, Didominasi Lansia0
- Bupati Jepara Alokasikan Rp200 Miliar per Tahun untuk Perbaikan Jalan0
- Komunitas Pelestari Budaya Indonesia Pikat Peragaan Wastra Jepara0
- Hadirkan Kartini Inkubator Bisnis, Wadah Wirausaha Dukung UMKM Naik Kelas0
Dalam kunjungannya, gubernur yang didampingi Bupati Kendal, Dyah Kartika
Permanasari, berdialog dengan manajemen perusahaan serta meninjau proses
produksi di pabrik tersebut.
General Manager PT Borine Technology Indonesia, Jankey Ren, mengatakan,
produktivitas sekitar 4.000 karyawan lokal mampu menyamai tenaga kerja di
negara asal perusahaan, China. Hal itu setelah para pekerja melalui pelatihan
dan pengalaman kerja selama kurang lebih tiga tahun.
Produk yang dihasilkan perusahaan ini tidak hanya untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke pasar global. Hal tersebut
menjadi indikator bahwa kualitas SDM Jawa Tengah kian kompetitif di mata
investor asing.
“Kompetensi tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam menarik investasi.
Kepercayaan yang diberikan PT Borine Technology Indonesia turut mendorong
pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah
secara umum,” ungkap Luthfi.
Bahkan, lanjutnya, perusahaan tersebut telah mengajak enam perusahaan
lain sebagai pemasok bahan baku untuk ikut berinvestasi di Kendal.
Pada fase pertama, nilai investasi PT Borine Technology Indonesia
mencapai USD 700 juta atau sekitar Rp 11 triliun. Perusahaan ini juga
berkomitmen memperluas investasinya pada fase kedua dengan nilai sekitar USD
1,4 miliar atau setara Rp 22 triliun.
“Besarnya investasi ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah adalah daerah yang
aman, stabil, dan kompetitif bagi investor global,” tegasnya.
Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026
mencapai 5,89 persen, sementara Kabupaten Kendal mencatatkan pertumbuhan lebih
tinggi, yakni sekitar 9 persen. Pemerintah provinsi akan terus berupaya
meningkatkan investasi, baik yang bersifat padat karya maupun padat modal.
Lebih lanjut, gubernur menekankan pentingnya menjaga kepercayaan
investor. Seluruh kepala daerah dan organisasi perangkat daerah diminta aktif
berperan sebagai “marketing” untuk mempromosikan potensi investasi di wilayah
masing-masing.
Selain meninjau pabrik, Gubernur Luthfi juga menyerap berbagai masukan
dari pihak investor dan pengelola KEK Kendal, termasuk terkait optimalisasi
Pelabuhan Kendal. Ia menilai keberadaan pelabuhan memiliki peran strategis
dalam mendukung pertumbuhan industri dan investasi.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat koordinasi
dengan Pelindo dan Kementerian Perhubungan guna mengoptimalkan kembali
operasional Pelabuhan Kendal dan Batang, serta melakukan revitalisasi Pelabuhan
Tanjung Emas Semarang. (eko/redaksi)











