PATI – Ribuan warga Kabupaten Pati tengah menjalani karantina mandiri di rumah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pun meminta Pemerintah melakukan pemantauan kepada warga ini agar mereka cepat sehat dan terbebas dari virus yang menyerang sistem pernafasan.
Warga Pati yang menjalani isolasi mandiri di rumah terus melonjak. Hingga pertengahan Juni 2021, setidaknya lebih dari 2.000 warga Kabupaten Pati menjalani karantina mandiri.
Lonjakan ini tidak hanya dialami yang isolasi mandiri, warga yang dirawat di rumah sakit dan yang meninggal dunia lantaran mengidap virus corona juga mengalami peningkatan yang tinggi.
Bahkan pada Jumat lalu, sebanyak 37 warga harus mengantri di IGD untuk mendapatkan ruang perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo. Angka kasus kematian juga meninggi.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi D, Muntamah, meminta Pemerintah setempat untuk mengawasi dan memantau para warga yang positif mengidap virus corona.
“Warga yang positif yg tengah karantina mandiri harus dalam pengawasan dari Pemkab baik dari Dinas Kesehatan maupun Puskesmas, mjnimal diberikan suplemen vit C di pantau kondisinya,” tutur Muntamah.
Apabila ada warga yang mengkhawatirkan dan sesak nafas, maka pihak pemerintah harus merujuk ke rumah sakit. Ia tidak mau ada penambahan korban meninggal lantaran Covid-19.
“Jika ada gejalanya mengkhawatirkan, misal sesak nafas hrs segera dapat perawatan dan dirujuk ke rumah sakit,” tandas Muntamah. (*)