Milenial Dituntut Menjadi Agen Perubahan

infojateng.id - 16 Juli 2021
Milenial Dituntut Menjadi Agen Perubahan
pengembangansdm.co.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

Banyumas – Transformasi era digital pada masa depan mau tak mau mesti mengkondisikan peran kaum milenial yang, menurut versi Nielsen Media Research, adalah kelompok kaum dewasa yang pada tahun 2019 telah berusia 22 s.d. 38 tahun.

Kelompok kaum dewasa ini dianggap paling menguasai skill digital dan kemampuan literasi digitalnya paling tinggi. Karena itu, mestinya ke depan kaum milenial amat diharap sebagai agen perubahan yang kreatif dan produktif di tengah lingkungan sosialnya.

”Karena mereka juga berciri menjaga integritas kejujuran dan suka perubahan lingkungan, biasanya kaum milenial tidak mudah percaya informasi, suka tantangan dan perubahan, serta inovatif. Kemampuan itu sangat dibutuhkan untuk menggerakkan lingkungan sosialnya,” papar Dr. Fauzan, dosen Ilmu Hubungan Internasional Fisipol UPN Yogyakarta saat berbicara dalam webinar yang digelar Kementerian Kominfo untuk wilayah Kabupaten Banyumas, 23 Juni lalu.

”Yang pasti, di era revolusi 4.0 di mana hampir 68 persen populasi saat ini adalah kaum milenial, maka peran mereka sebagai guru perubahan sosial lingkungan dituntut semakin nyata. Apalagi, pada era digital, di mana kebutuhan ketersambungan online dengan dunia digital sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat melebihi kebutuhan sembako. Meski kaum milenial biasanya apolitis, tapi punya kepedulian terhadap perubahan sosial masyarakatnya,” ujar Fauzan

Webinar yang mengusung topik ”Milenial sebagai Guru Literasi Digital” itu dimoderatori oleh presenter Danys Septiana, serta menghadirkan pula narasumber lain, yakni: Anggraini Hermana (praktisi pendidikan), Aulia Putri (konsultan digital safety dari Kaizen Room), Yuni Wahyuning yang juga praktisi pendidikan, dan Rinni Wulandari, juara Indonesian Idol 2007 selaku key opinion leader.

Lantas, bagaimana peran nyata yang segera diambil oleh kaum milenial sebagai guru literasi digital pada masa depan, khususnya di masa pandemi saat ini?

Anggraini Hermana mengurai jawaban. Kata dia, mengingat kaum milenial ini paling jago dalam skill digital, mereka mesti segera tampil sebagai sosok yang teachable. Guru yang mumpuni dan multiajar. Kaum milenial mestinya tidak cuma mampu meyakinkan lingkungannya tentang transformasi layanan yang serba digital, hingga pembayaran dan layanan publik serba digital. Kaum milenial juga mesti bisa mengajarkan bahwa itu semua mudah dilakukan dengan satu sentuhan jari.

”Ajari lingkungan cara membayar pajak, bayar listrik, dan beragam aplikasi publik pada kaum sepuh yang awalnya malas belajar menjadi tertarik berpartisipasi mandiri sebagai warga modern yang serba digital. Jangan cuma omong, tapi ajari masyarakat bahwa benar digitalisasi bikin hidup jadi lebih mudah. Di situlah peran milenial sebagai guru perubahan, menjadi nyata bagi keluarga dan masyarakat sosial terdekatnya,” ungkap Anggraini.

Lebih jauh, kalau bisa, kaum milenial juga tampil teachable mengajari lingkungan terdekatnya. Bisa dari tante dan keponakan, juga ibu-ibu PKK di kampung untuk tidak hanya menjadikan grup WhatsApp sebagai grup ngrumpi. Tapi juga bisa mengajari bikin konten promosi menarik untuk jualan pempek milik warga di TikTok atau Instagram.

”Itu semua akan bikin kaum milenial betul-betul guru yang memajukan zamannya. Dimulai dari lingkungan terkecil, lalu berkembang lebih luas. Dengan begitu, skill digital yang menjadi ciri kelebihan kaum milenial benar-benar efektif buat lingkungan sosialnya,” ujar Anggraini, serius.

Rinni Wulandari tak mau ketinggalan. Sebagai entertainer, ia mengaku awalnya juga tidak update dengan perubahan lingkungan yang sudah serba digital. Sampai-sampai, tuturnya, ia justru diajari keponakan bagaimana membuat video, bikin lagu dan promosiin lagu single lewat TikTok, Instagram hingga bikin cover lagu lewat Youtube.

”Sungguh, saya enggak bisa sestabil sekarang dalam menjaga popularitas sebagai penyanyi. Tawaran kerjaan pun jadi ngalir lewat beragam platform digital. Kuncinya adalah mau belajar. Jangan nyerah dengan perubahan digital yang tengah dan akan terus berlangsung,” pesan Rinni, berbagi kisah suksesnya. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Wisata
Close Ads X