Transaksi Online Rawan Penipuan, Waspada dan Kenali Modusnya

infojateng.id - 17 Juli 2021
Transaksi Online Rawan Penipuan, Waspada dan Kenali Modusnya
Foto/mahasiswaindonesia.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BOYOLALI – Kemudahan era digital yang paling banyak dinikmati masyarakat saat ini salah satunya aktivitas belanja online. Orang tak perlu lagi berdesakan di pertokoan, antre berjam-jam, bahkan bisa mendapatkan diskon besar dengan belanja online itu dibanding belanja langsung ke tokonya.

Sayangnya, dengan besarnya potensi pasar Indonesia yang bertransaksi online ini, juga membuka celah tingginya kejahatan penipuan online dengan berbagai modus.

“Salah satu modus yang paling kerap dikomplain, ketika dalam transaksi belanja online itu barang yang sudah dipesan dan dibayar tak pernah sampai kepada pembelinya,” ujar pegiat advokasi sosial Ari Ujianto saat berbicara sebagai narasumber webinar literasi digital bertajuk “Menjadi Masyarakat Digital yang Taat Hukum” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021).

Ari mengatakan, penipuan yang ujungnya membuat pembeli akhirnya hanya bisa gigit jari karena tak pernah mendapatkan barangnya itu, biasanya karena mereka terjebak iming-iming palsu penjual online. Satu jebakan yang paling sering dipasang penjual palsu ini tak lain harga barang yang sangat miring sehingga pembeli langsung tertarik dan mentransfer uangnya.

Menurut Ari, jebakan lain yang harus diwaspadai pembeli tak cuma harga sebenarnya. Tapi juga nomor rekening rancu. Biasanya, penipu itu akan menggunakan nomor-nomor yang mirip dengan marketplace. Seolah mirip tapi tak sama.

“Jadi saat check out keluarlah tagihan pembayaran dari marketplace yang ia pesan barangnya. Namun di saat bersamaan pembeli juga menerima SMS permintaan pembayaran senilai sama dengan barang yang ia pesan di marketplace,” kata Ari dalam webinar yang juga menghadirkan narasumber Arie Sujito (dosen Fisipol UGM), Endi Haryono (dosen President University) dan Ujang Komarudin (dosen Al-Azhar) itu.

Tak berhenti di situ. Modus penipuan yang dipasang dan kerap menjebak pencinta transaksi belanja online tak lain pengiriman fiktif. “Pengiriman fiktif ini dilalukan dengan resi abal-abal, di mana biasanya resi yang dikirim berbeda dengan jumlah ongkos kirim,” katanya.

Namun calon pembeli juga diharapkan lebih waspada sejak mengecek barang di sebuah toko online. Sebab penipu ini biasanya memasang deskripsi barang yang tak jelas dan ambigu. Sebagai contoh banyak sekali penjual-penjual nakal di marketplace yang memberikan deskripsi produk tak jelas dan baru ketahuan kualitasnya sangat berbeda dengan yang sudah dikirim.

“Dalam kasus ini produk yang datang kualitasnya tak sama dengan yang dipesan,” jelasnya.

Ari Ujianto pun menyarankan agar masyarakat semakin waspada dan menghindari potensi penipuan saat transaksi online itu. Jika berbelanja melalui marketplace, segala informasi akan diinfokan dari channel resminya.

“Berhati-hatilah dengan nama email atau alamat situs yang menyerupai alamat resmi marketplace,” cetusnya.

Ari juga menyarankan pengguna tak lengah memberikan informasi pribadi di media sosial atau internet. Misalnya nama-nama anggota keluarga, alamat rumah, nomor handphone, dan informasi personal lainnya.

“Sebab, informasi pribadi ini bisa digunakan oleh penipu untuk melakukan scammer seolah-olah mereka mengetahuimu secara personal,” ujarnya.

Ari mengajak masyarakat untuk mengabaikan jika menerima telepon, SMS, atau e-mail yang mencurigakan, apalagi bila memintamu untuk mentransfer dana tertentu.

Sementara itu, dalam paparannya, dosen Al-Azhar Ujang Komarudin mengatakan, netizen Indonesia dalam satu penelitian Digital Civility Index (DCI) atau tingkat kesopanan menempati urutan terbawah di Asia Tenggara yakni skor 76.

“Ada tiga faktor yang mempengaruhi tingkat kesopanan netizen Indonesia itu, yakni hoaks dan penipuan, kebencian dan diskriminasi,” kata Ujang.

Oleh sebab itu, Ujang menuturkan, pentingnya literasi digital di tengah makin banyaknya pengguna digital di Indonesia saat ini. “Sehingga kita bisa lebih bijak menggunakan media sosial, biasakan cek dan ricek, menjaga norma dan berperilaku sopan saat berinteraksi di dunia maya,” pungkasnya.

Sebagaimana wilayah lain, Kementerian Kominfo akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan Webinar Literasi Digital: Indonesia Makin Cakap Digital di Kabupaten Boyolali selama periode Mei hingga Desember 2021.

Serial webinar ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, agar masyarakat makin cakap digital dalam memanfaatkan internet demi menunjang kemajuan bangsa.

Warga masyarakat diundang untuk bergabung sebagai peserta dan akan terus memperoleh materi pelatihan literasi digital dengan cara mendaftar melalui akun media sosial @siberkreasi. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Wisata
RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X