Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter di Era Digital

infojateng.id - 19 Juli 2021
Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter di Era Digital
Foto, koranbogor.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANTUL – Pendidikan karakter ialah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak, sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Definisi pendidikan karakter itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Akademik STAI Khozinatul Ulum Blora Ahmad Syaifulloh, saat mengawali paparannya pada acara webinar literasi digital bertajuk ”Peluang dan Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (16/7/2021).

Ahmad Syaifulloh mengatakan, ada empat fungsi pendidikan karakter; Pertama, untuk mengembangkan potensi dasar dalam diri manusia sehingga menjadi individu yang berpikiran, berhati, dan berperilaku baik.

Kedua, untuk membangun dan memperkuat perilaku masyarakat yang multikultur. Ketiga, untuk membangun generasi bangsa yang tangguh, di
mana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan
bergotong-royong.

Keempat, lanjut Ahmad, untuk membangun dan meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam hubungan internasional.

Menurut Ahmad, selain empat fungsi, pendidikan karakter juga memiliki setidaknya lima nilai sebagai karakter prioritas: religius, integritas, nasionalis, gotong royong, dan kemandirian.

”Selain pendidikan karakter di sekolah, penanaman pendidikan karakter juga bisa dilakukan oleh orangtua di rumah melalui interaksi dengan lingkungan sekitar,” ujar Ahmad.

Menurut Ahmad Syaifulloh, era digital telah mempermudah penyampaian informasi dan materi pendidikan karakter secara cepat, tepat dan akurat.

Era digital juga mempermudah pencarian informasi baru kapan pun dan di mana pun. Guru dan murid dapat melakukan pembelajaran pendidikan karakter meskipun berjauhan.

Peluang pendidikan karakter di era digital lainnya, yakni membantu peserta didik mencari literasi dan bahan informasi tentang pendidikan karakter.

”Dengan medsos dapat memudahkan dalam berkomunikasi. Pembelajaran pendidikan karakter lebih kreatif, inovatif, dan terjangkau serta mampu mempublikasikan karya mereka dalam bentuk gambar atau video dengan cepat dan mudah,” papar Ahmad.

Setiap peluang, ada tantangannya tersendiri. Tantangan pendidikan karakter di era digital, lanjut Ahmad, ialah bagaimana mengoptimalkan dampak positif internet, dan meminimalisir dampak negatifnya.

”Berikutnya, berusaha agar terhindar dari kejahatan dan hoaks, siswa dituntut lebih cerdas dalam berinternet, dan mampu menyaring berita hoaks serta tidak menjadi sasaran kejahatan maupun penipuan melalui internet,” jelas Ahmad.

Ahmad Syafulloh menambahkan, agar aman dalam pendidikan karakter di era digital, orangtua dan guru sebaiknya melakukan pendampingan dalam penggunaan internet. Selebihnya, ajarkan siswa agar memiliki niat yang
baik dalam menggunakan internet.

”Ajarkan siswa agar tidak mudah tergiur dalam tawaran yang berpotensi
penipuan. Siswa lebih berhati-hati terhadap akun yang tak dikenal. Kemudian, usahakan agar guru dan murid dapat bertemu di dunia nyata walaupun terbatas,” jelas Ahmad.

Berikutnya, Staf Pengajar Universitas PGRI Yogyakarta Lis Latifah menyampaikan hasil amatan perubahan karakter selama pandemi Covid-19. Menurutnya, jika sebelumnya banyak orang melakukan hal-hal yang sama, saat pandemi orang telah melakukan kebiasaan baru bahkan kebiasaan yang berbeda hingga menghapus kebiasaan lama.

Tantangan bagi pendidik di era pandemi Covid-19, ialah semua guru harus dapat mengajar jarak jauh yang menggunakan teknologi digital.
Penggunaan teknologi juga harus berdasarkan keilmuan yang tepat guna, untuk itu para pendidik butuh pengetahuan dalam mengoperasikan media digital.

”Guru harus memiliki perangkat pembelajaran online, seperti: komputer/laptop, smartphone, paket data, signal dan ide kreatif untuk menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” jelas Latifah.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator entertainer Rara Tanjung, juga menghadirkan narasumber Akhmad Ramdhon (Staf Pengajar Sosiologi FISIP UNS), Sholahuddin Nur Azmi (CEO pasardesa.id), dan Kepala Sekolah SMAN I Bantul Ngadiya selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Info Jateng   Laporan Khusus
Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Info Jateng   Laporan Khusus
IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Info Jateng   Laporan Khusus
Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Bupati Terima Bantuan Tenda untuk Pelaku UMKM Jepara

Bupati Terima Bantuan Tenda untuk Pelaku UMKM Jepara

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Jepara dan BRIN Tinjau Lahan Biosalin Persiapan Farm Field Day 2025

Pemkab Jepara dan BRIN Tinjau Lahan Biosalin Persiapan Farm Field Day 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Waxinda Resmi Beroperasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Waxinda Resmi Beroperasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Investasi
Cegah Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Rumpun Bambu di Aliran Sungai Bloro

Cegah Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Rumpun Bambu di Aliran Sungai Bloro

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Ketua Dewan Kesenian Boyolali Diminta Jadi Wadah Pelaku Seni

Ketua Dewan Kesenian Boyolali Diminta Jadi Wadah Pelaku Seni

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Teknologi AI Jadi Syarat Minimal Bagi Pelaku UMKM

Teknologi AI Jadi Syarat Minimal Bagi Pelaku UMKM

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Batang Salurkan 155 Beasiswa Pendidikan

Pemkab Batang Salurkan 155 Beasiswa Pendidikan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Rakor Forkompimda Boyolali Bahas Nataru

Rakor Forkompimda Boyolali Bahas Nataru

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Jawa Tengah Raih Dua Penghargaan KPK, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Penguatan Tata Kelola Bersih

Jawa Tengah Raih Dua Penghargaan KPK, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Penguatan Tata Kelola Bersih

Info Jateng   Pemerintahan
Usulan Hybrid Sea Wall Pemprov Jateng Disetujui Badan Otorita Pantura

Usulan Hybrid Sea Wall Pemprov Jateng Disetujui Badan Otorita Pantura

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Ngobrol Santai Bareng Gubernur, Wartawan Sampaikan Masukan untuk Ahmad Luthfi

Ngobrol Santai Bareng Gubernur, Wartawan Sampaikan Masukan untuk Ahmad Luthfi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus
Sekda Jateng Minta Anggota DWP Jadi Penjaga Integritas Suami

Sekda Jateng Minta Anggota DWP Jadi Penjaga Integritas Suami

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Close Ads X