Pergeseran Suara Demokrasi ke Ranah Digital

infojateng.id - 24 Juli 2021
Pergeseran Suara Demokrasi ke Ranah Digital
Kredit foto Liputan6.com/Herman Zakharia - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

GROBOGAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar webinar literasi digital untuk masyarakat Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (23/7/2021). Kali ini, ada setidaknya 340 peserta yang ikut dalam diskusi yang dengan tema “Suara Demokrasi di Ranah Digital”.

Literasi digital merupakan program nasional yang dicanangkan pemerintah Indonesia dalam mendukung percepatan transformasi digital untuk menciptakan masyarakat yang cakap digital. Literasi digital ini mencakup kompetensi dalam digital culture, digital skill, digital ethics, dan digital safety.

Kegiatan hari ini dipandu oleh moderator acara Nadia Intan (business manager), dengan narasumber Rinduwan (GP Ansor Grobogan), Dewi Bunga (dosen UHN IGB Sugriwa Denpasar), Muhammad Achadi (Ceo Jaring Pasar Nusantara), M. Machruz (komisioner KPU Grobogan).

Bicara tentang demokrasi, Muhammad Achadi menyoroti bagaimana peran media digital telah mengubah penyampaian aspirasi hingga kritik terhadap pemerintah. Ia mengatakan, pilar demokrasi tidak hanya pada trias politica (eksekutif, legislatif, yudikatif), tetapi juga melibatkan pers atau media sebagai pihak yang independen dan mampu menggerakkan masyarakat.

Bahkan, dengan adanya platform digital, kultur demokrasi bisa dilakukan oleh siapa saja. “Penggembala opini di ruang media secara resmi ada jurnalis media yang keberadaannya dilindungi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik yang dipastikan jika melanggar akan dikenakan sanksi hukum. Dalam perkembangannya, muncul juga jurnalisme warga yang terdiri dari kelompok masyarakat yang senang menulis,” jelas Achadi.

Melalui platform digital, content creator, influencer, bahkan pendengung atau buzzer juga merupakan kelompok yang punya pengaruh dalam menggiring opini masyarakat. Di sisi lain, kehadiran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama serta influencer yang baik menjadi bagian yang menjernihkan residu di ruang digital.

“Demokrasi di media sosial pada intinya untuk menyampaikan aspirasi, ikut berpartisipasi, civic engagement, regulasi, kontrol sosial menuju keadilan dan kesejahteraan sosial,” ujar Achadi.

Dalam perspektif lain, M. Machruz berpendapat, demokrasi tidak terlepas dari etika. Sebab demokrasi bukan hanya mengenai pemerintahan saja tetapi juga tentang manusia dan masyarakat itu sendiri. Nilai etika demokrasi pada hakikatnya adalah pengakuan perbedaan dan juga solusi menghadapi perbedaan yang tidak mengarah pada kekerasan, anarki, dan tirani.

“Ada etika berdemokrasi yang harus dijunjung, yaitu menjunjung tinggi terhadap perbedaan. Nilai etis mengutamakan kepentingan rakyat, nilai etika bagi penyelenggara pemerintahan dalam melaksanakan prinsip good governance, juga penegakan hukum yang menjunjung nilai-nilai dalam perwujudan demokrasi,” terang Machruz.

Sayangnya, semakin mudahnya menyuarakan demokrasi juga menimbulkan ancaman lain. Di antaranya adalah ancaman politik identitas yang mengarah isu agama atau etnis tertentu. Munculnya intoleransi, hate speech, hoaks, dan sikap pesimistis. Media sosial selain memberikan angin positif juga memunculkan dampak negatif yang sebenarnya timbul dari penggunanya.

Hal itu menandakan lemahnya etika dalam berdemokrasi. Ada faktor-faktor yang melemahkan etika dalam berbangsa. Dari faktor eksternal bisa dipengaruhi oleh perkembangan globalisasi dan kuatnya intensitas intervensi global. Juga, pengaruh budaya luar yang gampang sekali masuk di tengah transformasi digital.

“Sedangkan faktor internal melemahnya etika kehidupan berbangsa disebabkan lemahnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai dasar negara, ketidakadilan ekonomi, kurang adanya teladan, penegakan hukum tidak berjalan optimal, dan keterbatasan kemampuan budaya,” imbuhnya.

Secara garis besar, Machruz menyebutkan, etika berdemokrasi dalam ranah online tetap harus mengedepankan adiluhur budaya bangsa Indonesia. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Wisata
RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X