Riset Maarif Institut: Pelajar Rentan Terpapar Paham Intoleran

infojateng.id - 27 Juli 2021
Riset Maarif Institut: Pelajar Rentan Terpapar Paham Intoleran
Foto lampust.co - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SRAGEN –┬áPegiat Yayasan Desantara M. Nurkhoiron membeberkan sebuah riset yang cukup menghenyakkan. Riset yang dilakukan lembaga Maarif Institute soal sikap dan perilaku pelajar terkait intoleransi di Indonesia, yang pernah dipublikasikan di penghujung tahun 2017.

Riset yang melibatkan sekitar 800 pelajar SMA di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang itu dibuka kembali sebagai refleksi bersama saat webinar literasi digital bertajuk “Membangun Toleransi Beragama Melalui Media Sosial” digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin (26/7/2021).

“Dari riset itu, ternyata diperoleh hasil bahwa paparan informasi secara daring di media sosial ataupun media massa sangat berpengaruh besar terhadap tumbuhnya intoleransi di kalangan pelajar Indonesia,” kata Nurkhoiron.

Dalam webinar yang menghadirkan narasumber Prasidono Listiaji (konsultan komunikasi pemasaran), Yusuf Mars (Pemred Padasuka TV), M. Azis Nasution (CEO Royal Indonesia Travel), itu terungkap data yang tidak main-main dan perlu jadi evaluasi berbagai pihak.

Sebab, pengaruh internet hingga memicu sikap intoleran para pelajar itu sangat dominan hingga mencapai sekitar 63 persen dari responden mengakuinya.

“Media sosial kuat pengaruhnya membuat orang, khususnya generasi muda, ini terpapar oleh informasi berkonten negatif. Salah satunya intoleransi. Mereka cenderung tidak melakukan verifikasi data dan berita pada informasi yang diterima, jadi nggak tahu mana informasi benar dan salah,” ujarnya.

Dari survei, lanjut Nurkhoiron, diketahui 79 persen pelajar percaya untuk melawan konten negatif seperti intoleransi dan ujaran kebencian serta provokasi itu salah satu cara memperbanyak konten positif di media digital.

“Konten positif dan literasi digital menjadi cara efektif melawan ujaran kebencian atau intoleransi,” kata Nurkhoiron.

Mantan komisioner Komnas HAM ini menambahkan, konten negatif menjadi ancaman di era digital yang kian pesat sebarannya pada 2021 ini, bersamaan dengan masih berlangsungnya pandemi yang membuat orang lebih banyak di rumah.

“Diperlukan penanganan dari hulu sampai hilir melawan konten negatif ini. Salah satunya berupa gerakan edukasi untuk meningkatkan literasi digital di masyarakat,” cetusnya.

Tak berhenti di situ, Nurkhoiron mengatakan, masih rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat disinyalir memicu pula intoleransi di kalangan terdidik.

“Tidak semua masyarakat yang terpapar paham radikalisme memiliki latar belakang pendidikan yang rendah. Yang terdidik pun rentan terpapar,” kata dia.

Nurkhoiron mengatakan masyarakat terdidik terus berharap agar kesejahteraan mereka terus meningkat. Ketika harapan tersebut hilang lantaran persoalan fundamental perekonomian negara, tidak tersedianya lapangan kerja, hingga akses usaha yang terbatas, tak sedikit dari mereka yang akhirnya frustrasi dan lari ke paham radikal.

Narasumber lain, CEO Royal Indonesia Travel M. Aziz Nasution mendorong anak muda dapat bijaksana memanfaatkan kebebasan berpendapat dan berekspresi untuk menyampaikan ide dan gagasan positif dan bertanggungjawab di media sosial.

“Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap manusia, tapi jangan lupakan norma dan aturan, tetap dalam koridor intelektualitas dan bertanggung jawab,” kata Azis.

Azis mewanti-wanti agar jangan sampai kebebasan berpendapat di era digital itu mengarah ke penyebaran hoaks, konten negatif, pesan provokasi dan ujaran kebencian berbau SARA yang bisa menimbulkan konflik. Aturan hukumnya tegas.

“Netizen diikat oleh suatu norma perilaku untuk menggunakan teknologi secara benar. Jika norma-norma itu dilanggar, maka ada hukum positif yang akan menjerat,” jelasnya.

Azis pun menyarankan netizen menghindari opini provokatif dan
mempelajari benar informasi secara detail soal validitasnya. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Dinsos Batang Gelar Sarasehan Bersama PKH

Dinsos Batang Gelar Sarasehan Bersama PKH

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Bupati Demak Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal

Bupati Demak Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Sebanyak 290 ASN Pemkab Batang Terima SK Kenaikan Pangkat

Sebanyak 290 ASN Pemkab Batang Terima SK Kenaikan Pangkat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Sambut IGA 2024, Bupati Sragen Optimis Naikkan Peringkat

Sambut IGA 2024, Bupati Sragen Optimis Naikkan Peringkat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Warga Kurang Mampu Jadi Prioritas Penerima Daging Kurban

Warga Kurang Mampu Jadi Prioritas Penerima Daging Kurban

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
17 Museum Kolaborasi Gelar Pameran Bersama Abhirama

17 Museum Kolaborasi Gelar Pameran Bersama Abhirama

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Wujudkan Ketahanan Pangan, Sekda Jateng Dorong Keterlibatan Anak Muda

Wujudkan Ketahanan Pangan, Sekda Jateng Dorong Keterlibatan Anak Muda

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Disnakkeswan Jateng Gelar Bimtek Juru Sembelih Hewan di Blora

Disnakkeswan Jateng Gelar Bimtek Juru Sembelih Hewan di Blora

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Inspektur Wonogiri Dorong Seluruh Elemen Berpartisipasi Aktif Kelola Desa Antikorupsi

Inspektur Wonogiri Dorong Seluruh Elemen Berpartisipasi Aktif Kelola Desa Antikorupsi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Pemkab Demak Berkomitmen Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Pemkab Demak Berkomitmen Terapkan Kawasan Tanpa Rokok

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Sejumlah Perwira Polres Jepara Diganti, dari Kasat Hingga Kapolres, Ini Penggantinya

Sejumlah Perwira Polres Jepara Diganti, dari Kasat Hingga Kapolres, Ini Penggantinya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Demak Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Pemkab Demak Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Ekonomi   Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pendaftaran Calon Pantarlih Pilkada 2024 Sudah Dibuka

Pendaftaran Calon Pantarlih Pilkada 2024 Sudah Dibuka

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Jelang Iduladha, Pemkab Temanggung Jamin Hewan Kurban Sehat dan Cukup

Jelang Iduladha, Pemkab Temanggung Jamin Hewan Kurban Sehat dan Cukup

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Edukasi Melalui Media Tingkatkan Partisipasi dan Kesadaran Pemilih di Pilkada 2024

Edukasi Melalui Media Tingkatkan Partisipasi dan Kesadaran Pemilih di Pilkada 2024

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemilu   Politik
Cegah Anemia dan Stunting, Pemkab Jepara Berikan Tablet Tambah Darah untuk Siswa

Cegah Anemia dan Stunting, Pemkab Jepara Berikan Tablet Tambah Darah untuk Siswa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
DP4 Blora Berharap Muncul Petani Milenial untuk Majukan Komoditas Hasil Pertanian

DP4 Blora Berharap Muncul Petani Milenial untuk Majukan Komoditas Hasil Pertanian

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Padangsidimpuan, Kota Salak dengan Sejarah dan Budaya yang Kaya

Padangsidimpuan, Kota Salak dengan Sejarah dan Budaya yang Kaya

Info Jateng
RSUD dr. Soeratno Gemolong Raih Juara 1 Sragen Award 2024

RSUD dr. Soeratno Gemolong Raih Juara 1 Sragen Award 2024

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Kesehatan   Laporan Khusus
Strategi Safari Politik PDIP Sragen, Sowan ke Golkar, PAN dan Gerindra

Strategi Safari Politik PDIP Sragen, Sowan ke Golkar, PAN dan Gerindra

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Close Ads X