Hindari Jebakan Ujaran Kebencian di Dunia Maya

infojateng.id - 29 Juli 2021
Hindari Jebakan Ujaran Kebencian di Dunia Maya
 - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SURAKARTA – Butuh kecakapan untuk melawan ujaran kebencian di dunia maya. Selain memahami karakter publik dan ciri ujaran kebencian era media sosial, upaya membangun kecerdasan emosional digital harus terus dilakukan.

Rangkuman pendapat cara melawan ujaran kebencian di dunia maya itu disampaikan oleh pengajar ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Taufiqur Rahman pada webinar literasi digital bertajuk ”Melawan Ujaran Kebencian di Dunia Maya” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (28/7/2021).

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator presenter Fikri Hadil itu, juga menampilkan narasumber Tommy Destryanto (praktisi IT), Farid F. (dosen Informatika Universitas Sahid Surakarta), Budhi Hermanto (peneliti media), dan Gloria Vincentia selaku key opinion leader.

Taufiq menyatakan, ada tiga karakter publik di era media sosial. Pertama, audiens yang tidak nampak dan anonim sehingga tidak bisa mengidentifikasi orangnya. Kedua, hilangnya konteks sosial, sehingga membuat konsep sopan-santun dan empati sulit untuk dibangun dan sering terjadi salah paham.

”Dan yang terakhir, pudarnya batas antara ranah publik dan private, akibatnya isu-isu privasi dibawa ke ruang publik untuk menarik perhatian dan menaikkan rating. Tiga-tiganya bisa menyuburkan ujaran kebencian di dunia maya,” ujar Taufiq.

Ujaran kebencian, menurut Taufiq, merupakan tantangan terbesar negara demokrasi. Ujaran kebencian juga erat hubungannya dengan kebebasan berpendapat dan berekspresi yang menjadi ciri negara demokratis dan hak setiap orang yang dijamin negara. Namun, kebebasan yang dijamin itu juga memiliki batasan-batasannya.

”Batasan itu seperti terangkum dalam edaran Kapolri SE/6/X/2015. Bentuk hate speech yang harus dihindari sesuai edaran tersebut: penghinaan, menghasut, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, pencemaran nama baik, dan hoaks,” papar Taufiq.

Cara menghindari jebakan ujaran kebencian, imbuh Taufiq, ialah dengan melatih kecerdasan emosional digital, atau kemampuan untuk mengenal diri sendiri serta orang lain agar dapat menempatkan diri dalam situasi orang lain.

Berikutnya, peneliti media Budhi Hermanto menyatakan, ada tiga hal penting saat berinteraksi di media sosial. Yakni, pengguna yang multikultur, konten yang bermanfaat, dan think before you post.

Sebagai ilustrasi, Budhi tak lupa memberikan dua jenis contoh konten baik dan buruk yang diunggah di media sosial. Contoh pertama berupa konten baik, berupa video tentang anak-anak muda yang turun dari sepeda saat berpapasan dengan orangtua.

Contoh konten buruk, berupa unggahan foto seorang perempuan cantik mengenakan kain kebaya dengan menyertakan caption. ”Bunyi caption postingan itu ’Keyakinan agamamu jangan merusak tradisi, adat dan budaya milik bangsamu’,” ungkap Budhi.

Dari kedua contoh konten tersebut, menurut Budhi, memperlihatkan adanya batasan baik dan buruk dalam bermedia sosial. Untuk itu, pengguna media sosial harus memperhatikan kesehatan fisik dan mental (Toxic Social Media).

”Selain itu, pengguna media sosial juga harus memperhatikan ruang, waktu, dan konten. Karena tidak semua hal kita harus tahu dan diikuti,” tandas Budhi. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X