Mewujudkan Wawasan Keagamaan Melalui Dakwah Digital

infojateng.id - 31 Juli 2021
Mewujudkan Wawasan Keagamaan Melalui Dakwah Digital
Foto dtpeduli.org - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

DEMAK: Penguasaan teknologi turut menjadi tantangan dakwah di era sekarang masa mendatang. Selain teknologi, tantangan dakwah masa kini juga terkait paham keagamaan, sehingga pendakwah mampu mendeseminasikan pemahaman moderasi dalam kehidupan di Indonesia

Ardiansyah, seorang IT Consultant, membeberkan berbagai alasan mengapa dakwah digital penting.

“Dakwah digital diharapkan mampu memenuhi wawasan keagamaan yang benar dan kuat bagi masyarakat umum, khususnya bagi masyarakat pengguna digital,” kata Ardiyansyah saat menjadi narasumber dalam webinar literasi digital bertajuk “Moderasi dan Penanaman Nilai-Nilai Keagamaan Melalui Online” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo bagi warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2021).

Ardiyansyah mengatakan, dakwah digital diharapkan juga dapat menyediakan literatur atau sumber pengetahuan yang benar mengenai wawasan keagamaan.

“Dakwah digital diharapkan pula memberikan dasar pemahaman kepada pengguna untuk berkegiatan di internet dengan baik, benar dan bertanggungjawab,” tuturnya.

Melalui dakwah digital, lanjut Ardiyansyah, juga dapat mengatasi konten-konten negatif seperti berita bohong atau hoaks, konten berisi adu domba, paham sesat, konten literatur yang salah dan menyesatkan.

Dakwah digital juga dapat mengatasi konten-konten yang mengadu domba dengan kedok dakwah keagamaan, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ilmu agama yang murni bagi masyarakat.

Ardiyansyah menambahkan, ada beberapa sasaran subjek yang perlu mengikuti workshop dakwah digital ini. Pertama jelas kelompok ulama, karena ulama selama ini menjadi sumber keilmuan.

“Ulama adalah para pakar dalam keilmuan agama baik dalam hukum maupun perkara, sehingga dapat menghasilkan konten dakwah yang benar dan bertanggungjawab,” kata Ardiyansyah.

Kelompok kedua yang perlu jadi sasaran workshop dakwah digital, yakni da’i atau juru dakwah. Sehingga dalam penyampaian konten memiliki metode dan pemahaman yang lebih menarik. Kelompok ketiga, yakni para santri yang menjadi sumber daya manusia untuk berkembangnya moderasi beragama di masa depan.

“Baik dalam syiar maupun sebagai individu, santri akan memberikan contoh dan perilaku yang baik dalam ruang digital,” kata Ardiyansyah. Adapun kelompok keempat yang juga perlu workshop dakwah digital ini, yakni pesantren dan sekolah berbasis agama. “Sebagai tempat memberikan bekal kepada SDM yang akan menjadi dan penggerak dalam syiar agama,” ujar Ardiyansyah.

“Organisasi keagamaan juga perlu mendapat dakwah digital, karena yang membangun hubungan sosial dan perilaku dalam umat beragama,” lanjut Ardiyansyah.

Soal materi yang diberikan dalam dakwah digital pun, menurut Ardiyansyah, bisa terdiri dari beberapa hal. Khususnya pembekalan umum seperti pengetahuan mengenai hukum dan perundang-undangan terkait pemanfaatan perangkat digital dan internet.

Sedangkan soal komponen dalam dakwah digital yang juga perlu diperhatikan seperti hukum dan perkara menurut agama, konten yang isinya mendesak disampaikan, konten yang memberi referensi dalam berkegiatan yang benar dan bertanggung jawab, keamanan dan proteksi internet juga soal menjaga data privasi dan pribadi.

Sementara itu, dosen sosiologi UGM Yogyakarta Mustogfiroh Rahayu mengatakan, dalam berbagai aktivitas di internet khususnya untuk menguatkan moderasi dan penanaman nilai keagamaan harus memiliki satu kemampuan, yakni tidak terjebak hoaks.

Untuk mengenali sumber informasi itu hoaks atau bukan, Mustogfiroh menyebut ada beberapa tahapan. “Periksa alamat website apakah kredibel atau tidak,” cetusnya. Selain itu, pengguna diharapkan dapat memeriksa halaman situs yang menampilkan informasi tersebut.

“Periksa, apakah ada kalimat yang menyuruh kita membagikan konten atau informasi yang kita peroleh,” kata Mustogfiroh yang menyarankan agar cek di mesin pencari tema berita spesifik yang ingin dicek.

Webinar kali ini juga menghadirkan narasumber lain yakni Kasi Kelembagaan Kementerian Agama Jateng HM Nurkholis dan Kepala MAN Salatiga Handono. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Sudut Pandang
Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Info Jateng   Laporan Khusus
Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Info Jateng   Laporan Khusus   Pendidikan
50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X