Naluri Bertuhan dan Dorongan Manusia Pelajari Ilmu Agama

infojateng.id - 5 Agustus 2021
Naluri Bertuhan dan Dorongan Manusia Pelajari Ilmu Agama
Foto istimewa - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SEMARANG_ – Masa pandemi menggeser belajar agama yang semula dilakukan secara offline menjadi online. Banyak kajian agama dan majelis ilmu yang kini memfasilitasi dirinya dengan portal online. Tidak hanya itu, mereka juga melengkapinya dengan unggahan-unggahan seperti poster, video pendek, hingga dialog interaktif pendek pun sudah demikian banyak bisa ditemukan.

”Lalu pertanyaanya, mengapa kita perlu mendekatkan diri kepada Allah dan mengapa pula perlu belajar agama?” tanya CEO Sempulur Craft Imam Wicaksono pada webinar literasi digital bertema ”Dalami Agama di Dunia Maya” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/8/2021).

Menurut Imam, sesungguhnya ada dua naluri dalam diri manusia, yakni naluri bertuhan dan naluri eksistensi. Keyakinan agama (naluri bertuhan) membuat orang senantiasi menghadirkan Tuhan dalam dirinya. Sedangkan naluri eksistensi menuntun manusia pada aktivitas kehadiran di dunia.

”Manusia ingin selalu tampak hadir dan diakui eksistensinya di dunia. Misalnya dengan cara membuat unggahan-unggahan di media sosial,” jelas Imam di depan 200-an lebih partisipan webinar.

Setidaknya ada tiga dimensi hubungan dalam agama Islam, lanjut Imam Wicaksono. Dimensi hubungan manusia dengan Allah (habluminallah), terwujud dalam ibadah shalat, puasa, dan lainnya. Dimensi hubungan manusia dengan dirinya sendiri, contohnya makan, sandang, bekerja, dan dimensi hubungan manusia dengan sesama manusia (habluminannas),  misalnya bermuamalah yang baik, berorganisasi, bernegara.

Keamanan belajar agama di dunia maya, lanjut Imam, harus berlandaskan sikap adab, amal, dan ilmu. Apalagi Islam mengajarkan untuk selalu memulai aktivitas dengan niat sebagai amalan yang saleh.

Imam menambahkan, adab merupakan poin yang paling penting dan utama dalam belajar ilmu agama. Adab juga akan menjadi semacam rem untuk menjaga kelakuan. Selanjutnya, berhati-hati dalam berdonasi (beramal), cek akun, nomer rekening, dan peruntukan donasi agar tepat sasaran.

”Tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menuliskan komentar di media sosial. Hindari memberi komentar yang menuai banyak tanggapan negatif. Kemudian, hendaknya diam bilamana tidak memahami betul ilmunya,” tegas Imam.

Imam berpesan kepada pengguna media sosial agar senantiasa menampakkan adab yang baik dalam mengajak, menyeru, dan menyampaikan kebaikan. Kemudian, juga istiqamah menuntut ilmu agama dan senantiasa berharap hidayah Allah.

Berikutnya, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Semarang Moch. Fatkhuronji menyatakan, realitas dunia maya membuat akses materi belajar agama mudah didapatkan, sama-sama menjadi pengguna IT, berubahnya peran pendidik (dari sumber belajar menjadi fasilitator), serta berubahnya pustaka cetak pustaka digital.

Untuk belajar agama secara digital, kata Fatkhuronji, harus mengedepankan kaidah ”Al Mukhafadhotu ‘ala Qodimis Sholih Wal Akhdzu Bil Jadidil Aslah” atau prinsip memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.

Menurut Fatkhuronji, ada beberapa prinsip beragama dalam bermasyarakat. Di antaranya, tawasuth (jalan tengah), i’tidal (tegak lurus), tasamuh (toleren), dan tawazun (seimbang).

Tawasuth berarti mengambil jalan tengah, yaitu sikap tidak condong kepada ekstrem kanan (kelompok yang berkedok agama) maupun kelompok ekstrim kiri (kelompok komunis). Tawasuth bisa berarti sikap moderat yang berpijak pada prinsip keadilan serta berusaha menghindari segala bentuk pendekatan dengan thatharruf (ekstrim, keras).

I’tidal adalah sikap tegak dalam arti menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus ditengah-tengah kehidupan bersama. Sedangkan Tasamuh artinya toleran terhadap perbedaan pandangan dalam masalah agama budaya dan adat istiadat.

”Yang terakhir tawazun atau sikap seimbang dalam berkhidmah demi terciptanya keserasian hubungan antara sesama umat manusia dan antara manusia dengan Allah (sering disebut hubungan vertikal dan horizontal),” pungkas Fatkhuronji.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Oony Wahyudi itu, juga menampilkan narasumber M. Fatkhurahman (Pemred Harian Radar Tegal), Amhal Kaefahmi (Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Semarang), dan Saffana Hamidah selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Bupati Semarang Harap Bunda Literasi jadi Energi Baru Ekosistem Literasi

Bupati Semarang Harap Bunda Literasi jadi Energi Baru Ekosistem Literasi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Inspektorat Boyolali Lakukan Gelar Pengawasan Daerah

Inspektorat Boyolali Lakukan Gelar Pengawasan Daerah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Pemkab Boyolali Lakukan Penanaman Pohon Serentak

Pemkab Boyolali Lakukan Penanaman Pohon Serentak

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penurunan Tengkes Bawa Jepara Raih Genting Award 2025

Penurunan Tengkes Bawa Jepara Raih Genting Award 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Bupati Witiarso Ngantor di Mlonggo, Dorong Pengembangan Wisata Terpadu

Bupati Witiarso Ngantor di Mlonggo, Dorong Pengembangan Wisata Terpadu

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
BPS Jepara Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Daerah

BPS Jepara Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Daerah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
17.799 Siswa Madrasah di Jepara Terima Dana PIP, Ini Besarannya

17.799 Siswa Madrasah di Jepara Terima Dana PIP, Ini Besarannya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Resmi Dilantik, Anggota Baru IDI Jepara Komitmen pada Etika dan Kerja Nyata

Resmi Dilantik, Anggota Baru IDI Jepara Komitmen pada Etika dan Kerja Nyata

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Peringati Hakordia 2025, Jepara Perkuat Integritas Publik

Peringati Hakordia 2025, Jepara Perkuat Integritas Publik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Pemprov Jawa Tengah Dukung Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah

Pemprov Jawa Tengah Dukung Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Jepara Dikukuhkan

DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Jepara Dikukuhkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkot Salatiga Salurkan Bantuan untuk Daerah Terdampak Bencana

Pemkot Salatiga Salurkan Bantuan untuk Daerah Terdampak Bencana

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Info Jateng   Laporan Khusus
Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Info Jateng   Laporan Khusus
IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Info Jateng   Laporan Khusus
Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Close Ads X