Implementasikan Budaya Bangsa Ketika Berselancar di Jagat Digital

Implementasikan Budaya Bangsa Ketika Berselancar di Jagat Digital

infojateng.id - 5 Agustus 2021
Implementasikan Budaya Bangsa Ketika Berselancar di Jagat Digital
Foto/avg.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

KEBUMEN – Di era globalisasi kini banyak bermunculan platform media sosial. Hampir setiap orang, mulai dari remaja, anak-anak sampai kalangan orangtua pun sudah pasti mengenal yang namanya facebook, twitter, instagram dan masih banyak lagi yang lainnya. Pengguna media sosial hendaknya mampu memilih-milih jenis media yang akan diikuti. Jangan sampai media sosial justru menjerumuskan kepada hal buruk.

Media sosial bisa memiliki dampak positif sekaligus negatif. Di satu sisi, media sosial bisa menjadi sumber yang kuat untuk mengakses dan menyebarkan berbagai informasi, atau untuk tetap berinteraksi dengan teman-teman.

Akan tetapi, di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi salah satu sumber kepanikan ataupun penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya jika isinya berita hoaks.

Kepala Seksi Tenaga Kependidikan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Siti Mutmainah mengatakan, ada banyak dampak positif dalam bermedia sosial.

Salah satunya, dari sektor pendidikan, media sosial dapat digunakan sebagai sarana proses belajar mengajar untuk mendapat berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan maupun sebagai sumber belajar.

“Media sosial juga dapat memperluas jaringan pertemanan, membangun komunikasi, konektivitas, persahabatan, dan persaudaraan,” kata Siti, pada webinar literasi digital dengan tema ”Dampak Positif Bermedia Sosial”, yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (5/8/2021).

Siti menyatakan, media sosial bisa dimanfaatkan untuk promosi bisnis dan belanja. Menurutnya, media sosial yang mempunyai sifat tidak terikat dengan ruang dan waktu memungkinkan bisnis bisa cepat tumbuh dan berkembang karena promosinya cepat, murah, transaksinya juga tidak harus bertemu.

Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk memberikan dan menggalang bantuan. Ketika ada peristiwa bencana yang membutuhkan bantuan dapat segera meminta dan mendapat bantuan, termasuk menggalang bantuan atau donasi.

Manfaat lain: media sosial juga bisa untuk memerangi kejahatan, misal buronan yang lari dengan menyebarkan fotonya di media sosial dapat membantu aparat mempercepat pencarian.

Sebagai pengguna digital, Siti menekankan agar cerdas dalam bermedia sosial. Adapun beberapa tipsnya yakni pintar mengatur waktu, menghargai orang lain di media sosial, menghargai karya orang lain, tahu fungsi media sosial, dan memfilter informasi yang ada.

Tak kalah penting pula penanaman budaya bermedia sosial, seperti kemampuan membaca, menguraikan, membiasakan, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Sebagai warga negara digital, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk melakukan seluruh aktivitas berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Meski era reformasi membawa banyak perubahan, namun Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mutlak menjadi rujukan dalam berbangsa yang plural,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan narasumber Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen Panut. Menurutnya, dalam bermedia sosial harus selalu mengingat bahwa apa yang ditulis adalah perwakilan dari diri sendiri.

”Tulisan merupakan bentuk dari perwakilan kita saat melakukan proses komunikasi digital. Selain itu jangan dianggap bahwa konten tersebut tidak akan dilihat atau diperhatikan oleh orang lain sehingga membuat kita dengan bebas menginformasikan konten-konten digital tertentu,” ujar Panut didepan 300-an lebih partisipan webinar.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Oony wahyudiitu, juga menghadirkan narasumber Ibnu Novel Hafidz (General Manager Grand Keisha Hotel), Eko Sugiono (praktisi dan trainer internet marketing), dan presenter TV Oka Fahreza selaku key opinion leader. (*)

Tinggalkan Komentar

Mungkin Anda melewatkan ini

Close Ads X