Penanaman Nilai Pancasila pada Pengguna Digital Milenial

infojateng.id - 6 Agustus 2021
Penanaman Nilai Pancasila pada Pengguna Digital Milenial
Foto ditpolkom.bappenas.go.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

KLATEN – Globalisasi yang melahirkan era digital memungkinkan ideologi-ideologi asing masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Masyarakat pun dikhawatirkan mulai lupa sila-sila Pancasila, karena tak pernah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Para pengguna digital sekaligus sebagai warga negara Indonesia pun memiliki kewajiban untuk menjaga Pancasila agar tidak hanyut dalam pergantian zaman di era digital ini. Untuk itu, penanaman nilai-nilai Pancasila pada semua lapisan masyarakat, khususnya generasi milenial sangat penting dilakukan.

Staf Pengajar Sosiologi Fisip UNS, Akhmad Ramdhon mengatakan, budaya digital semestinya diletakkan dalam konteks kebudayaan masyarakat saat ini. Yakni, dilandaskan pada identitas kebangsaan: Pancasila, kebinekaan, toleransi, keberagaman, kerukunan dan keadilan.

“Budaya digital semestinya menjadi bagian dari upaya melestarikan kebudayaan lokal dengan semua bentuk kearifan lokal, keberagaman identitas, promosi seni budaya, hingga merawat perbedaan,” kata Ramdhon dalam webinar literasi digital dengan tema ”Menjadi Masyarakat Pancasila di Era Digital”, yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (5/8/2021).

Menurut Ramdhon, budaya digital juga mengharuskan kemampuan untuk belajar hak-hak digital, termasuk bagi anak, kalangan perempuan maupun individu yang mempunyai keterbatasan atau inklusi.

“Budaya digital juga menuntut sikap positif untuk cerdas berekspresi mengelola data dan informasi publik dan privat maupun berpartisipasi dalam promosi hal-hal positif,” ucapnya.

Narasumber lain, yakni Direktur Buku Langgar, Abdul Rohman mengatakan, tanpa kecakapan yang benar dan bertanggung jawab, teknologi digital bisa menjadi faktor perusak bangsa dan karakter manusia.

Untuk itu, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan kepada masyarakat pengguna digital. Ia mencontohkan pada sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, terkandung keberagaman yang menjunjung tinggi sikap saling menghargai, menghormati, merasakan, dan melindungi satu sama lain.

Lalu sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung sikap adil kepada diri sendiri dan kepada orang lain, merupakan kunci untuk saling menghargai, menghormati, dan merasakan perasaan orang lain.

Sementara pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, bermakna agar dalam bermedia sosial harus senantiasa mendorong dan mengarahkan para penggunanya kepada sikap persatuan antara manusia Indonesia.

Lanjut sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yakni bagi setiap pemeluk agama dan kebijaksanaan adalah pandu utama dalam berdialog antarwarga digital.

”Orientasinya bukan lagi benar dan salah, baik dan buruk. Namun kesepakatan dalam perbedaan menjadi tujuannya,” ucap Abdul Rohman.

Terakhir, sila kelima, Keadilan sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bisa menjadi panduan bersikap: sejak berdirinya negara ini, budaya asli Nusantara adalah budaya gotong royong untuk mencapai keadilan sosial.

”Artinya, memberikan akses dan kesempatan yang sama bagi segenap tumpah darah Indonesia untuk bisa berekspresi di ruang digital tanpa ada paksaan dan gangguan sedikit pun. Sesuai nilai-nilai Pancasila,” papar Abdul Rohman di depan ratusan peserta webinar.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Dannys Citra itu juga menghadirkan Diasma Sandi Swandaru (Pusat Studi Pancasila UGM), Diana Belinda (Enterpreneur sekaligus Digital Trainer & Graphologist), dan influencer Mellynda Alvinia sebagai key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Guru Madrasah Diusulkan Terima Honor Setara UMK, Bupati Jepara Siapkan Rp 25 Miliar

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Pemkab Jepara Bersama UGM Bangun Data Spasial Kembangkan Kawasan Wisata Pesisir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Wisata
RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

RS Baru Bakal Dibangun di Pusat Kota Jepara, Ditarget Beroperasi Tahun 2027

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Close Ads X