Isu Kesenjangan Gender dan Konten Pamer Harta Jadi Masalah Serius Perempuan Indonesia

infojateng.id - 6 Agustus 2021
Isu Kesenjangan Gender dan Konten Pamer Harta Jadi Masalah Serius Perempuan Indonesia
Photo kpi.go.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SEMARANG – Rasanya tak berlebihan kalau ada lembaga riset asing menuding warganet Indonesia yang paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Memang tak keliru. Seperti belum lama ini terjadi, saat artis sinetron Dinda Hauw melahirkan dan memposting status di Instagramnya, ia langsung di-bully. Respons warganet terhadap status Dinda dianggap berlebihan. Arahnya sangat memojokkan.

“Baru sehari ngrasain jadi ibu, pengorbanannya ampuun deh… begadang,” tulis Dinda dalam statusnya, yang sontak membuatnya dibully, ramai dikomentari warganet, termasuk oleh sesama wanita.

Dinda menyebut telah terjadi penyerangan gender. Ada misalnya yang berkomentar, “Emang apa kau pikir? Ibu yang baru lahiran kalau ndak begadang, ngapain? Push up? Ya emang itu derita lu…” Belum lagi kalau kita lihat di media sosial, tidak sedikit komentar di berbagai platform yang meski bercanda kontennya cenderung menyerang gender.

“Ayooo… siapa tahu bedanya McD, KFC dan TikTok? Kalau di McD dan KFC, kita mesti bayar kalau pengen nikmati paha dan dada. Kalau di TikTok, kita bisa nikmati paha dan dada tanpa bayar. Itu bentuk penyerangan juga pada gender tertentu secara digital,” ungkap Yuliana Kristanto, dosen Universitas Diponegoro, saat tampil dalam webinar literasi digital gelaran Kementerian Kominfo untuk warga Kota Semarang, 28 Juni lalu.

Yang jadi masalah, lanjut Yuliana, bentuk penyerangan digital semacam itu ternyata berpengaruh pada minat perempuan untuk mengakses dunia digital. Pemicunya, perempuan merasa tak nyaman dengan konten dan berita medsos mutakhir yang cenderung berisi perundungan. Bullyan.

“Dampaknya pun serius. Data terbaru Kominfo, ternyata baru 20 persen wanita kita yang mau mengakses digital dan baru 5 persen yang mau menjadikan internet sebagai sarana aplikasi untuk menyuarakan aspirasi dan pikirannya di media sosial,” papar Yuliana dalam webinar yang mengusung tema “Menyikapi Kesenjangan Digital Antar Gender dan Kelas Sosial”, yang diikuti ratusan peserta lintas profesi dan generasi.

Yuliana menambahkan, tak cuma soal kekerasan gender, utamanya pada perempuan. Fenomena konten-konten Youtube yang diproduksi misalnya oleh Raffi Ahmad atau Sisca Kohl, yang mempertontonkan makan durian dengan harga jutaan atau makanan mewah lain dengan tagline ‘Mariii kita coba’, itu juga tak pas.

“Pamer harta dan beragam pesona nikmat keduniawian memang diklaim untuk memotivasi penonton. Tapi sebenarnya justru membuat kesenjangan sosial makin dirasakan penontonnya. Ini yang juga perlu diantisipasi implikasinya,” pesan Yuliana.

Dalam webinar yang berlangsung hangat itu, Yuliana tampil dimoderatori Dwiky Nara bersama empat pemateri lain. Yakni, Ilham Faris (konsultan digital safety dari Kaizen Room), Dr. Agustin Rina Herawati (dosen Fisip Undip, Semarang), Dr. Leviana JH Lotulung (dosen Komunikasi Unsram, Manado), dan Virgiana Obeid yang tampil sebagai key opinion leader.

Fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) kini memang menjadi soal serius. Ilham Faris mencatat dengan mengutip data dari LBH Apik tahun 2020. Angka laporan KBGO yang mengakibatkan ancaman, perbuatan tak senonoh hingga mengganggu kemerdekaan, merasa terampas secara online pada gender tertentu sepanjang 2020 sebanyak 307 laporan.

Sementara, dalam laporan Komnas Perempuan, datanya lebih parah. Sepanjang Januari hingga Oktober 2020 saja, sudah 659 laporan. Naik 234 persen dari tahun 2019 yang 281 laporan. “Ini butuh perlindungan serius. Karena, demi kesetaraan gender, wanita juga perlu identitas digital, tapi sekaligus butuh perlindungan serius dalam pengaplikasiannya,” ujar Ilham.

Dalam realitas nyata, seperti dicatat Leviane JH Lotulung, perempuan sebenarnya tidak lagi dominan secara populasi. Mengutip data Sensus Penduduk Indonesia 2020, laki-laki Indonesia jumlahnya sudah lebih banyak hingga lewat 3 juta penduduk.

“Walau memang secara politik di Sulawesi Utara belum pernah ada gubernur perempuan, tapi di pilkada tempo hari kita punya dua calon gubernur perempuan. Itu bukti kesetaraan gender di dunia nyata sudah benar-benar nyata terjadi,” ungkap Leviane.

Jadi? Isu kesenjangan gender dan sosial memang masih jadi masalah serius. Kementerian Kominfo sendiri sudah melakukan banyak langkah peningkatan dan perbaikan. Seperti pernah disampaikan Staf Khusus Bidang Digital dan SDM Kominfo Dedy Permadi dalam sebuah webinar, penggunaan internet untuk perempuan memang masih rendah dan itu menjadi pekerjaan rumah.

“Kalau melihat kesenjangan gender yang terjadi, wajar kalau kini hanya 26 persen perempuan Indonesia yang sadar menggunakan internet dan mau secara kritis mencari informasi terkait hak-haknya. Ini yang masih perlu kita perjuangkan bersama,” ungkap Agustin Rina Herawati dari Undip, memungkasi diskusi. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Penjabat Bupati Batang Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Penjabat Bupati Batang Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polres Jepara Sembelih 5 Ekor Hewan Kurban untuk Dibagikan ke Masyarakat

Polres Jepara Sembelih 5 Ekor Hewan Kurban untuk Dibagikan ke Masyarakat

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Jateng Salat Iduladha dan Kurban di Semarang

Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Jateng Salat Iduladha dan Kurban di Semarang

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati dan Wakil Bupati Sragen Salat Iduladha 1445 H Bersama Ribuan Masyarakat

Bupati dan Wakil Bupati Sragen Salat Iduladha 1445 H Bersama Ribuan Masyarakat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Iduladha, Sekda Jepara Sembelih Sapi di Masjid Baitul Makmur

Iduladha, Sekda Jepara Sembelih Sapi di Masjid Baitul Makmur

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Piala Eropa 2024: Bocoran Starting XI Inggris Vs Serbia, Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang

Piala Eropa 2024: Bocoran Starting XI Inggris Vs Serbia, Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang

Info Jateng   Olahraga
Panitia Diimbau Tidak Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Panitia Diimbau Tidak Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Film Edukasi Bangga Kencana, Jadi Tontonan dan Tuntunan Cegah Stunting

Film Edukasi Bangga Kencana, Jadi Tontonan dan Tuntunan Cegah Stunting

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gebyar PAUD Wujudkan Generasi Anak yang Berakhlakhul Kharimah, Mandiri dan Kreatif

Gebyar PAUD Wujudkan Generasi Anak yang Berakhlakhul Kharimah, Mandiri dan Kreatif

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Prabowo Beli Sapi Rp500 Juta untuk Kurban Iduladha, Ini yang Bikin Sapinya Istimewa!

Prabowo Beli Sapi Rp500 Juta untuk Kurban Iduladha, Ini yang Bikin Sapinya Istimewa!

Info Jateng
Harga Sapi di Batang Melambung, Kambing Jadi Alternatif Berkurban

Harga Sapi di Batang Melambung, Kambing Jadi Alternatif Berkurban

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Fantastis! Sapi Bernama Rossi Terberat di Indonesia Ditawar Rp 500 Juta

Fantastis! Sapi Bernama Rossi Terberat di Indonesia Ditawar Rp 500 Juta

Info Jateng
Amankan Malam Takbir dan Liburan Iduladha, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel

Amankan Malam Takbir dan Liburan Iduladha, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Geram dengan Balapan Liar, Petugas dan Warga Kompak Bentuk Satgas Gabungan

Geram dengan Balapan Liar, Petugas dan Warga Kompak Bentuk Satgas Gabungan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perguruan Islam Darul Falah Gelar Kemah Bakti Masyarakat di Jepara

Perguruan Islam Darul Falah Gelar Kemah Bakti Masyarakat di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Tanpa Robert Lewandowski dan Frenkie de Jong, Ini Prediksi Polandia Vs Belanda di Euro 2024

Tanpa Robert Lewandowski dan Frenkie de Jong, Ini Prediksi Polandia Vs Belanda di Euro 2024

Info Jateng   Olahraga
Man of The Match Partai Italia Vs Albania di Euro 2024: Ancaman Nyata Federico Chiesa

Man of The Match Partai Italia Vs Albania di Euro 2024: Ancaman Nyata Federico Chiesa

Info Jateng   Olahraga
Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2024 Solo

Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2024 Solo

Info Jateng   Olahraga
Target Menembus Papan Atas, PSS Sleman Optimistis Menatap Kompetisi Liga 1 2024/2025

Target Menembus Papan Atas, PSS Sleman Optimistis Menatap Kompetisi Liga 1 2024/2025

Info Jateng   Olahraga
Duet Barcelona – Real Madrid Bantu Spanyol Benamkan Kroasia di Piala Eropa 2024

Duet Barcelona – Real Madrid Bantu Spanyol Benamkan Kroasia di Piala Eropa 2024

Info Jateng   Olahraga
Close Ads X