Fantastis, Kerugian Investasi Online Bodong Capai Rp 114,9 Triliun

infojateng.id - 8 Agustus 2021
Fantastis, Kerugian Investasi Online Bodong Capai Rp 114,9 Triliun
Image merdeka.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANYUMAS – Bagi pengusaha dan calon pengusaha Indonesia, peta dan peluang bisnis serta cara menangkap peluangnya mesti diubah total dengan hadirnya ujian pandemi Covid-19 sejak 17 bulan lalu. Yang menggembirakan, mereka sudah menyadari hal itu.

“Indonesia masuk 10 besar negara di dunia yang warganya optimistis dengan potensi digital. Sebanyak 71 dari 100 orang Indonesia punya optimisme itu. Hal itu sekaligus menjadi gambaran betapa besarnya potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan lewat dunia digital,” begitu picu diskusi yang dilontar brandpreneur Edy S.R saat tampil menjadi pembicara dalam webinar bertajuk “Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital”, yang digelar untuk warga Kabupaten Banyumas, 25 Juni lalu.

Optimisme itu juga ditunjang fakta, lanjut Edy, di mana durasi warganet Indonesia mengakses internet dalam sehari sudah setara dengan jam kerja kantoran, yakni 7,59 jam perhari. “Mestinya ini mengubah mindset para warganet untuk menjadikan main di internet sebagai ngantor dan cari ‘cuan’ alias duit lewat internet, agar aktivitas digitalnya bisa diuangkan,” papar Edy dalam serial webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) itu.

Dipandu presenter Denys Septiana selaku moderator, selain Edy SR juga hadir narasumber lain: Risqika Alya Anwar (konsultan digital safety dari Kaizen Room), Telly Natalia (jurnalis dan penulis), Abbas Firdaus Basuni (director dari Joglo Property) dan Adinda Daffy, entertainer yang tampil sebagai key opinion leader.

Edy menambahkan, potensi memanfaatkan jagat internet untuk bisnis semakin besar, terlebih karena populasi kaum muda yang mencapai 58,81 persen. Inilah gabungan kaum milenial dan generasi alfa yang umumnya lahir dari tahun 1981 s.d 1996 dan kini usianya 24 s.d. 39 tahun.

“Mereka punya kemampuan paling luwes dalam bidang skill digital. Mereka juga pendongkrak ekonomi yang lesu di Indonesia dengan aksi belanja online mereka. Mereka lebih paham transaksinya dan menghidupkan transaksi bisnis dunia online,” ungkap Edy.

Cuma, sekalipun peluang dan cuan di bisnis online kita sangat besar, tetapi ancaman kejahatan di dunia transaksi digital juga tak kalah gede. Meski ketentuan yang mengatur bertransaksi digital di UU ITE cukup jelas, tapi catatan beberapa lembaga menunjukkan: Indonesia tiga tahun terakhir ini masih juga jadi sasaran kejahatan digital dengan korban mengalami kerugian ratusan miliar hingga triliunan rupiah.

Mengutip kompas.com, Abbas Firdaus Basuni mengatakan, kerugian penipuan investasi ilegal di antaranya termasuk penawaran investasi secara online dalam 10 tahun terakhir mencapai Rp 114,9 triliun. Tidak hanya penipuan investasi, kejahatan online melalui medsos dalam beragam bentuk juga makin meningkat. Menurut catatan polisicyber.id (2020), dari Januari 2019 s.d Januari 2020 saja mencapai 1.617 kasus dengan total kerugian Rp 49,92 miliar.

“Masih menurut catatan kompas.com, korban penipuan Grab Toko di tahun 2021 mencapai 980 orang dengan nilai kerugian Rp 17 miliar,” papar Abbas Firdaus, berbagi info untuk saling berhati-hati.

Cuma, mengapa masyarakat masih mudah terkecoh penipuan online dan investasi online yang bodong?

“Memang, selain masih rendahnya literasi kecakapan digital dan praktik investasi keuangan yang masih rendah, juga ditambah masyarakat yang mudah tergiur janji untung besar tanpa repot kelola bisnis yang ribet, serta testamen yang bisa direkayasa dari mereka yang sudah gabung tanpa menimbang aspek keamanan transaksi digitalnya,“ jelas Abbas, prihatin.

Dalam pandangan konsultan digital safety Rizqika Alya Anwar, nafsu pengin untung besar tanpa berhitung keamanan transaksi dan berhitung karena emosi sesaat, mestinya bisa dicegah kalau si korban bisa membentengi dengan sikap mindfull communication. Yakni, mengedepankan etika komunikasi dengan pihak lain di dunia digital yang penuh perhatian dan menetapkan niat positif dan welas asih, bahkan mengedepankan nilai Pancasila dan kedepankan keragaman, juga toleransi pada sesama.

“Kalau itu dipraktikkan, nalar dan emosi dikendalikan dalam berkomunikasi dan bertransaksi dengan orang lain, apalagi yang baru dikenal di dunia digital, maka korban aksi penipuan bisa dihindari,“ ujar Risqika, yakin. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Sudut Pandang
Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Info Jateng   Laporan Khusus
Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Info Jateng   Laporan Khusus   Pendidikan
50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X