Hadapi Bonus Demografi, Milenial Siap Jadi Guru Digital

infojateng.id - 8 Agustus 2021
Hadapi Bonus Demografi, Milenial Siap Jadi Guru Digital
foto kominfo.go.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

GUNUNG KIDUL – Milenial. Kelompok atau kaum itu kini jadi buah bibir. Berkah bonus demografi penduduk Indonesia, mengacu hasil Sensus Penduduk 2020, dari 274 juta populasi penduduk saat ini ternyata 33,5 persen adalah generasi milenial. Siapa generasi milenial? Mereka yang terlahir dari tahun 1982 sampai 1997, artinya mereka yang kini berusia sekitar 24 sampai 39 tahun.

“Mereka adalah generasi yang dinamis, sangat sadar dan paling menguasai skill digital. Sebab, mereka lahir dan tumbuh di saat ‘booming’ digital sedang berkembang,” ucap Fahriy Dinarsyah, founder lokalin.id, saat tampil dalam webinar bertopik “Milenial sebagai Guru Literasi Digital”. Webinar yang merupakan bagian dari program nasional Indonesia Makin Cakap Digital tersebut digelar oleh Kementerian Kominfo bersama Debindo untuk masyarakat Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, 28 Juni lalu.

Fahriy melanjutkan, kelebihan kemampuan dan penguasaan skill digital pada kelompok milenial, mestinya dijadikan sebagai peluang dan tantangan untuk menjadi pendidik dengan visi masa depan buat masyarakat yang lebih luas.

Ujian pandemi yang saat ini terjadi, lanjut Fahriy, mestinya menjadi momentum bagus buat generasi milenial untuk bisa tampil memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Khususnya dengan hadirnya pendidikan kecakapan digital buat masyarakat. Saatnya juga milenial tampil menjadi guru masyarakat yang ingin menambah wawasan lebih luas, tanpa batas waktu dan ruang.

“Inilah momentum pemanfaatan digital untuk memajukan masyarakat yang terpuruk karena pandemi untuk belajar segala keterampilan dan wawasan. Kini, dengan digitalisasi, bisa diwujudkan tanpa terbatas ruang kelas dan jadwal waktu belajar. Kapan saja masyarakat bisa belajar dan di mana saja, sambil apa saja. Asal ada ponsel dan akses jaringan ke web, segala macam konten bisa diberikan. Masyarakat bisa belajar multi wawasan,” papar Fahriy.

Apa yang perlu diperhatikan generasi milenial kalau ingin berperan menjadi guru masyarakat yang bisa memberikan multi informasi dan manfaat?

Menurut Dr. Delly Maulana, pemateri lain, dosen Universitas Serang Raya, ada tiga peran penting yang mesti dikelola oleh milenial.

Pertama, interaksi. Pilih model interaksi dua arah dengan membuat pola komunikasi efektif. Tetapi akan lebih banyak manfaat kalau milenial membuat konten-konten positif yang bisa ditonton massal lewat beragam medsos di Youtube atau Tiktok. Misal, beragam ilmu beternak dan pertanian modern atau ilmu desain web yang bisa diaplikasikan mudah di rumah oleh remaja dan pengangguran.

“Itu akan membuat peran kedua, partisipasi. Yakni, merangsang keterlibatan dan peran serta masyarakat lebih banyak. Sehingga bisa mewujudkan peran ketiga, kolaborasi. Yakni, kerja digital lintas generasi untuk kerja bareng yang lebih bermanfaat di skala kampung, desa bahkan antarwilayah. Dengan kelebihan teknologi digital, hal itu lebih mudah diwujudkan. Bikin pelatihan, kursus bahasa, dan beragam potensi pekerjaan masa depan yang bisa ditonton dan diajarkan lewat medsos, yang kini banyak pilihan aksesnya,. Cukup dari ponsel dan belajar di mana saja,” ujar Delly.

Dalam webinar tersebut, selain Fahriy dan Delly, juga tampil pemateri lainnya: Sri Astuty (dosen Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin), Dr. Krismartini (dosen Universitas Diponegoro Semarang), juga menampilkan key opinion leader seorang travel blogger Decky Try, serta Mafin Risqi selaku moderator.

Hal lain yang juga perlu diwaspadai, dan ini mesti diajarkan generasi milenial pada lingkungan masyarakat di masa kini adalah ancaman kejahatan digital. Jangan sampai anak-anak dan remaja sampai tercandu game online dan judi online. Di banyak daerah, keduanya menjadi problem rumah tangga serius. Anak kecanduan game dan bapaknya kecanduan judi online sampai menjual segalanya.

“Generasi milenial mesti tampil mengedukasi. Karena ke depan kecakapan digital yang mestinya ingin kita wujudkan adalah yang positif, mencerdaskan, bermanfaat, dan makin menyejahterakan semua masyarakat. Sehingga diharapkan akan menjadikan Indonesia lebih sejahtera dengan pemanfaatan beragam peluang positif kecakapan digital dengan peran aktif generasi milenial,” ujar Sri Astuty optimistis, memungkas diskusi. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Bupati Semarang Harap Bunda Literasi jadi Energi Baru Ekosistem Literasi

Bupati Semarang Harap Bunda Literasi jadi Energi Baru Ekosistem Literasi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Inspektorat Boyolali Lakukan Gelar Pengawasan Daerah

Inspektorat Boyolali Lakukan Gelar Pengawasan Daerah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Pemkab Boyolali Lakukan Penanaman Pohon Serentak

Pemkab Boyolali Lakukan Penanaman Pohon Serentak

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penurunan Tengkes Bawa Jepara Raih Genting Award 2025

Penurunan Tengkes Bawa Jepara Raih Genting Award 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Bupati Witiarso Ngantor di Mlonggo, Dorong Pengembangan Wisata Terpadu

Bupati Witiarso Ngantor di Mlonggo, Dorong Pengembangan Wisata Terpadu

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
BPS Jepara Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Daerah

BPS Jepara Dorong Penguatan Data untuk Pembangunan Daerah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
17.799 Siswa Madrasah di Jepara Terima Dana PIP, Ini Besarannya

17.799 Siswa Madrasah di Jepara Terima Dana PIP, Ini Besarannya

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Resmi Dilantik, Anggota Baru IDI Jepara Komitmen pada Etika dan Kerja Nyata

Resmi Dilantik, Anggota Baru IDI Jepara Komitmen pada Etika dan Kerja Nyata

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Peringati Hakordia 2025, Jepara Perkuat Integritas Publik

Peringati Hakordia 2025, Jepara Perkuat Integritas Publik

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Pemprov Jawa Tengah Dukung Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah

Pemprov Jawa Tengah Dukung Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Jepara Dikukuhkan

DPC Macan Asia Indonesia Kabupaten Jepara Dikukuhkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkot Salatiga Salurkan Bantuan untuk Daerah Terdampak Bencana

Pemkot Salatiga Salurkan Bantuan untuk Daerah Terdampak Bencana

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Info Jateng   Laporan Khusus
Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Info Jateng   Laporan Khusus
IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Info Jateng   Laporan Khusus
Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Close Ads X