Pendidikan Digital sebagai Alternatif di Masa Depan

infojateng.id - 9 Agustus 2021
Pendidikan Digital sebagai Alternatif di Masa Depan
Foto ayosemarang/humas pemkot bandung - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SEMARANG – Fakta menarik pengguna internet di Indonesia ialah: 33,5 persen milenial dan 29,9 persen generasi Z; 338,2 juta perangkat mobile terkoneksi Internet (124 persen populasi); 175,4 juta pengguna (64 persen populasi), 160 juta pengguna aktif media sosial (59 persen populasi).

Dengan komposisi seperti itu, sudah seharusnya masyarakat tidak cukup hanya mampu mengoperasikan berbagai perangkat TIK dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi juga harus bisa mengoptimalkan penggunaannya untuk sebesar-besar manfaat bagi dirinya dan orang lain.

”Seorang pengguna yang memiliki kecakapan literasi digital yang bagus tidak hanya mampu mengoperasikan alat, melainkan juga mampu bermedia digital dengan penuh tanggung jawab,” ujar Co-Founder Localin Fakhriy Dinansyah pada webinar literasi digital yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/8/2021).

Dalam webinar bertajuk ”Menjadi Cerdas di Era Digital”, Fakhriy mengungkapkan, layaknya dunia fisik di sekitar kita, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pahami agar tidak tersesat dalam dunia digital. Media digital misalnya, memungkinkan munculnya interaksi yang menimbulkan diskusi. Tidak seperti media konvensional yang lebih searah.

Apa saja yang bisa dilakukan? Dengan media digital kita bisa membangun digital present, misalnya membangun personal branding, berbagi apa yang menjadi keinginan kita, hingga menumpahkan apa yang menjadi uneg-uneg diri kita. Selain itu juga bisa membuat engagement di media sosial, seperti berkolaborasi maupun membuat dukungan.

”Bisa juga untuk meningkatkan skill agar bisa memberi dan informasi yang kredibel, dengan cara mengikuti kelas atau kursus, belajar dari orang lain,” tutur pengajar komunikasi strategis Universitas Multimedia Nusantara itu.

Menurut Fakhriy, pendidikan digital harus dilihat sebagai kekuatan dan peluang. Beberapa penelitian menyebutkan, di masa depan pendidikan digital (online) akan semakin diminati karena fleksibilitasnya. Metode online tercipta sebagai solusi & inovasi, bukan beban. Apalagi, pandemi menjadi momentum yang ’memaksa’ dunia akademis terbiasa dengan metode online.

”Selain itu, biaya yang dikeluarkan dalam pendidikan online semakin rendah seiring perkembangan teknologi di samping konektivitas internet di Indonesia semakin luas dan cepat,” jelas Fakhriy.

Fakhriy menambahkan, pendidikan online juga memberikan aksesibilitas lebih kepada difabel, sehingga inklusivitas bisa lebih mudah tercapai, dan memungkinkan pendidikan berkualitas tinggi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan dengan beragam latar belakang.

”Satu lagi, pendidikan online akan memberikan kesempatan bagi akademisi maupun filantropis berbagi ilmu dan pengetahuan,” pungkas Fakhriy

Sesuai tema, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Juair bicara hak dan tugas anak dalam dunia digital. Hal ini mengingat, berdasarkan data APJII terbaru, anak-anak menempati porsi 25,42 pesen dari keseluruhan pengguna internet di Indonesia: Usia 5-12 tahun (7,93 persen), 13-15 tahun (7,86 persen), dan 16-18 tahun (9,66 persen).

Juair menyatakan, tugas penting anak remaja di antaranya adalah mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep tentang
kehidupan bermasyarakat. Tugas lainnya, yakni belajar memiliki peranan sosial dengan teman sebaya, mencapai kebebasan dari ketergantungan terhadap orangtua.

”Anak remaja juga harus mempersiapkan diri untuk menentukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesanggupannya, serta mendapatkan penilaian bahwa dirinya mampu bersikap tepat sesuai dengan pandangan ilmiah,” lanjut Juair.

Sedangkan hak digital anak ialah meliputi berinteraksi dan berpartisipasi dalam ruang digital, pemanfaatan internet secara intensif untuk berbagai urusan, termasuk pendidikan, dan membuka akses anak pada lanskap digital.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Bella Ashari itu, juga menghadirkan narasumber Aditia Purnomo (Direktur Penerbit Buku Mojok & Penulis Lepas), Mohamad Solichin (Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Semarang), dan Top 6 Mister Global Internasional 2019 Herman YC selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X