Merdeka Belajar di Era Digital dengan Active Learning

infojateng.id - 12 Agustus 2021
Merdeka Belajar di Era Digital dengan Active Learning
Foto disdik.balikpapan.go.id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANTUL – Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggelar webinar literasi digital untuk masyarakat Kabupaten Bantul, DIY. Digelar Kamis (12/8/2021) hari ini, diskusi virtual tersebut mengusung tema “Pendidikan Online: Era Baru Merdeka Belajar”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi digital yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2021 sebagai upaya mendukung percepatan transformasi digital.

Melalui program yang dilaksanakan secara serentak itu pemerintah menanamkan empat pilar literasi digital: digital culture, digital ethics, digital skill, dan digital safety, masyarakat Indonesia. Harapannya masyarakat dapat meningkatkan kecakapan penggunaan dan pemanfaatan teknologi.

Bersama Oony Wahyudi sebagai moderator diskusi, empat pemateri dihadirkan dalam meluaskan wawasan berliterasi digital khususnya dalam hal pendidikan. Mereka adalah Yati Utami (Kepala SMAN 1 Sewon), Arie Sujito (dosen Sosiologi Fisipol UGM), Sunaji Zamroni (peneliti Alterasi Indonesia), dan Anggraini Hermana (praktisi pendidikan). Dalam diskusi virtual ini juga hadir Ngadiya (ketua MKKS Bantul) sebagai key opinion leader.

Sunaji Zamroni menyampaikan, model pembelajaran di era digital sudah banyak berubah, apalagi dengan konsep merdeka belajar. Guru atau pendidik lebih berperan sebagai fasilitator daripada instruktor. Konsep merdeka belajar di era digital dapat dilakukan melalui virtual learning dengan video conference ataupun video pembelajaran yang dapat diakses kapan pun.

Namun dalam penggunaan teknologi dan internet untuk pembelajaran, hal yang perlu diperhatikan adalah keamanan digital. Yaitu proses untuk memastikan bahwa dalam menggunakan layanan digital, baik secara daring maupun luring, berlangsung secara aman dan nyaman.

“Kompetensi keamanan digital itu pengguna harus mampu mengenali yang disebut platform digital dan platform belajar, mampu mempolakan dan menerapkan cara-cara mengenali stock of knowledge platform digital. Mampu menganalisis dan punya kesadaran berdigital,” jelas Sunaji kepada hampir 300 peserta diskusi.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam memberikan proteksi digital adalah memberikan pengamanan pada perangkat digital dan identitas digital. Waspada penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan paham keamanan digital bagi anak.

Sejatinya, perangkat digital sudah didesain secara aman tetapi fitur pada perangkat keras dan perangkat lunak sering tak dipahami atau diabaikan.
Mengamankan perangkat digital dengan memasang password, fingerprint atau face authentication. Proteksi perangkat lunak dengan find my device, backup data, memasang antivirus, enkripsi data dan shredder.

“Identitas digital dan data pribadi juga menjadi hal penting dalam hal keamanan digital. Ada identitas yang terlihat seperti nama akun, foto, dan bio, identitas tersebut lebih baik dilakukan secukupnya dengan tidak menambahkan informasi yang sifatnya pribadi. Karena publikasi data yang berlebihan bisa mengarah pada kemungkinan disalahgunakan orang lain,” jelasnya.

Memahami rekam jejak digital penting dalam menjaga keamanan. Sebab apa pun kegiatan yang dilakukan di ruang digital terekam dan diabadikan secara digital. Maka, penting memikirkan jejak apa yang akan kita tinggalkan dan efeknya di kemudian hari.

Bisa jadi jejak yang kita tinggalkan menjadi bahan data yang disalahgunakan untuk tindak penipuan digital. Penipuan digital beragam jenis dan modusnya, scam yang memanfaatkan kondisi kelengahan pengguna, phising yang menjebak perubahan informasi data, spam dan juga hacking atau peretasan.

“Selain itu menghindari ancaman keamanan digital dengan mempelajari alat dan platform digital yang digunakan. Membatasi penggunaannya serta menerapkan kata sandi untuk setiap layanan, melindungi perangkat digital, dan mengenali email phising,” tutupnya.

Sementara itu, pemateri berikutnya Anggraini Hermana menjelaskan tentang merdeka belajar di era digital merupakan reformasi pembelajaran yang mengacu pada active learning. Siswa dituntut aktif dalam memecahkan masalah dan menemukan solusi. Konsepnya adalah mengembangkan pola pikir anak agar mampu berpikir kritis dan mempunyai kemampuan analisis yang baik.

Revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan mengajak pendidik untuk berinovasi, bagaimana siswa mampu mengembangkan minat dan bakat dan mampu mengaplikasikan teori menjadi sebuah hasil yang nyata.

“Untuk mendukung merdeka belajar, skill digital yang diperlukan adalah kecakapan literasi digital baik itu soft skill maupun hard skill. Kreatif merancang konsep belajar dan mengoptimalisasi ruang bebas digital. Beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya sebagai media pembelajaran. Menerapkan sistem pembelajaran tematik dan menggunakan metode belajar active learning,” terang Anggraini.

Menurutnya, dengan meningkatkan kecakapan literasi digital dapat menciptakan era baru merdeka belajar dalam ruang digital yang inovatif dan menyenangkan. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Wisata
Warga Batang Diimbau Rayakan Nataru Secara Sederhana

Warga Batang Diimbau Rayakan Nataru Secara Sederhana

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X