Penyebab Munculya Paham Intoleran dan Radikal

infojateng.id - 13 Agustus 2021
Penyebab Munculya Paham Intoleran dan Radikal
foto hariansib.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

CILACAP –Pengguna digital perlu waspada terhadap berbagai informasi di dunia maya yang berkaitan dengan konten agama. Kemudahan mengakses informasi di dunia maya memang menyenangkan, karena kepraktisan dan kecepatannya. Namun di satu sisi juga dapat disalahgunakan oknum untuk memberikan pemahaman yang salah pada masyarakat.

“Ingat, ketika kita belajar agama dari dunia maya, misalnya mencari sumber dari mesin pencari seperti Google, kita tidak bisa mengontrol informasi yang akan disuguhkannya, mana yang benar mana yang salah,” kata Direktur Lembaga Survei IDEA Institute Indonesia Jafar Ahmad saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema ‚ÄĚDalami Agama di Dunia Maya” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (12/8/2021).

Jafar mengungkapkan, ajaran-ajaran salah soal agama begitu mudah disebarkan melalui media internet. Jafar pun merujuk satu terminologi menarik yang dilontarkan pendiri Rumah Fikih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat. Ustaz Ahmad Sarwat menyoroti fenomena orang-orang yang belajar agama dari dunia maya ini dalam bukunya yang berjudul ‘Mengaji Lewat Google’.

Dalam sorotannya, Ustaz Ahmad Sarwat menilai mengaji atau menimba ilmu agama seharusnya melalui sumber rujukan ilmu yakni para ulama. “Media untuk menimba ilmu sebaiknya buku, narasumbernya para ulama, dan perlu guru pendamping,” kata Jafar.

Belajar agama dari internet, lanjut Jafar, ketika tak diimbangi dengan guru tetap dan pengajian maka ada dua kemungkinan yang terjadi, meski akhirnya tetap sama-sama kelar.

Pertama, ketika belajar dari dunia maya tanpa guru pendamping dan pengajian, jika kebetulan sumber rujukannya itu benar, maka juga akan bercabang. Apakah benar yang dimaksud menurut mayoritas muslim atau benar menurut pribadi dan kelompoknya.

Jika sumber dari internet itu kebetulan benar menurut mayoritas muslim, tutur Jafar, selanjutnya tidak akan bisa interaksi dengan ustadz sehingga akhirnya banyak bingung dan ragu. Lalu mulai muncul banyak perdebatan, kemudian tidak belajar adab dan ukhuwah dan akhirnya kelar sendiri.

“Kalau sumber itu benar menurut pribadi atau kelompoknya, maka tidak akan objektif, lalu jadinya merasa diri paling benar dan akhirnya kelar,” tegas Jafar. Sedangkan jika sumber dari internet itu salah, maka otomatis langsung kelar dan tersesat menjadi radikal.

“Berbeda halnya jika belajar agama dari internet, namun juga dibarengi memiliki guru pendamping dan aktif pengajian. Dia akan punya filter dan benteng keilmuan, mau belajar adab dan ukhuwah dan akhirnya ke jalan yang benar,” kata Jafar.

Jika hanya belajar agama lewat dunia maya, berpotensi membuat orang melakukan hal-hal yang justru bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri.

“Faktor yang membuat orang menjadi intoleran dan radikal, bisa disebabkan karena proses belajar, akses internet untuk pengetahuan agama, ketidakefektifan organisasi agama dalam merangkul, dan juga persepsi tentang kinerja pemerintahan,” tegas Jafar.

Narasumber lain dalam webinar itu, Kepala Kantor Kemenag Cilacap Imam Tobroni mengatakan, etika menuntut ilmu — merujuk ajaran Syaikh Az Zarnuji — ada beberapa yang perlu diperhatikan.

“Pertama soal kecerdasan dalam menyerap, kedua kesungguhan atau ada kemauan keras, ketiga kesabaran, keempat biaya, kelima perlunya bimbingan guru, dan keenam proses yang lama,” kata Imam.

Imam pun mengakui sering mendapat keluhan, banyak guru berharap pemerintah segera mengizinkan pengajaran tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan di masa pandemi ini. “Oleh sebab itu saya minta bersabarlah dulu,” ujar Imam.

Webinar yang dimoderatori Amel Sanie ini juga menghadirkan dua narasumber lain yakni Nurul Hajar Latifah (aktivis Iman Klaten) dan Arfian (dosen dan konsultan SDM), serta Tommy Boly selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X