Awas Radikalisme Sasar Generasi Muda, Milenial harus Kritis

infojateng.id - 15 Agustus 2021
Awas Radikalisme Sasar Generasi Muda, Milenial harus Kritis
Foto. conveyindonesia.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

GROBOGAN – Media sosial merupakan sarana paling efektif bagi orang yang ingin menyebarkan paham radikalisme. Hal ini karena penggunanya banyak dan mencakup semua usia, mudah dibuat dan menyebarkannya, tak ada pengawasan yang ketat, dan media sosial bisa menerima jenis variasi fitur konten.

Demikian rangkuman pendapat seorang digital marketing strategist Femikhirana Widjaya tentang radikalisme digital pada webinar literasi digital bertajuk ”Antisipasi Radikalisme Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (13/8/2021).

Femikhirana kemudian mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Deputi VII Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto di media massa terkait pola penyebaran radikalisme melalui media sosial yang menargetkan anak muda.

”Bahkan, saat ini banyak bertebaran konten yang memuat cara-cara membuat bom, agitasi, rekrutmen, teknik penyerangan, teknik gerilya kota, maupun praktik langsung membuat bom yang tersebar di media sosial,” jelas Femikhirana.

Konten-konten itu, lanjut Femikhirana, utamanya menyasar anak muda berusia 17-24 tahun. Padahal, banyak konten yang beredar di media sosial adalah hoaks. Masifnya penyebaran hoaks akan mempengaruhi jiwa anak muda yang labil dan tidak kritis, sehingga mereka melakukan langkah-langkah intoleren yang berujung pada tindakan radikal hingga mengarah ke terorisme.

Femikhirana mengatakan, maraknya konten radikal dikuatkan oleh survei yang dilakukan BNPT terbaru yang menyatakan 80 persen generasi milennial rentan terpapar radikalisme. Hal ini menjadi catatan serius mengingat generasi milennial cenderung menelan mentah-mentah informasi yang didapat, tidak melakukan cek, ricek, dan kroscek.

”Dan sikap intoleren ini biasanya muncul pada generasi yang tidak kritis dalam berpikir. Penyebaran radikalisme melalui media sosial menjadi menarik bagi generasi muda lantaran mereka berada pada usia yang rawan, butuh jati diri dan eksistensi,” tegas Femikhirana.

Femikhirana menambahkan, dalam melakukan penyebaran paham radikal tersebut, biasanya dibumbui dengan narasi nasionalisme, propaganda dikemas dengan narasi ketidakadilan, hingga pesan-pesan yang sifatnya ajakan maupun kesesatan pikir bahwa tatanan sosial saat ini perlu dibenahi.

”Bersyukur, Kominfo telah mengeluarkan pengumuman penegasan komitmen dalam menindak konten redikalisme terorisme mulai dari pemblokiran akun maupun konten hingga mendorong publik melaporkan konten radikal terorisme melalui kanal pelaporan yang sudah disiapkan,” pungkas Femikhirana.

Narasumber lainnya dalam diskusi ini, Kepala MAN 4 Kebumen Muhamad Siswanto memaknai radikalisme sebagai paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham yang menginginkan adanya perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan, atau sikap ekstrem dalam aliran politik.

”Radikalisme adalah satu langkah pendek menuju terorisme. Sedangkan
terorisme adalah tindakan kriminal yang didasarkan atas pemahaman radikal. Namun, pemahaman radikal tidak selalu menghasilkan aksi terorisme, tetapi aksi terorisme selalu berakar dari pemahaman atau ideologi radikal,” jelas Siswanto.

Siswanto mengatakan, pemahaman agama yang parsial dan tidak kaffah bisa menjadi sebab masuknya radikalisme. Selain itu, pemahaman agama eksklusif, lemahnya semangat nasionalisme, rendahnya kepedulian masyarakat turut berpengaruh terhadap masuknya paham radikalisme.

Siswanto menambahkan, sesungguhnya tak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan kekerasan. Meski begitu beberapa langkah antisipasi perlu dilakukan untuk mencegah radikalisme dengan meyakini bahwa Islam adalah agama yang rahmatal lil alamin, tasamuh dalam media digital, menumbuhkan nilai cinta Tanah Air, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam dunia nyata maupun maya.

Webinar yang dipandu moderator presenter Fikri Hadil itu, juga menghadirkan narasumber Prasidono Listiaji (pemimpin redaksi agendaindonesia.com dan konsultan media), Septa Dinata (Researcher Paramadina Public Policy), dan Shafinaz Nachiar selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

KIP Apresiasi Komitmen Gubernur Luthfi terhadap Keterbukaan Informasi di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Wagub Jateng: KH Raden Asnawi Sosok yang Mampu Warnai Kehidupan Spiritual di Kudus

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Sudut Pandang
Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Satpol PP Jepara dan Tim Gabungan Lanjutkan Operasi Rokok Ilegal

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Jepara Menerima Apresiasi WBTb 2025 dari Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Kabupaten Banggai Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Jalan Menuju Benteng Portugis dan Tempur Jadi Mulus, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Bupati Witiarso Cek Pembangunan Irigasi, Perkuat Progam Ketahanan Pangan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Keluarga Besar Kodim 0719 Jepara Lepas Letkol Khoirul Cahyadi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Gubernur Luthfi: Inti Pelayanan Publik adalah Kesetaraan dan Kepuasan Masyarakat

Info Jateng   Laporan Khusus
Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Kondisi Rusunawa Juwana Masih Sepi Penghuni, Baru Terisi 30 Persen

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Terbanyak Sumbang WBTbI Se-Indonesia, Jateng Raih Penghargaan Kemenbud

Info Jateng   Laporan Khusus
Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Jawa Tengah Borong Anugerah Data Pendidikan 2025

Info Jateng   Laporan Khusus   Pendidikan
50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

50 Kelompok Seni di Boyolali Ikuti Peningkatan Kapasitas

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Bupati Boyolali Mutasi Ratusan Guru dan Kepala Sekolah, Ada Apa?

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan   Pendidikan
Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Proyek KPBU PJU Masuki Tahap Penyiapan Transaksi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Ini 8 Fokus Perhatian Jepara Jelang Nataru

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Pemanfaatan LSD-LP2B Diatur Ketat, Ganti Rugi Jadi Syarat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Pengelola Lingkungan Hidup di Boyolali Raih Abhinawa Anugraha

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Polres Batang Luncurkan Chat Pak Polisi dan Ngobrol Kamtibmas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X