Meningkatkan Produktivitas Melalui Enam Kemampuan Literasi Dasar Siswa

infojateng.id - 19 Agustus 2021
Meningkatkan Produktivitas Melalui Enam Kemampuan Literasi Dasar Siswa
Siswa membaca di perpustakaan, foto beritamagelang. id - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BANTUL – Era revolusi industri 4.0 identik dengan pesatnya kemajuan teknologi, utamanya internet. Penggunaan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat perlu berupaya untuk meningkatkan pemahaman tentang bagaimana menggunakan produk digital dengan penuh tanggung jawab.

Selain itu juga mampu mengambil manfaat dan peluang dari informasi yang tersedia di internet. Pengguna internet pun harus dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan manfaat dan kegiatan yang mereka lakukan pada platform digital. Upaya ini perlu dilakukan sejak dini, terlebih kini anak-anak juga mulai menggunakan internet.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Bidang Akademik STAI Khozinul Ulum Blora, Ahmad Syaifulloh, dalam webinar literasi digital dengan tema ”Meningkatkan Produktivitas Pembelajaran Sekolah Melalui Literasi Digital” yang digelar Kementerian Kominfo dan Debindo untuk warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (18/8/2021).

Ahmad mengatakan, wabah pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan pada dunia pendidikan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Menurutnya, perubahan yang signifikan ini adalah ditutupnya sekolah dan berpindahnya kegiatan belajar mengajar menggunakan platform digital atau online learning.

Ahmad mengungkapkan, untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas online learning, upaya meningkatkan literasi digital mendesak dilakukan. ”Lebih jauh lagi penguasaan literasi digital yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa secara individu dan kualitas pendidikan nasional,” katanya.

Adapun elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital yakni: kultural: pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital. Lalu kognitif, yakni daya pikir dalam menilai konten.

Kemudian konstruktif, yakni reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual. Disusul komunikatif, yakni memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia digital. Selanjutnya, kepercayaan diri yang bertanggung jawab; kreatif melakukan hal baru dengan cara baru serta krisis dalam menyikapi konten, dan bertanggung jawab secara sosial.

Ahmad Syaifulloh menambahkan, dalam konteks produktivitas pembelajaran, ada tiga unsur penting di dalamnya. Pertama, efektivitas, yang dijadikan sebagai nilai dari ketepatan dalam memilih cara untuk melakukan pembelajaran agar bisa mencapai target.

Kedua, efisiensi, yang digunakan untuk menilai ketepatan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara menghemat sumber daya yang ada. Ketiga, kualitas, yang akan menyatakan seberapa jauh tingkat pemenuhan atas berbagai persyaratan, spesifikasi, dan tujuan pembelajaran.

Dalam konteks pendidikan, Ahmad mengatakan, untuk menyikapi begitu maraknya pemanfaatan perangkat digital pada ranah pendidikan, Kemendikbud telah mengemasnya lewat kebijakan implementasi gerakan literasi digital sekolah (LGS).

Terkait dengan LGS, terdapat enam kemampuan literasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Yakni, literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

”Keenam literasi tersebut harus dapat dimiliki oleh setiap siswa melalui fasilitasi program kreatif dan inovatif yang diformulasikan oleh sekolah,” kata Ahmad di depan lebih dari 200 partisipan webinar.

Lantas, bagaimana sekolah mengimplementasikan literasi digital? Langkah yang harus diimplementasikan oleh setiap pemangku kebijakan sekolah, yakni melakukan pengontrolan yang ketat terhadap siswa sehingga mereka dapat memanfaatkan perangkat digital dengan bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.

”Pengontrolan tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata. Tetap harus dapat dukungan dari setiap orangtua siswa dan masyarakat. Melalui langkah tersebut, siswa dapat diarahkan hanya memanfaatkan perangkat digital untuk proses pembelajaran, pencarian informasi dan hal positif lainnya,” kata dia.

Ahmad Syaifulloh menyebut strategi untuk meningkatkan produktivitas belajar siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, belajar dengan menggunakan multimedia, memperbanyak diskusi. Menulis artikel atau buku, mengaplikasikan teori dalam kehidupan nyata dan mencari cara yang paling nyaman untuk belajar.

Narasumber lain, Head of Operation PT Cipta Manusia Indonesia, Rizqika Alya Anwar mengatakan, pendidikan di era digital saat ini merupakan pendidikan yang harus mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ke dalam seluruh mata pelajaran.

”Dengan berkembangnya pendidikan era digital, maka memungkinkan siswa mendapatkan pengetahuan yang berlimpah ruah serta cepat dan mudah,” ujarnya.

Adapun kelebihan pembelajaran secara online dibandingkan dengan cara konvensional, yakni waktu dan tempat lebih efektif. Selain itu, siswa bisa langsung mengikuti proses belajar dari rumah.

Berikutnya, siswa tidak hanya bergantung pada guru, tapi juga bisa belajar untuk melakukan riset sendiri melalui internet. Kelebihan lain, siswa otomatis dilatih untuk bisa menguasai teknologi informasi yang terus berkembang.

”Selain itu juga menumbuhkan kesadaran pada siswa bahwa gawai bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan mencerdaskan. Tidak hanya untuk bermain media sosial dan game,” ucapnya.

Diskusi virtual yang dipandu oleh moderator Bunga Cinka itu juga menghadirkan narasumber Guru SMAN 1 Bantul Yanti Wijiastuji, dan dosen Prodi Ilmu Komunikasi UMY & Ketua BPC Perhumas Yogyakarta Aswad Ishak, serta Ketua MKKS Kabupaten Bantul, Ngadiya sebagai key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Warga Cilacap Bisa Lapor ke Bupati Lewat e-LaporBup

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Dampingi Kunker Jokowi, Bupati Yuni Minta Proyek APBN di Sragen Tak Dikurangi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Cegah Judi Online, HP Personel Polres Jepara Diperiksa Propam

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Perluasan Areal Tanam 2024, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Alsintan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Posyandu ILP RW 21 Kelurahan Sidanegara Diresmikan

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Jangan Remehkan, Konten Lokal yang Menarik Bisa Jadi Berita Menasional

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Sejumlah Pabrik Lakukan PHK, Pemprov Pastikan Sektor Industri di Jateng Tetap Kondusif

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Jateng Dapat 4.350 Pompa Air, Pj Gubernur : Bisa Tambah Area Tanam Padi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Digelar 5 Hari, Purworejo Fair 2024 Raup Omzet Rp2,3 Miliar

Eks Karesidenan Kedu   Info Jateng
Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Pengairan Lahan Pertanian di Klaten Tercukupi Berkat Bantuan Pompa Air dari Pemerintah

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Pertahankan WTN, Pj Bupati Jepara Dorong Inovasi Transportasi Umum

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Menggali Potensi dan Tantangan Sejarah, Pariwisata, dan Inisiatif Kesehatan Masyarakat Kotawaringin Barat

Info Jateng   Kesehatan
Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Polres Jepara Gelar Anjangsana ke Purnawirawan, Warakauri Hingga Personel TNI-Polri yang Sakit

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Dukung Ahmad Luthfi Maju Pilkada Jateng 2024, Relawan di Jepara Gelar Konsolidasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Politik
Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Serap 800 Liter, Pj Bupati Batang Minta Setiap Desa Bisa Kembangkan Sapi Perah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Program Magang Gemilang Cetak Tenaga Kerja Berkualitas

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Pemerintah Berikan Bantuan Pompa Air untuk Dorong Produksi Padi di Jateng

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Penanganan Demam Berdarah, Warga Didorong Gotong Royong Perhatikan Lingkungan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Pompa Air Bertenaga Surya Bantu Petani Desa Senon untuk Mengairi Sawah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Surplus, PMI Batang Bantu Kebutuhan Darah Wilayah Sekitarnya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X