Penggunaan Internet Selama Pandemi Meningkat, Hati-Hati Gejala Stres Digital

infojateng.id - 19 Agustus 2021
Penggunaan Internet Selama Pandemi Meningkat, Hati-Hati Gejala Stres Digital
Ilustrasi belajar online saat pandemi Covid-19, Foto KalderaNews/Malena - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

PEKALONGAN – Terbatasnya mobilitas di masa pandemi Covid-19, membuat sebagian besar masyarakat menghabiskan waktu lebih lama untuk berinteraksi di ruang digital. Dalam sehari, seringkali kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya demi memeriksa email yang masuk, percakapan di grup WhatsApp, juga perkembangan informasi tanpa henti di media sosial.

Namun, siapa sangka, gaya perilaku ini bisa membawa orang lambat laun kecanduan dan akhirnya mendatangkan stres. “Waspadai dengan potensi stres digital di era ini, yang ditandai dengan berbagai hal, salah satunya availability stress atau tekanan untuk harus selalu berada dalam jaringan,” kata Bambang Sadono saat menjadi pembicara webinar literasi digital bertema ”Kecanduan Digital: No, Kreatif & Produktif: Yes,” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021).

Bambang mengatakan, telanjur bergantungnya manusia dengan segala kemudahan digitalitasi saat ini juga memicu munculnya stres digital yang ditandai dengan sifat approval anxiety atau perasaan cemas terkait kebutuhan untuk diterima dalam interaksi di ruang digital.

“Kondisi stres digital ini bisa juga ditandai dengan sikap fear for missing atau memiliki rasa takut akan hilang atau tertinggal dengan perkembangan arus informasi yang terus bergerak cepat dari berbagai platform,” kata inspirator Jawa Tengah itu.

Bambang mengungkapkan, stres digital bisa dipicu ketika seseorang mengalami yang dimaksud communication overload atau berlebihan beban komunikasi. Dalam satu gawai, seseorang bisa terhubung dan berkomunikasi dengan banyak orang melalui berbagai platform media digital. Waktu komunikasi tak jarang dalam waktu bersamaan, sehingga kadang membingungkan ketika satu dan lainnya membutuhkan respons cepat.

Bambang mengibaratkan media digital layaknya madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. Artinya di satu sisi bisa memberi manfaat besar, namun sekaligus mengandung bahaya bagi penggunanya.

“Platform digital tanpa disadari juga mengambil banyak hal yang paling berharga dari kita, seperti privasi, kedaulatan diri, serta hak untuk hidup secara bebas tanpa dikendalikan pihak manapun,” kata wartawan senior itu.

Selanjutnya, mantan anggota DPR RI itu pun membeberkan nilai kurang dari media daring yang selama ini kerap ditemui menjadi berbagai persoalan kompleks yang butuh penanganan serius.

“Media daring membuka peluang bagi kita kurang berdisiplin, sentuhan personal kurang, memiliki hambatan teknis, dan rawan ketidakjujuran atau plagiarisme,” ujar Bambang. Dari sisi negatif, media daring juga rawan sebagai ladang sebaran konten hoaks atau kabar bohong serta rawan untuk sarana berbagai penyebaran konten negatif mulai dari pelecehan seksual, pornografi, hingga judi online.

“Namun keberadaan internet juga memberi peluang kemajuan usaha lebih pesat, salah satunya melalui bisnis online yang bisa diadopsi para pelaku bisnis yang berkecimpung dalam e-commerce. Para pedagang memasukki marketplace memasarkan produknya secara online termasuk pedagang eceran yang aktif dengan berbagai platform media sosial sebagai layanan bisnis,” kata Bambang.

Narasumber lain dalam webinar, pegiat literasi media Heru Prasetia mengatakan, banyak jalan bisa dilakukan demi menghindari kecanduan digital khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

“Pengguna bisa memulai dengan menyaring berbagai informasi yang masuk dan diterima, ini penting agar kita bisa fokus dengan apa yang akan dilakukan dan dibutuhkan dengan informasi yang beredar,” kata Heru.

Tak bisa dimungkiri beragamnya platform digital memicu terjadinya banjir informasi bagi para pengguna internet karena informasi kini telah menjadi hal yang sangat mudah diakses. Hanya dengan internet pengguna bisa masuk lautan informasi yang dicari melalui mesin pencari atau secara kebetulan terbagikan di media sosial.

“Agar produktif di ruang digital, kita bisa berkreasi sebebasnya dengan berbagai konten positif namun dengan tetap menjaga keamanan digital,” kata Heru.

Webinar yang dimoderatori Triwi Dyatmoko ini juga menghadirkan narasumber lain seperti Dosen IAI Sunan Giri Ponorogo Murdianto, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan H. Busaeri, serta Woro Mustika selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Kunjungan Wisata Batang Tembus 1,5 Juta Pengunjung Sepanjang 2025

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Wisata
Warga Batang Diimbau Rayakan Nataru Secara Sederhana

Warga Batang Diimbau Rayakan Nataru Secara Sederhana

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Pesta Tahun Baru di Batang Ditiadakan, Ini Gantinya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Panggung Anak Desa Dadirejo, Pentas Seni SDN Dadirejo 02 Bikin Orang Tua Haru dan Bangga

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Nawal Yasin Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Abdi Nagari Award Diharap jadi Inspirasi ASN di Jateng Layani Masyarakat dengan Ikhlas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Sarasehan Guru Jepara Kuatkan Strategi Cegah Bullying di Sekolah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Wakil Bupati Jepara Membuka Gelaran Semuria 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Jepara Gelar Rakor Kesiapsiagaan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Kontingen Jepara Wakili Daerah di Ajang Kemah Internasional Pandu Ma’arif NU

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Ribuan Obat Terlarang, Sabu, Ganja hingga Sajam Dimusnahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Jelang Nataru, Harga Kepokmas di Pasar Batang Naik 50 Persen

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Polemik Tambang di Jateng, Ahmad Luthfi: Jangan Coba-coba Ubah Informasi Tata Ruang!

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Kolaborasi Ahmad Luthfi Diacungi Jempol, Luhut: Jateng Punya Semua Potensi

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Investasi
Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Gubernur Luthfi: Rugi Kalau Tak Investasi di Jawa Tengah

Ekonomi   Info Jateng   Investasi
Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Pesantren Didorong jadi Ruang Aman dan Ramah bagi Santri

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Bupati Witiarso Targetkan 3,2 Juta Pohon untuk Hijaukan Kota Ukir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Jelang Natal, TNI-Polri Bersama Masyarakat Bersihkan Gereja di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Pemkab Kawal Inklusivitas Pendidikan di Jepara Lewat Gebyar Inklusi 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Korpri Jepara Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X