SEMARANG – Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar vaksinasi massal pelajar dan masyarakat guna mendukung kebijakan Pemerintah dalam rangka percepatan program vaksinasi nasional.
Vaksinasi massal dilaksanakan di tiga titik yaitu SMPN 05 Semarang, dan door to door di RW 2 Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang dan RW 2 Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang,” kata Kepala BIN Daerah Jateng Brigjen TNI Sondi Siswanto, Kamis (19/8).
Ia menjelaskan gelaran vaksinasi disaksikan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo dari Jawa Timur melalui Zoom dan diikuti 9 daerah lainnya di Indonesia. Pelaksanakan vaksinasi menyasar pelajar dan masyarakat secara door to door.

Door to door: petugas vaksinasi mendatangi rumah warga di Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang Semarang, Kamis (19/8).
Vaksinasi yang diselenggarakan oleh BIN kali ini merupakan vaksinasi tahap pertama bagi pelajar yang dipusatkan di SMP 5 dan dua lokasi lainnya.
Sebelumnya BIN Daerah Jawa Tengah telah melaksanakan vaksinasi lanjutan di beberapa lokasi di Kota Semarang seperti SMP 3 Semarang, SMP 1 Semarang, SMA 1 Semarang, dan sekolah lain.
“Hari ini kita mengadakan vaksinasi lanjutan. Total ada 5000 vaksin jenis Sinovac yang sudah kami siapkan,” ujar Sondi.
Vaksinasi untuk pelajar yang dipusatkan di SMP 5 Semarang, sedangkan masyarakat umum di Karangroto dan Sendangguwo Kota Semarang.
Kegiatan vaksinasi secara serentak dimulai pada pukul 08.00 WIB. Siswa yang akan melaksanakan vaksinasi melakukan registrasi dan verifikasi dan proses screening oleh guru dan tenaga pendidikan yang sebelumnya telah ditraining Dinas Kesehatan. Setelah proses screening, peserta langsung dilakukan vaksinasi oleh tenaga kesehatan. Pasca vaksinasi, peserta harus menunggu 15 menit untuk observasi guna mengetahui gejala atau keluhan setelah vaksin. Apabila tidak ada gejala, peserta baru diizinkan untuk pulang.
Pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dengan memakai masker medis, melakukan pengecekan suhu yang dilaksanakan di pintu masuk area vaksinasi, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Sedangkan sistem door to door dari pihak RW sudah menentukan rumah warga yang dikunjungi untuk dilakukan vaksin. Pihak Puskesmas mengirimkan beberapa petugas, Tiap rumah akan didatangi 2 orang petugas vaksin. Sebelum pelaksanaan vaksinasi tetap dilakukan proses screening terlebih dahulu.
Kegiatan vaksinasi terhadap pelajar dan masyarakat mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta. Bahkan BIN khususnya BIN Daerah Jawa Tengah mendapatkan banyak permintaan untuk pelaksanaan vaksinasi di sekolah-sekolah di wilayah semarang dan sekitarnya yang belum melaksanakan vaksinasi. Hal ini merupakan wujud keinginan pelajar, agar proses belajar tatap muka dapat segera dilaksanakan.
“Komitmen BIN adalah membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi 3 juta per harinya,” jelasnya.
Kegiatan Vaksinasi Massal Pelajar dan Masyarakat diharapkan dapat membantu tercapainya target vaksinasi pemerintah khususnya di wilayah Jawa Tengah dalam rangka pembentukan herd immunity guna menghambat laju persebaran pandemi, sehingga PPKM tidak mengalami perpanjangan dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal termasuk proses pembelajaran dan ekonomi nasional kembali memulih.(*)