Awas Body Shaming di Medsos Berujung Depresi

infojateng.id - 19 Agustus 2021
Awas Body Shaming di Medsos Berujung Depresi
Ilustrasi bofy shaming /mamamo.it - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

BATANG –Direktur penerbit buku Mojok sekaligus social media specialist Aditia Purnomo menyoroti fenomena kebebasan berekspresi di ruang digital yang seringkali masih disalahartikan dengan bersikap seenaknya pada pengguna lain.

”Kebebasan berekspresi bukan berarti kebebasan untuk mengumpat, mencaci maki orang lain, khususnya yang berbeda pendapat dan pemikiran,” kata Aditia, saat menjadi pembicara dalam webinar literasi digital bertema ”Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital” yang digelar Kementerian Kominfo untuk masyarakat Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/8/2021).

Bukan hanya sekali kasus komentar negatif di media sosial diperkarakan hingga meja hijau akibat gagal pahamnya kebebasan berekspresi ini di kalangan warganet. Ketika muncul postingan yang menyangkut hal tak lazim, berbeda atau belum familiar, memicu pengguna dengan mudah berkomentar buruk – tanpa berpikir dua kali – hingga komentar tersebut bisa menyakiti hingga menimbulkan perpecahan.

Dari mulai komentar berunsur pelecehan fisik atau body shaming, komentar hoaks atau kabar bohong, komentar asusila, komentar ancaman sampai berunsur SARA yang menyinggung identitas primordial seseorang.

”Seringkali kita masih menemui komentar ‘Wah gendut banget’, padahal satu sisi dampaknya bisa panjang. Orang yang dikatai itu bisa down, depresi, bahkan bunuh diri. Namun hal-hal seperti itu seringkali luput dari perhatian,” tegas Aditia.

Aditia juga menyoroti bagaimana pengguna digital begitu gampang dan gemar menyalahkan lainnya tanpa cek dan verifikasi informasi yang diterima. ”Silakan saja mengumbar komentar di ruang media sosial, asal jangan sampai komentar itu menghakimi. Komentar bijaksana itu bagian penting beretika di ruang digital,” jelasnya.

Aditia memaparkan, beretika di ruang digital menjadi prasyarat terbentuknya ruang digital sebagai ruang publik di dunia maya yang sehat. Di mana hak-hak tiap penggunanya dilindungi, dihargai dan dihormati.

“Ketika ada satu komentar buruk atas sesuatu hal, jangan latah ikut-ikutan keburukan itu,” tutur Aditia. Berbagai kasus perundungan atau cyber bullying yang kerap terjadi adalah ketika satu komentar buruk memicu dan diikuti komentar buruk lainnya, sehingga perundungan itu tak kunjung henti di satu pengguna.

”Manfaatkan media sosial untuk kebaikan saja dengan sifat kebebasan berekspresinya secara bertanggung jawab. Hilangkan sisi mudaratnya,” ajak Aditia. Manfaat yang ia maksud, antara lain, media sosial untuk memudahkan hubungan antarmanusia, berbagi informasi secara cepat, memperluas wawasan, dan alat bisnis.

“Mudarat dari media sosial yang mesti kita hindari antara lain kecanduan, saluran pelecehan dan perundungan, kebocoran data pribadi, juga untuk penipuan,” kata Aditia.

Sementara itu, narasumber lain dalam webinar kali ini, Komisaris PT Visitama17 Jakarta Bambang Barata Aji mengatakan, media sosial turut menyajikan fakta lain di balik perilaku warganet Indonesia yang notabene selama ini dikenal dengan budaya ketimurannya yang terkenal sopan dan santun.

“Bagaimana bisa terjadi, kita yang lekat dengan budaya ketimuran namun bisa mendapat gelar warganet paling tak sopan se-Asia Tenggara berdasarkan survei Microsoft tahun 2020?” kata Aji Barata.

Aji mengungkap, maraknya komentar negatif di ruang media sosial bisa terjadi karena kemajuan teknologi digital belum diimbangi dengan literasi digital yang memadai bagi sebagian masyarakat. Ia melihat, ada semacam kegagapan warganet dalam ruang interaksi digital, sehingga melupakan norma dan etika yang berlaku.

“Namun sekarang, segala komentar negatif itu sudah diantisipasi melalui UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) baik yang pertama maupun perubahannya, sehingga pelaku bisa dibawa ke ranah hukum. Pengguna tidak bisa seenaknya berkomentar negatif atau ia akan terjerat hukum,” pungkas Aji Barata, yang juga budayawan Banyumas itu.

Webinar yang dimoderatori Zacky Ahmad itu juga menghadirkan dua narasumber lain, yakni peneliti pada Paramadina Public Policy Septa Dinata dan Kepala Kantor Kemenag Batang H.M. Aqsho, serta Riska Yuvista yang bertindak selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Penjabat Bupati Batang Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Penjabat Bupati Batang Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polres Jepara Sembelih 5 Ekor Hewan Kurban untuk Dibagikan ke Masyarakat

Polres Jepara Sembelih 5 Ekor Hewan Kurban untuk Dibagikan ke Masyarakat

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Jateng Salat Iduladha dan Kurban di Semarang

Presiden Jokowi dan Pj Gubernur Jateng Salat Iduladha dan Kurban di Semarang

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Bupati dan Wakil Bupati Sragen Salat Iduladha 1445 H Bersama Ribuan Masyarakat

Bupati dan Wakil Bupati Sragen Salat Iduladha 1445 H Bersama Ribuan Masyarakat

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Iduladha, Sekda Jepara Sembelih Sapi di Masjid Baitul Makmur

Iduladha, Sekda Jepara Sembelih Sapi di Masjid Baitul Makmur

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Piala Eropa 2024: Bocoran Starting XI Inggris Vs Serbia, Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang

Piala Eropa 2024: Bocoran Starting XI Inggris Vs Serbia, Trent Alexander-Arnold Jadi Gelandang

Info Jateng   Olahraga
Panitia Diimbau Tidak Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Panitia Diimbau Tidak Gunakan Kantong Plastik untuk Bungkus Daging Kurban

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Film Edukasi Bangga Kencana, Jadi Tontonan dan Tuntunan Cegah Stunting

Film Edukasi Bangga Kencana, Jadi Tontonan dan Tuntunan Cegah Stunting

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Gebyar PAUD Wujudkan Generasi Anak yang Berakhlakhul Kharimah, Mandiri dan Kreatif

Gebyar PAUD Wujudkan Generasi Anak yang Berakhlakhul Kharimah, Mandiri dan Kreatif

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Prabowo Beli Sapi Rp500 Juta untuk Kurban Iduladha, Ini yang Bikin Sapinya Istimewa!

Prabowo Beli Sapi Rp500 Juta untuk Kurban Iduladha, Ini yang Bikin Sapinya Istimewa!

Info Jateng
Harga Sapi di Batang Melambung, Kambing Jadi Alternatif Berkurban

Harga Sapi di Batang Melambung, Kambing Jadi Alternatif Berkurban

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Fantastis! Sapi Bernama Rossi Terberat di Indonesia Ditawar Rp 500 Juta

Fantastis! Sapi Bernama Rossi Terberat di Indonesia Ditawar Rp 500 Juta

Info Jateng
Amankan Malam Takbir dan Liburan Iduladha, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel

Amankan Malam Takbir dan Liburan Iduladha, Polres Jepara Kerahkan Ratusan Personel

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Geram dengan Balapan Liar, Petugas dan Warga Kompak Bentuk Satgas Gabungan

Geram dengan Balapan Liar, Petugas dan Warga Kompak Bentuk Satgas Gabungan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perguruan Islam Darul Falah Gelar Kemah Bakti Masyarakat di Jepara

Perguruan Islam Darul Falah Gelar Kemah Bakti Masyarakat di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pendidikan
Tanpa Robert Lewandowski dan Frenkie de Jong, Ini Prediksi Polandia Vs Belanda di Euro 2024

Tanpa Robert Lewandowski dan Frenkie de Jong, Ini Prediksi Polandia Vs Belanda di Euro 2024

Info Jateng   Olahraga
Man of The Match Partai Italia Vs Albania di Euro 2024: Ancaman Nyata Federico Chiesa

Man of The Match Partai Italia Vs Albania di Euro 2024: Ancaman Nyata Federico Chiesa

Info Jateng   Olahraga
Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2024 Solo

Berikut Jadwal Lengkap Piala AFF U-16 2024 Solo

Info Jateng   Olahraga
Target Menembus Papan Atas, PSS Sleman Optimistis Menatap Kompetisi Liga 1 2024/2025

Target Menembus Papan Atas, PSS Sleman Optimistis Menatap Kompetisi Liga 1 2024/2025

Info Jateng   Olahraga
Duet Barcelona – Real Madrid Bantu Spanyol Benamkan Kroasia di Piala Eropa 2024

Duet Barcelona – Real Madrid Bantu Spanyol Benamkan Kroasia di Piala Eropa 2024

Info Jateng   Olahraga
Close Ads X