Perkuat Promosi Digital, Saatnya Pelaku UMKM Garap Pasar Luar Negeri

infojateng.id - 19 Agustus 2021
Perkuat Promosi Digital, Saatnya Pelaku UMKM Garap Pasar Luar Negeri
Ilustrasi galeri UMKM, foto/kinciakincia.com - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SEMARANG – Ujian badai pandemi Covid-19 diakui telah membuat persaingan antar-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) semakin keras. Bukan hanya persaingan di dalam negeri sesama UMKM, tetapi juga persaingan di ranah global seiring dengan semakin banyaknya UMKM kita yang go digital, sehingga persaingan yang tak terbatas wilayah tidak terhindarkan lagi.

Karena persaingan global di lokapasar dunia juga sudah saling injak harga, maka pada awal tahun 2021 Menteri Koperasi dan UMKM menerbitkan kebijakan menutup akses 13 produk cross border. Mulai dari produk jilbab, berbagai step baju muslim, dan khususnya bawahan baju, untuk menjaga serbuan baju muslim Cina yang malah membikin persaingan kurang efektif.

”Imbauan untuk mencintai produk dalam negeri ternyata tak bisa menghalangi pedagang kita kulak ke Cina. Karena pedagang pengin kulak yang murah,” papar Misbahul Munir, pengusaha dan pemain UMKM digital saat tampil dalam webinar literasi digital bertopik ”Pemberdayaan UMKM Selama Masa Pandemi Covid-19”, yang digelar Kementerian Kominfo dan untuk masyarakat Kabupaten Semarang, 28 Juni lalu.

Mengapa kita selalu kalah di harga? ”Lah, kalau jilbab kita paling murah dikulak 20 ribuan, jilbab yang sekualitas dari Cina bisa 5 ribuan, karena kain dan kapasnya Cina bikin sendiri,” sahut Misbahul. Itu sebabnya, ia menyarankan untuk jangan bersaing di harga, karena kita pasti keinjak.

”Mending perbaiki konten promosi untuk garap pasar Eropa. Bersaing ke Turki dan sekitarnya dengan promo digital. Atau, garap pasar dalam negeri yang tetap banyak peluang, asal promosinya bagus secara konten digital,” pesan Misbahul, yang juga fasilitator UMKM Bina Desa Yogyakarta.

Misbahul tak tampil sendiri memaparkan diskusi menarik yang diikuti ratusan peserta seantero Semarang dari lintas generasi dan profesi. Dipandu moderator Tomy Romahorbo, Misbahul ditemani pembicara lain, yakni Samuel B. Oland (CEO dan Founder Mariland Technology Jakarta), M. Ilham Nurfatah (fasilitator dari Kaizen Room), Monika Sri Yuliarti (dosen Ilmu Komunikasi Fisipol UNS Solo) serta Tya Yuwono, seorang mom preneur yang tampil sebagai key opinion leader.

Target ”go digital” sebagai solusi agar UMKM kita survive, menurut Kemenkop dan UMKM, sudah sangat mendesak. Menurut Samuel B. Oland, dari 64 jutaan UMKM yang saat ini menjadi gantungan populasi serapan tenaga kerja kita hingga 70 persen, faktanya baru 36 persen yang memasarkan produknya secara digital. Yang 18 persen masih mengoperasikan komputer secara konvensional, belum untuk promosi digital, sementara 37 persen masih menjual secara konvensional di toko offline, belum online. Ini pekerjaan rumah terkait urgensi melatih kecakapan digitalnya.

Samuel menambahkan, kita mesti jujur. Jangankan skala Pulau Jawa dan Indonesia, karena UMKM di DKI Jakarta saja baru 41,6 persen yang pemasarannya sudah go digital. ”Padahal UMKM Jakarta itu tulang punggungnya Indonesia. PDB-nya dijagain pajaknya, sementara di luar DKI malah masih 29 persen yang sudah digital. Ini jelas butuh kerja keras banyak pihak,” ujar Samuel.

Salah satu langkah bersaing di dunia maya adalah promosi digital. Branding produk berdasarkan data riset analisa pasar yang tepat merupakan budaya baru marketing bisnis digital. Data box yang disajikan Google setiap saat bisa di-update untuk bisa diketahui selera dan strata pasar yang dicari. Begitu juga detail produk yang laris di pasar saat, itu bisa diintip.

”Data tersebut mesti diolah, lalu buatkan produk yang pas atau sesuai dengan selera pasar. Data itu bisa ditengok gratis kok,” pesan Samuel serius. Tradisi dan perilaku bisnis digital memang mesti diubah dari perilaku pedagang konvensional.

Samuel melanjutkan, dalam podcast Dedy Corbuzier di Youtube belum lama ini, ada yang mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 bisa berlangsung 5 s.d. 10 tahun lagi. Lama banget. Sementara, bisnis tidak bisa menunggu. Untuk berkembang dan maju, kita mesti kreatif dan inovatif. Kalau dua kali seminggu kita bikin promo dengan konten produk baru yang fresh dan menarik, entah itu fashion atau produk apa pun yang dimaui pasar global, jangan capek bikin konten dan share produk kita.

”Jangan malas bikin konten. Kalau mau target penjualan naik 30 persen untuk order luar maupun dalam negeri, teruslah berpromosi. Dalam waktu tiga-enam bulan niscaya bakal ada growing, pertumbuhan omzet. Teknologi digital sangat membantu kita untuk bikin konten. Jadi, kuncinya adalah jangan malas dan terus belajar,” pesan Samuel, sedikit gemas. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Wagub Taj Yasin Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Jateng Dinobatkan sebagai Provinsi Sangat Inovatif IGA Award 2025

Info Jateng   Laporan Khusus
Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Pertahankan Collaborative Government Bangun Jateng

Info Jateng   Laporan Khusus
IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

IGA 2025, Pati Buktikan Diri, Raih Predikat Sangat Inovatif di Tingkat Nasional

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Akhirnya, Hotel D’Ayanna Puncel Resmi Disegel!

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Visit Kampus Undip, Wagub Jateng Ajak Siswa SMK Bekali Diri dengan Ilmu yang Bermanfaat

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Akhir Tahun Makin Meriah, GAS Jateng Hadirkan Mobil Premium dan Diskon hingga Rp60 Juta

Info Jateng   Laporan Khusus
Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Pelantikan Gapembi Jateng, Taj Yasin Ingatkan Limbah Dapur SPPG Tak Cemari Lingkungan

Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Bupati Terima Bantuan Tenda untuk Pelaku UMKM Jepara

Bupati Terima Bantuan Tenda untuk Pelaku UMKM Jepara

Ekonomi   Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Pemkab Jepara dan BRIN Tinjau Lahan Biosalin Persiapan Farm Field Day 2025

Pemkab Jepara dan BRIN Tinjau Lahan Biosalin Persiapan Farm Field Day 2025

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Waxinda Resmi Beroperasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Waxinda Resmi Beroperasi, Serap Ribuan Tenaga Kerja

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Investasi
Cegah Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Rumpun Bambu di Aliran Sungai Bloro

Cegah Banjir, Polisi dan Warga Bersihkan Rumpun Bambu di Aliran Sungai Bloro

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Ketua Dewan Kesenian Boyolali Diminta Jadi Wadah Pelaku Seni

Ketua Dewan Kesenian Boyolali Diminta Jadi Wadah Pelaku Seni

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Teknologi AI Jadi Syarat Minimal Bagi Pelaku UMKM

Teknologi AI Jadi Syarat Minimal Bagi Pelaku UMKM

Ekonomi   Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemkab Batang Salurkan 155 Beasiswa Pendidikan

Pemkab Batang Salurkan 155 Beasiswa Pendidikan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Rakor Forkompimda Boyolali Bahas Nataru

Rakor Forkompimda Boyolali Bahas Nataru

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Pemerintahan
Jawa Tengah Raih Dua Penghargaan KPK, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Penguatan Tata Kelola Bersih

Jawa Tengah Raih Dua Penghargaan KPK, Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Penguatan Tata Kelola Bersih

Info Jateng   Pemerintahan
Usulan Hybrid Sea Wall Pemprov Jateng Disetujui Badan Otorita Pantura

Usulan Hybrid Sea Wall Pemprov Jateng Disetujui Badan Otorita Pantura

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Ngobrol Santai Bareng Gubernur, Wartawan Sampaikan Masukan untuk Ahmad Luthfi

Ngobrol Santai Bareng Gubernur, Wartawan Sampaikan Masukan untuk Ahmad Luthfi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus
Sekda Jateng Minta Anggota DWP Jadi Penjaga Integritas Suami

Sekda Jateng Minta Anggota DWP Jadi Penjaga Integritas Suami

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Laporan Khusus   Pemerintahan
Close Ads X