Cegah Konflik di Ruang Digital, Pentingnya Terapkan Manajemen Diri di Medsos

infojateng.id - 21 Agustus 2021
Cegah Konflik di Ruang Digital, Pentingnya Terapkan Manajemen Diri di Medsos
Foto: Wersm - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

SUKOHARJO –Kian meluasnya jejaring sosial yang dapat dilakukan masyarakat melalui media sosial ternyata masih saja diikuti dengan beragam aksi penodaan terhadap ruang digital. Selain lewat berbagai celoteh urakan, ujaran kebencian, juga komentar negatif yang jauh dari norma kesopansantunan.

Status warganet Indonesia sebagai pengguna digital paling tidak sopan se-Asia Tenggara, yang dipublikasikan Microsoft dari hasil studi tahunan: Civil, Safety and Interactions Online, tahun 2020, pun seolah membuka mata terhadap kondisi warganet kita yang sebenarnya.

”Dari hasil survei Microsoft itu, apa sebenarnya yang salah? Apakah karena kita gagap dengan transformasi digital saat ini, sehingga mengalami shock culture atau karena hal lain?” tanya Komisaris PT Visitama 17 Jakarta Bambang Barata Aji, saat tampil dalam webinar literasi digital bertema ”Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (20/8/2021).

Aji Barata, sapaan karibnya, pun mengurai pendapat. Selain shock culture, faktor lain yang bisa dirunut sebagai pemicu masifnya ketidaksopanan warganet di media sosial, di antaranya adalah momentum dua pemilihan presiden terakhir, yakni Pilpres 2014 dan 2019.

Dalam dua momentum politik nasional itu, menurut Aji, tren polarisasi meningkat, khususnya di media sosial. Permainan politik identitas menjadi salah satu pemicu, dan ranah politik sontak menjadi sangat personal, emosional, dan tak lagi rasional.

“Bisa kita lihat dari momentum pilpres lalu, selama masa kampanye medsos tak pernah sepi dari komentar-komentar berbau ujaran kebencian satu sama lain. Dan, itu terus berulang setiap hari hingga banyak pengguna digital terpengaruh untuk saling mencaci satu sama lain,” kata Aji dalam webinar yang diikuti ratusan peserta itu.

Menurut Aji, ketidaksopanan di ruang digital – khususnya medsos – seolah benar-benar membalik predikat Indonesia sebagai bangsa Timur yang hidup dengan tata krama dan nilai-nilai luhur soal etika. Sebelum masifnya teknologi satu dasawarsa terakhir, pertentangan-pertentangan itu sangat jarang ditemukan.

“Tetapi 10 tahun yang lalu, kita semua mungkin juga tidak pernah membayangkan bakal seperti ini situasinya. Seperti halnya dulu kita tidak pernah berpikir bahwa pesan makanan tak perlu keluar rumah, tapi bisa lewat smartphone,” urai Aji Barata, yang juga seniman wayang dan budayawan Banyumas itu.

Pada situasi seperti inilah, Aji mengatakan pentingnya mengintensifkan pendidikan etika digital bagi para pengguna, meski banyak tantangan dan kendala di lapangan.

“Tantangan menanamkan etika digital, salah satunya karena keragaman kompetensi masing masing individu yang bertemu di ruang digital,” tambahnya. Selain itu, edukasi etika digital juga mesti berhadapan dengan kondisi yang mungkin sudah akut, di mana ruang media digital sudah disesaki dengan berbagai konten negatif.

Aji Barata juga mengungkapkan, penerapan bahasa keseharian dalam media sosial belakangan ini memantik keprihatinan tersendiri karena terpengaruh berbagai gaya bahasa yang tak sejalan dengan perkembangan tata bahasa baku yang telah ditentukan.

”Tidak standarnya penggunaan bahasa di media sosial dipengaruhi pula oleh teknologi serta ragam budaya, bahasa daerah, serta serapan bahasa di media sosial lain dari bahasa asing yang begitu masif,” jelasnya.

Aji mengakui, kalangan anak muda sudah fasih menciptakan ”standar” sendiri dengan berbagai kosakata baru ataupun singkatan kata yang tidak baku atau standar, yang sering digunakan saat berinteraksi melalui media sosial.

Sementara itu, narasumber berikut dalam webinar: Pengawas Sekolah Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo Bahren Ahmadi mengatakan, para pengguna internet selayaknya bisa belajar memanajemen diri dalam interaksinya di media sosial.

“Jangan mem-posting apa pun saat sedang dalam kondisi emosi, dan sebisa mungkin hindari penggunaan huruf-huruf kapital, serta jangan gampang terpengaruh oleh informasi yang diterima,” kata Bahren.

Dimoderatori oleh Anneke Liu, webinar ini juga menghadirkan narasumber konsultan brand dan komunikasi Satriyo Wibowo, fasilitator nasional Nuralita Armelia, serta Astari Vern selaku key opinion leader. (*)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Awalnya Tidak Ada Niatan, Akhirnya Suroto Siap Ikut Kontestasi Pilkada Sragen

Awalnya Tidak Ada Niatan, Akhirnya Suroto Siap Ikut Kontestasi Pilkada Sragen

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus   Politik
Miris, 25 Anak di Sragen Jadi Korban Kekerasan Seksual

Miris, 25 Anak di Sragen Jadi Korban Kekerasan Seksual

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Laporan Khusus
Pemkab Demak Terima Sosialisasi Manajemen Teritorial dari TNI AD

Pemkab Demak Terima Sosialisasi Manajemen Teritorial dari TNI AD

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Pengenalan Sekolah, SMPN 7 Batang Gelar Simulasi Gempa

Pengenalan Sekolah, SMPN 7 Batang Gelar Simulasi Gempa

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Jateng Omah Expo, Dorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Jateng Omah Expo, Dorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Turunkan Kemiskinan, Inspektorat Jateng Bantu Anak Desa Tambakrejo Kembali ke Sekolah

Turunkan Kemiskinan, Inspektorat Jateng Bantu Anak Desa Tambakrejo Kembali ke Sekolah

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Begini Upaya Pemprov Jateng Hadapi Ancaman Kekeringan

Begini Upaya Pemprov Jateng Hadapi Ancaman Kekeringan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Peringati Hari Kebaya Nasional, Pj Bupati Jepara: Kebaya Identitas Budaya Bangsa

Peringati Hari Kebaya Nasional, Pj Bupati Jepara: Kebaya Identitas Budaya Bangsa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Hadapi Perubahan Iklim, Pemkab Rembang Dorong Petani Milenial Manfaatkan Teknologi

Hadapi Perubahan Iklim, Pemkab Rembang Dorong Petani Milenial Manfaatkan Teknologi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
TMMD Reguler Ke-121, Pembangunan Jalan Desa Pacet Buka Dua Akses Wisata

TMMD Reguler Ke-121, Pembangunan Jalan Desa Pacet Buka Dua Akses Wisata

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pembukaan TMMD Ke-121 Desa Pacet Dirayakan dengan Pentas Seni dan Budaya

Pembukaan TMMD Ke-121 Desa Pacet Dirayakan dengan Pentas Seni dan Budaya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Wali Murid Hadiri MPLS, Simbol Kepercayaan Terhadap SMPN 2 Bandar

Wali Murid Hadiri MPLS, Simbol Kepercayaan Terhadap SMPN 2 Bandar

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Brebes Daftarkan Garam Rebus dan Batik Salem sebagai Indikasi Geografis

Brebes Daftarkan Garam Rebus dan Batik Salem sebagai Indikasi Geografis

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Perempuan Jangan Takut Periksa Demi Cegah Kanker Sejak Dini

Perempuan Jangan Takut Periksa Demi Cegah Kanker Sejak Dini

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Dukung Program Pemprov Jateng, Realisasi Pelaksanaan TJSLP Capai Rp27,3 Miliar

Dukung Program Pemprov Jateng, Realisasi Pelaksanaan TJSLP Capai Rp27,3 Miliar

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Dibuka, Pj Bupati: Percepat Pembangunan di Desa

TMMD Sengkuyung Tahap III Resmi Dibuka, Pj Bupati: Percepat Pembangunan di Desa

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Cegah Korupsi, OPD Pemprov Jateng Didorong Selenggarakan Bimtek Keluarga Berintegritas

Cegah Korupsi, OPD Pemprov Jateng Didorong Selenggarakan Bimtek Keluarga Berintegritas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Gemuruh Suara Anak di Istora Papua Bangkit, Warnai Perayaan HAN 2024

Gemuruh Suara Anak di Istora Papua Bangkit, Warnai Perayaan HAN 2024

Info Jateng   Laporan Khusus
SD Proyonanggan Simbolkan Perlindungan Anak Lewat Lima Jari

SD Proyonanggan Simbolkan Perlindungan Anak Lewat Lima Jari

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Iklim Kondusif, Jepara Optimis Penuhi Target Investasi

Iklim Kondusif, Jepara Optimis Penuhi Target Investasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X